Atasi Masalah Sosial, Pemkot Cimahi dan Poltekesos Bandung Siapkan Proyek “Kampung Sosial”
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 8
- print Cetak

CIMAHI, RI– Pemerintah Kota Cimahi resmi menggandeng Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung dalam upaya mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di wilayahnya. Sinergi ini tidak hanya berfokus pada validasi data, tetapi juga siap menelurkan proyek percontohan (pilot project) berupa pembangunan Kampung Sosial di dua wilayah kelurahan.
Penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dilakukan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, bersama Direktur Poltekesos Bandung, Suharma, bertempat di Ruang Rapat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi. Kerja sama strategis ini mencakup sektor pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan inovasi daerah.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi angin segar bagi pemerintah daerah dalam mengurai benang kusut masalah sosial, termasuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan mutu pendidikan. Ia menggarisbawahi pentingnya akurasi data di lapangan agar program intervensi yang digulirkan tepat sasaran.
“Ini adalah langkah kolaboratif konkret antara Pemkot Cimahi dan Poltekesos Bandung. Kita bersama-sama menyelesaikan masalah sosial, pendidikan, dan sektor lainnya secara terpadu,” ujar Ngatiyana usai kegiatan.
Lebih lanjut, Ngatiyana berharap kemitraan ini menjadi jembatan koordinasi yang kuat hingga ke tingkat Kementerian Sosial demi efektivitas program di daerah.
Di tempat yang sama, Direktur Poltekesos Bandung, Suharma, menjelaskan bahwa institusinya siap menerjunkan inovasi teknologi yang telah dikembangkan dalam bidang kesejahteraan sosial untuk diaplikasikan langsung di Kota Cimahi. Bidang kerja sama ini nantinya akan berfokus pada tiga pilar utama: perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami akan mengimplementasikan teknologi sosial yang ada di Poltekesos agar bisa membantu Pemkot Cimahi melakukan identifikasi, penanganan, dan intervensi yang cepat dan tepat terhadap dinamika sosial di masyarakat,” kata Suharma.
Selain teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama. Melalui bimbingan teknis khusus, para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan petugas layanan sosial akan dibekali kemampuan pendataan modern, metode pendampingan, serta sistem rujukan penanganan kasus yang lebih profesional.
Kelembagaan di tingkat akar rumput juga ikut diperkuat. Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tiap kelurahan akan ditingkatkan kemandirian layanannya. Pemkot dan Poltekesos juga berencana membentuk Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) untuk mempermudah akses warga dalam berkonsultasi mengenai ketahanan keluarga.
Khusus untuk perlindungan anak, kedua pihak tengah merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) baru yang lebih rigid terkait pemeliharaan anak terlantar, didukung dengan pembaruan instrumen pendataan berbasis digital.
Sebagai langkah konkret pasca-penandatanganan MoU, Pemkot Cimahi dan Poltekesos Bandung dalam waktu dekat akan meluncurkan proyek inovatif bertajuk Kampung Sosial. Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup telah ditunjuk sebagai dua lokasi percontohan pertama yang diharapkan mampu menjadi role model penanganan masalah sosial berbasis komunitas secara berkelanjutan. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar