Merangin, RI- Proyek bangunan gedung SMK Negeri 14 Merangin yang mendapat kucuran dana DAK provinsi Jambi dengan nilai yang cukup fantastis kurang lebih 5M, yang bertugas sebagai pelaksana tim swakelola.
Dari pantauan awak media ini beserta Tim dilokasi proyek tersebut, kami menemukan beberapa kejanggalan dalam pembangunan tersebut, sebab saat ditanya siapa yang dimaksud Tim swakelola itu kepala Sekolah tidak bisa mengatakan dan menjelaskan kepada awak media bahkan kepala sekolah melempar ke komite.
Tidak hanya sampai disitu, kami konfirmasi langsung ke Sekretaris komite yaitu Bapak Sumadi beliau dengan tegas mengatakan tidak ada dilibatkan dalam proyek pembangunan tersebut,
“Pertemuan memang saya ikut hadir, karena ketua komite berhalangan maka saya yang menggantikan beliau, namun setelah proyek tersebut berjalan kami tidak dilibatkan dan sampai saat ini tidak diberikan SK atau mandat yang resmi atau tertulis”ucap sekretaris komite
Setelah itu Tim bergerak menuju tempat kediaman ketua komite Bapak Sukron untuk konfirmasi, ketua komite juga mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam proses pembangunan tersebut,
“Kami sampai sampai saat ini tidak diberikan SK oleh Kepsek atau mandat secara tertulis, karena semua itu dihandle oleh Kepala Sekolah”ujar ketua komite
perpres no 7 tahun 2022 telah dijelaskan sistim Swakelola tipe 1 yaitu bentuklah tim perencana, tim pelaksana dan tim pengawas di internal sekolah dan di internal SKPD.
Kepala Sekolah SMK Negeri 14 Merangin Zuhdi Mizian, S.T. M.Pd saat ditemui mengatakan bahwa pekerjaan proyek tersebut sudah sesuai prosedur karena itu bukan proyek abal-abal. Tapi saat ditanya soal siapa yang tergabung di dalam tim swakelola itu kepala sekolah malah berdalih,
“Semua sudah sesuai prosedur, komite sudah dilibatkan dalam proyek pembangunan ini, coba tanyakan sama sekretaris komite Bapak Sumadi”jawab Kepsek enteng
Bahkan Kepsek menerangkan bahwa dirinya telah banyak berkorban demi sekolah tersebut, sudah banyak uang pribadi beliau digunakan untuk keperluan sekolah dan dia tidak segan mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk menutupi hutang piutang dari bangunan sekolah sebelumnya bahkan mencapai puluhan juta rupiah.jelas kepsek kemedia ini,
apakah mungkin dengan secara logika kepsek mau mogorban kan uang pribadinya degan senilai puluhan jutaan rupiah sedang kan setiap aggaran yang telah di tentukan untuk pisik bagunan,
Dengan kehebatan nya kepsek dengan bermacam alibi yang dilakukan cara untuk menutupi kecurangan nya,tidak masuk akal,(Mady)Tim
Tidak ada komentar