Filosofi dan Aksi: Sinergi PSHT Rayon Panyeppen dan Gerakan Peduli Kemanusiaan Menebar Manfaat di Sampang
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

SAMPANG, RI – Di tengah modernisasi dunia medis, kearifan lokal dalam pengobatan tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Hal ini terpotret jelas dalam aksi nyata yang digelar di Desa Panyeppen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Jumat (15/05/2026). Sebuah kolaborasi apik terjalin antara Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Penyeppen dengan Gerakan Peduli Kemanusiaan dalam balutan Bakti Sosial (Baksos) Pengobatan Alternatif Gratis.
Acara yang berpusat di kediaman Kak Hanafi ini bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan wujud nyata dari filosofi bahwa penyembuhan adalah perpaduan antara fisik dan spiritual. Narasi yang berkembang dalam kegiatan ini seolah mengukuhkan kembali posisi penyembuh tradisional. Jika dulu masyarakat mengenal istilah “Dukun” sebagai sebutan kuno bagi ahli pengobatan di tanah Jawa—setara dengan Sinshe di Tiongkok atau Tabib di Arab—maka kini praktik tersebut hadir lebih terorganisir dan menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendalam melalui aksi sosial.
Gus Anas, selaku pelaksana teknis pengobatan, tampak sibuk menangani puluhan warga yang datang silih berganti. Keluhan yang masuk pun sangat beragam, mulai dari penyakit fisik yang terukur seperti asam urat dan saraf terjepit, hingga warga yang datang untuk sekadar melakukan konsultasi batin atau keluhan non-medis lainnya. Kehadiran tim teknis ini memberikan jawaban langsung atas kebutuhan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Keberhasilan agenda ini tak lepas dari peran aktif Mas Ali, Ketua PSHT Rayon Penyeppen. Sebagai sosok yang juga mengemban amanah sebagai guru tugas pesantren, Mas Ali membawa nuansa ketenangan dan kepercayaan tinggi bagi para pasien yang hadir. Baginya, PSHT bukan hanya tentang latihan fisik atau bela diri di gelanggang, melainkan tentang pengolahan rasa dan pengabdian nyata kepada masyarakat luas.
Membantu sesama melalui jalur pengobatan ini dianggap sebagai implementasi dari ajaran luhur organisasi untuk menjadi manusia yang bermanfaat. Kegiatan yang berlangsung hingga waktu Ashar ini membuktikan bahwa sinergi antara organisasi bela diri PSHT dan Gerakan Peduli Kemanusiaan mampu menciptakan solusi kesehatan yang terjangkau. Masyarakat tidak hanya pulang dengan tubuh yang terasa lebih sehat, tetapi juga membawa rasa syukur atas hadirnya kepedulian di tengah-tengah mereka.
Sinergi di Desa Panyeppen ini menjadi pengingat penting bahwa dalam proses kesembuhan, manusia seringkali membutuhkan harmoni antara penanganan fisik dan ketenangan spiritual. Acara ditutup dengan situasi yang aman dan terkendali, menyisakan harapan besar agar kegiatan serupa dapat terus konsisten dilaksanakan demi meningkatkan derajat kesehatan warga di wilayah Kabupaten Sampang secara berkelanjutan.
(G.Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar