TNI AL Siap Mendukung Upaya Peningkatan Keselamatan Nelayan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

SAMBAS, RI – Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat membahayakan aktivitas nelayan di wilayah perairan Kabupaten Sambas, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sambas menggelar kegiatan sosialisasi dan kesiapsiagaan nelayan pesisir sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan nelayan dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Senin (2/11/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, para nelayan diberikan pemahaman mengenai potensi ancaman cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, gelombang tinggi, hingga perubahan arus laut yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas penangkapan ikan.
Ketua HNSI Kab. Sambas sekaligus Ketua Kelompok Nelayan Kecamatan Pemangkat, Juniardi, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan nelayan, terutama menghadapi kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut sehingga pemahaman mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para nelayan semakin memahami risiko yang dapat terjadi saat melaut, serta lebih mengutamakan keselamatan dibandingkan memaksakan diri untuk mendapatkan hasil tangkapan ketika kondisi cuaca tidak memungkinkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kasatpolair Polres Sambas AKP Agus Ganjar mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Kabupaten Sambas perlu diwaspadai oleh seluruh masyarakat pesisir.
Kondisi seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, gelombang tinggi, hingga perubahan arus laut dapat meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran dan aktivitas penangkapan ikan.
Ia menjelaskan, dampak cuaca ekstrem tidak hanya berpotensi menyebabkan kerusakan kapal, tetapi juga dapat mengakibatkan kapal terbalik hingga tenggelam yang mengancam keselamatan jiwa nelayan.
“Jangan memaksakan diri untuk melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Sebelum berangkat, pastikan terlebih dahulu informasi prakiraan cuaca dari BMKG, periksa kondisi kapal dan mesin, serta lengkapi kapal dengan jaket pelampung, alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan lainnya,” imbaunya.
Agus juga mengingatkan agar para nelayan saling berbagi informasi apabila terjadi perubahan kondisi cuaca di laut.
Apabila mengalami kecelakaan atau keadaan darurat, nelayan diminta segera melaporkan kepada Satpolair maupun instansi terkait agar dapat dilakukan upaya pencarian dan pertolongan secepat mungkin.
Senada dengan hal tersebut, Kepala PSDKP Sambas, Cuk Nuhria, menekankan pentingnya memastikan kesiapan kapal sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Nelayan juga diingatkan agar tidak membawa muatan melebihi kapasitas kapal serta selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum memutuskan untuk melaut.
Sementara itu, Komandan Pos Babin Potmar TNI AL, PELTU Tugianto, menyampaikan bahwa TNI AL siap mendukung upaya peningkatan keselamatan masyarakat nelayan di wilayah perairan Kabupaten Sambas.
Ia juga mengimbau para nelayan untuk tetap menjaga komunikasi dengan sesama nelayan maupun petugas di wilayah pesisir, sehingga apabila terjadi keadaan darurat dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan dilanjutkan dengan penempelan pamflet dan stiker imbauan waspada cuaca ekstrem di sejumlah titik kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir sekaligus menekan risiko kecelakaan laut.
Para nelayan pun diingatkan agar tidak hanya mengutamakan hasil tangkapan, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama sebelum memutuskan untuk melaut.
Mully /Juan//
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar