Peringatan Sumpah Pemuda SMPN 3 Kota Mojokerto, Gelar Festival Bulan Bahasa
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Senin, 30 Okt 2023
- visibility 355
- print Cetak

MOJOKERTO, RI. Hari Sumpah Pemuda diperingati sebagai bulan bahasa dan sastra Indonesia, peringatan Hari Sumpah Pemuda ini merupakan peristiwa yang sangat penting dimana para pemuda mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang mengikat keberagaman bangsa Indonesia sebagai bangsa yang satu.
Sumpah Pemuda berisikan pengakuan akan ‘Satu Bangsa yaitu Bangsa Indonesia’, ‘Satu Tanah Air yaitu Tanah Air Indonesia’, dan ‘Satu Bahasa yaitu Bahasa Indonesia’. Atas dasar ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 tersebut, maka bulan Oktober juga diperingati sebagai Bulan Bahasa dan Sastra.
Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, SMPN 3 kota Mojokerto adakan ” Festival Bulan Bahasa yang dilaksanakan di aula dan halaman sekolah dengan penuh hikmad, lancar dan kondusif, Jum’at (27/10/2023)

Kepala Sekolah SMPN 3 kota Mojokerto” Rejo”. S.Pd,M.Pd. setelah bertemu awak media mengatakan, pelaksanaan peringatan bulan bahasa kami laksanakan sejak (23/10/2023), dengan diawali kegiatan pelatihan literasi.
Tambahnya, masih banyak kegiatan lain dan beberapa lomba yang sdh terlaksana beberapa hari lalu dan pada tanggal 24 Oktober 2023 kita juga melaksanakan lomba melukis, mendongeng dan lomba baca puisi sedangkan finalnya hari ini (Jum’at_red) sekaligus para siswa kita himbau untuk memakai baju adat untuk memperingati hari Sumpah Pemuda, terangnya.
Dalam kegiatan kali ini, juga digelar pameran karya seni dari kakak kelas 9. Tujuan unjuk karya ini, agar mendapatkan apresiasi dari sesama siswa, tidak hanya pelatihan Literasi, Lomba dan pameran karya seni. Sekolah juga mengadakan bazar yang pesertanya dibagi per kelas, dan makanan yang dijual khusus makanan – makanan tradisonal.
“Dengan menggunakan baju adat daerah, untuk memperingati Sumpah Pemuda. Masing-masing kelas yang mengikuti bazar kita sarankan untuk menjual aneka macam makanan tradisonal yaitu, klepon, tahu goreng, tahu isi, sawut, dan onde-onde. Tujuan bazar makanan tradisional ini, agar anak-anak milenial atau sekarang disebut Gen Z, tetap mengenal makanan tradisional jaman dulu dan tidak hanya mengenal makanan cepat saji saja”, tegasnya.
“Harapan saya sebagai Kelapa Sekolah, agar siswa siswinya tidak meninggalkan adat budaya yang dimiliki bangsa Indonesia, tutupnya. (Bams)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar