Diduga Rombongan Pesilat Dianiaya Hingga Luka luka dan Dilarikan ke Rumah Sakit
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Senin, 14 Apr 2025
- visibility 367
- print Cetak

Foto: Korban Penganiayaan
GRESIK RI –Dugaan penganiayaan terhadap rombongan pesilat terjadi jalan raya desa Bakung Temenggungan di depan SD Muhammadiyah Balongbendo minggu (13/04) pukul 14.00
Diketahui korban bernama Wisnu WM Putra Wardana 19 tahun warga Magersari Mojokerto dan Okta Novitisnawati 19 tahun warga Jetis Mojokerto
Kapolsek Balongbendo AKP Sugeng Sulistyo dalam keterangannya kepada wartawan menjelaskan pada hari Minggu tanggal 13 April 2025 sekitar jam 13.00 WIB, korban berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Grand tahun 1993 warna hitam dari acara halal bihalal di MPP Sidoarjo, dan ketika korban sampai diwilayah Kec. Krian, korban sempat dipepet oleh dua orang yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor (tidak tahu jenis kendaraannya) kemudian korban an. Okta Novi ditarik jaketnya dan sempat juga dipukul menggunakan tangan kosong mengenai punggung korban lalu korban mengamankan diri diwarung.
Setelah dirasa aman korban selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju arah Mojokerto dan ketika sampai didepan SPBU Balongbendo korban an. Okta Novi melihat sudah disanggong kurang lebih 10 kendaraan sepeda motor setelah itu korban diikuti dari belakang.
Ketika dalam perjalanan menuju arah Mojokerto tepatnya di depan Sekolah SD Muhammadiyah Ds. Bakung Temenggungan Kec. Balongbendo, lalu korban dipepet oleh 3 orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor Honda PCX warna hitam yang saat ini belum diketahui Nopolnya, dan kemudian terduga pelaku yang paling belakang (memakai kaos oblong warna krem) membawa pipa besi, kemudian salah satu pelaku menendang postep belakang sisi kanan sepeda motor korban sehingga korban atas nama Wisnu yang membonceng tidak bisa mengendalikan sepeda motornya lalu terjatuh ke aspal dan korban Okta Novi terpental jatuh ke got, akibat jatuh tersebut korban an. Wisnu mengalami luka sobek dikepala sebelah kanan dan dijahit empat jahitan, luka lecet di dahi, hidung, bibir, pinggang depan sebelah kanan, lutut kanan dan kiri, punggung jari kanan dan kiri, dan ibu jari kaki kanan, sedangkan korban an. Okta Novi mengalami luka lecet di betis kanan dan kiri serta mengalami patah tulang bahu kiri.
Sementara itu, Kapolsek Balongbendo, AKP Sugeng Sulistiyono membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Kejadian itu dilaporkan korban pada Minggu (13/04) sekira pukul 15.30
“Kami sudah ke TKP, membawa korban ke RS Citra Medika untuk visum serta memeriksa sejumlah saksi,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut dilaporkan kepolsek Balongbendo guna penyelidikan lebih lanjut.(RDWN)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar