657 Siswa SD Unjuk Gigi di FTBI 2026, Siap Rebut Juara di Tingkat Jawa Barat
- account_circle Pom py
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

657 Siswa SD Unjuk Gigi di FTBI 2026, Siap Rebut Juara di Tingkat Jawa Barat
CIMAHI, RI.– Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi resmi menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kota Cimahi tahun 2026. Ajang bergengsi yang melombakan kreativitas berbahasa dan bersastra Sunda ini berpusat di empat sekolah, yakni SD Leuwigajah 5, SD Leuwigajah 3, SD Kihapit, dan SD Linggabudi pada Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tahunan ini diikuti oleh 657 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 SD se-Kota Cimahi. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, S.STP., M.Si., Kabid SD Disdik Kota Cimahi, Dra. Ana Julia, M.M., jajaran pengawas, pengurus K3S, serta para kepala sekolah Se-kota Cimahi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perlombaan, melainkan komitmen besar pemerintah daerah untuk menjaga eksistensi bahasa Sunda agar tidak punah ditelan zaman.
“Kegiatan FTBI 2026 ini adalah bagian dari upaya kita melestarikan bahasa Sunda di kalangan anak-anak sekolah dasar. Bahasa dan budaya Sunda adalah warisan leluhur yang wajib kita jaga. Oleh karena itu, Disdik terus mendorong para kepala sekolah agar muatan lokal bahasa Sunda dilaksanakan dengan sebaik-baiknya di setiap satuan pendidikan,” ujar Nana saat diwawancarai di sela-sela acara.
Nana juga mengimbau para siswa untuk menanamkan rasa bangga terhadap identitas daerah mereka. “Kami meminta anak-anak tidak hanya menggunakan bahasa Sunda di sekolah, tetapi juga di rumah dan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Saat ini, Pemkot Cimahi sendiri telah menerapkan kurikulum muatan lokal bahasa Sunda mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kabid SD Kota Cimahi, Dra. Ana Julia, M.M., FTBI tahun ini menjadi ruang evaluasi dari program revitalisasi bahasa daerah yang telah dicanangkan sejak Mei lalu. Sebanyak 7 cabang lomba kategori putra dan putri diselenggarakan dengan rincian peserta sebagai berikut:
• Ngadongeng (Mendongeng): 104 peserta
• Biantara (Pidato): 98 peserta
• Maca Sajak (Membaca Puisi): 141 peserta
• Baca Tulis Aksara Sunda: 89 peserta
• Ngarang Carpon (Menulis Carita Pondok): 45 peserta
• Nembang Pupuh (Menyanyi Tembang Tradisional): 112 peserta
• Ngabodor Sorangan / Borangan (Komedi Tunggal): 68 peserta
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, panitia menghadirkan dewan juri berkompeten dari dalam dan luar kota.
Tim penilai melibatkan praktisi seni, perwakilan ISBI Bandung, serta guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Sunda dan Seni Budaya dari Kota Cimahi, Kota Bandung, hingga Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Panitia FTBI yang juga menjabat sebagai Ketua K3S Kota Cimahi, Deni Budiman, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini, baik secara moril maupun materiil.
“Alhamdulillah, berkat sinergi yang kuat dengan Dinas Pendidikan dan partisipasi luar biasa dari seluruh kepala sekolah, event FTBI 2026 ini bisa terlaksana dengan megah. Kami memohon doa dari seluruh stakeholder pendidikan agar acara berjalan lancar dan anak-anak bisa berlomba dengan nyaman,” ungkap Deni.
Deni optimis, seleksi ketat ini akan melahirkan talenta terbaik yang siap mengharumkan nama kota di tingkat yang lebih tinggi. Nantinya, 14 siswa juara pertama dari masing-masing mata lomba akan langsung menjadi perwakilan kafilah Kota Cimahi untuk bertanding di FTBI Tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan digelar di Kota Bogor pada 25–27 November 2026 mendatang. Pungkasnya. (R. Harry KP.)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar