Pemkot Cimahi Siapkan Warga Jadi “Garda Terdepan” Lewat Mitigasi dan Brankas Digital
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- visibility 22
- print Cetak

CIMAHI, RI– Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tancap gas memperkuat benteng pertahanan masyarakat terhadap ancaman bencana. Dalam sosialisasi yang digelar di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi Senin (30/03), ditekankan bahwa kesiapsiagaan warga adalah kunci utama menghadapi risiko hidrometeorologi hingga ancaman Sesar Lembang.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengungkapkan fakta menarik mengenai efisiensi anggaran dalam penanganan bencana. Menurutnya, investasi pada pencegahan jauh lebih menguntungkan daripada sekadar reaktif saat musibah terjadi.
“Setiap satu rupiah yang kita investasikan untuk mitigasi, sebenarnya menghemat empat hingga tujuh kali lipat biaya yang harus ditanggung saat bencana terjadi,” tegas Adhitia.
Ia memastikan bahwa aspek kebencanaan kini menjadi variabel wajib dalam setiap kebijakan pembangunan, mulai dari tata ruang hingga perizinan bangunan di Cimahi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menyebut bahwa kerugian jiwa dan materiil selama ini sering kali dipicu oleh rendahnya kesiapsiagaan di level komunitas. Oleh karena itu, edukasi kepada pengurus RT hingga Karang Taruna kini difokuskan pada simulasi evakuasi dan pembentukan sistem peringatan dini mandiri.
Inovasi KANDAGA: “Brankas Digital” untuk Dokumen Berharga
Ada yang berbeda dalam sosialisasi kali ini. Tak hanya soal fisik, Pemkot Cimahi melalui Diskominfo juga memperkenalkan aplikasi KANDAGA (Kanal Dokumen Administrasi Terintegrasi) sebagai bagian dari mitigasi non-fisik.
KANDAGA berfungsi sebagai “Brankas Digital” gratis bagi warga Cimahi. Inovasi ini memungkinkan masyarakat menyimpan salinan resmi dokumen kependudukan dan pendidikan secara aman di dunia maya.
“Dokumen fisik mungkin bisa rusak atau hilang saat bencana, tapi dengan KANDAGA, cadangannya tetap bisa diakses dengan aman untuk pengurusan administrasi baru,” jelas pihak penyelenggara.
Melalui sinergi antara kesiapan warga di lapangan dan perlindungan data secara digital, Pemkot Cimahi optimistis dapat menekan dampak psikologis dan administratif yang biasanya melanda penyintas pasca-bencana. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar