Melalui Dispendikbud, Pemkot Gelar Gerakan Sinergi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak sekolah Tahun 2026
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 10
- print Cetak

PROBOLINGGO , RI – Upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam memperhatikan unsur pendidikan terus digaungkan. Hal ini seperti yang terpantau saat Pemkot secara bertahap melakukan sosialisasi gerakan Sahabat Anak Tidak Sekolah (ATS) bertajuk Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu untuk Anak Tidak Sekolah di 5 kecamatan diwilayah kota Probolinggo sebagai pilot project dari program ini.
Kali ini kegiatan Gerakan Sinergi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak sekolah (Sahabat ATS) kota Probolinggo tahun 2026 yang diadakan di Kelurahan Wiroborang Kecamatan Mayangan, Selasa (21/4/2026) pagi.
Hadir dalam momen tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Probolinggo, Budiono Wirawan S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan DR. Siti Romlah S.SI, M.Pd. yang diwakili Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Rina Chidayatiningsih S.Pd, M.Pd., Lurah dari Kecamatan Mayangan dan Kecamatan Kedopok, Ketua RW/RT, sejumlah 42 anak tidak sekolah beserta orang tuanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Probolinggo Siti Romlah dalam sambutan yang dibacakan oleh Kabid Pembinaan Paud dan PNF, Rina Chidayatiningsih mengatakan maksud dan tujuan dari kegiatan ini yaitu Menjalankan amant Undang undang mengenai implementasi wajib belajar 13 tahun. Kemudian Mengembalikan anak tidak sekolah kembali mendapatkan layanan pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal, Meningkatkan angka partisipasi sekolah (APS) dan Meningkatkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) untuk menunjang peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) kota Probolinggo.
“Salah satu dasar adanya kegiatan ini yaitu mengacu Surat Edaran Mendikbudristek nomor 0553 tahun 2024 tentang Penanganan Anak Putus Sekolah dan menindaklanjuti Nota Dinas Nomor 400.3.2/476/2026 Perihal Permohonan Ijin Pelaksanaan Kegiatan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area terpadu untuk Anak Tidak Sekolah (Sahabat ATS) kota Probolinggo.Ujarnya.
Lebih jauh, Rina menambahkan bahwa Kegiatan ini merupakan gerakan kolaboratif Pemerintah kota Probolinggo yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya sistematis, terintegrasi dan berkelanjutan untuk menjamin pemenuhan hak pendidikan bagi setiap anak. Sedangkan anggaran dalam kegiatan ini bersumber dari APBD kota Probolinggo tahun 2026 pos Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.tambahnya.
Sementara Pejabat Sekda kota Probolinggo, Rey Suwigtyo dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Budiono Wirawan menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut Pengembalian anak tidak sekolah (ATS) adalah tugas lintas sektor, bukan hanya tugas Dinas Pendidikan. Disinilah peran dan kontribusi kita semua. Peran Bapak ibu Camat, Lurah, Ketua RT dan Ketua RW merupakan garda terdepan dalam penemuan, pendataan, identifikasi dan verifikasi langsung dilapangan.
Ujarnya.
Seperti diketahui, anak tidak sekolah (ATS) meliputi kategori putus sekolah (Drop out/DO), Lulus tidak melanjutkan (LTM) dan belum pernah bersekolah (BPB) untuk kelurahan Wiroborang sendiri berjumlah 42 orang terklasifikasi ke dalam, Drop Out : 12 orang, Lulus tidak melanjutkan : 8 orang dan Belum pernah bersekolah : 22 orang.
Diharapkan dengan adanya program ini, Pemkot melalui Dispendikbud akan mampu menuntaskan persoalan anak putus sekolah hingga mencapai zero ATS pada akhir tahun 2026. (Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar