PUPRPKP Kota Probolinggo Matangkan Penataan Jalan Cokroaminoto, Drainase dan Pedestrian Jadi Prioritas
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- print Cetak

KOTA PROBOLINGGO,RI-Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kota Probolinggo terus mematangkan rencana penataan koridor Jalan Cokroaminoto melalui forum koordinasi yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog untuk menyamakan persepsi sekaligus menyerap aspirasi terkait pembangunan drainase, pedestrian, dan penataan kawasan perkotaan.
Pertemuan itu dihadiri perwakilan Dinas PUPRPKP, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (DKUP), Camat Kanigaran, Lurah Kebonsari Kulon, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, warga yang bermukim di sepanjang Jalan Cokroaminoto sisi barat bagian utara, serta para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.
Kepala Dinas PUPRPKP menegaskan bahwa penataan kawasan tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat sistem drainase guna mengurangi potensi genangan dan banjir di masa mendatang. Karena itu, seluruh aspek teknis menjadi perhatian utama sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Dalam pemaparannya, PUPRPKP menjelaskan bahwa kapasitas saluran air akan diperbesar dari rencana awal untuk meningkatkan daya tampung air. Langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar dan masukan dari warga yang selama ini menghadapi persoalan genangan saat curah hujan tinggi.
Selain drainase, pemerintah juga menyiapkan konsep pedestrian yang lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki. Koridor jalan akan dilengkapi penerangan yang memadai, bangku pedestrian, fasilitas kebersihan, serta pembatas untuk menjaga fungsi trotoar tetap optimal.
Meski demikian, perhatian terbesar dalam forum tersebut tertuju pada dampak sosial yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung. Warga dan tokoh masyarakat berharap penataan kawasan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar, khususnya terkait potensi banjir dan keberlangsungan usaha para PKL.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPRPKP memastikan bahwa kepentingan warga lokal menjadi prioritas dalam setiap tahapan penataan. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin pembangunan ini memberikan manfaat bagi semua pihak. Drainase harus lebih baik, kawasan menjadi lebih tertata, tetapi warga dan pedagang juga harus tetap mendapatkan ruang untuk menjalankan aktivitasnya,” ujarnya.
Sementara itu, pihak DKUP menyampaikan bahwa penataan PKL akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan data terbaru pedagang yang beraktivitas di kawasan Jalan Cokroaminoto. Koordinasi lintas perangkat daerah akan terus dilakukan agar proses relokasi sementara dapat berjalan lancar tanpa mengganggu mata pencaharian para pedagang.
Perwakilan warga RW 11 Kebonsari Kulon juga menyampaikan dukungan terhadap rencana penataan kawasan selama pembangunan drainase menjadi prioritas utama. Mereka berharap kapasitas saluran air yang lebih besar mampu mengantisipasi potensi genangan yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat.
Melalui forum yang melibatkan pemerintah, tokoh masyarakat, LPM, warga, dan PKL tersebut, PUPRPKP Kota Probolinggo berharap proses penataan kawasan Jalan Cokroaminoto dapat berjalan secara partisipatif. Dengan kolaborasi yang kuat, pembangunan tidak hanya menghadirkan wajah kota yang lebih modern, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar