Cahaya Santri dari Jeruk Porot: Haflah Akhiru Sanah Yayasan Nur Misbahul Ulum Penuh Haru
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

SAMPANG,RI- Sabtu, 20 Juni 2026, halaman Yayasan Nur Misbahul Ulum di Desa Jeruk Porot berubah menjadi panggung syukur. Ratusan santri TPQ, MDT, RA, MI, dan MTs resmi diwisuda dalam rangkaian _Haflah Akhiru Sanah_ yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Satu per satu santri melangkah ke panggung menerima syahadah, diiringi lantunan instrumen sholawat dan tatapan bangga wali santri. Ada yang matanya berkaca-kaca, ada yang tersenyum dan wisuda ini menjadi penanda lunasnya amanah mendidik selama setahun penuh dan keberlanjutannnya.
Acara semakin hidup dengan beragam kreasi santri. Alunan musik spiritual modern menggema dan penampilan paduan suara islami dari santri menambah semarak suasana. Dari pelosok Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, tampak jelas tunas-tunas Qur’ani sedang tumbuh.
*Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Kyai Rohmatullah*. Beliau mengawali dengan tiga bekal utama santri yang disebut *RSD: Rohmat, Seppora atau pengampunan, dan Doa*. “Rohmat agar hati lembut, seppora agar tetap sabar atas segala ikhtiarnya, dan doa agar tidak sombong,” dawuh beliau.
Kyai Rohmat juga mengingatkan kembali pentingnya *Rukun Islam* sebagai pondasi. “Jangan sampai pandai bicara di mimbar tapi lalai menegakkan sholat. Ilmu tanpa amal tidak akan menjadi cahaya,” pesannya disambut anggukan jamaah tanda sepakat.
Dalam kesempatan itu, beliau turut meluruskan adab bermasyarakat terkait peran kyai. *“Kyai itu tempat bertanya soal agama dan akhlak. Jangan semua urusan duniawi dibawa ke kyai. Kyai bukan tempat meminta kekayaan instan. Mari letakkan sesuatu pada tempatnya,”* tegas beliau dengan bijak dan penuh santai sedikit gurau tapi pasti.
Kyai Rohmat juga menyampaikan permohonan kepada seluruh warga Jeruk Porot Kodak blok barat dan sekitarnya,“Kami mohon dukungan untuk Yayasan Nur Misbahul Ulum. Jika belum bisa membantu dana, cukup bantu dengan menghadirkan putra-putri panjenengan untuk belajar di sini sebagai sedekah jariyah yang pasti bermanfaat untuk yayasan dan orang tuanya. Kehadiran mereka adalah bantuan paling berarti bagi kami.”
Kabar gembira turut beliau sampaikan: *ke depan Yayasan Nur Misbahul Ulum merencanakan pendirian Madrasah Aliyah*. Harapannya, anak-anak Jeruk Porot dapat menuntaskan pendidikan dari TPQ hingga MA tanpa harus jauh dari kampung halaman jika perlu.
Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Zainal Abidin. Doa dipanjatkan dengan khusyuk, mengamini harapan agar seluruh santri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.
Ketua Yayasan menutup dengan rasa syukur, “Alhamdulillah, lelah satu tahun terbayar hari ini. Semoga langkah kecil dari Jeruk Porot ini menjadi jalan barokah untuk kita semua.”
(Ns/red)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar