Transformasi Desa Kepuhanyar: Keberhasilan DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Wujudkan Kawasan Permukiman Terpadu dan Layak Huni
- account_circle Pom py
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

Transformasi Desa Kepuhanyar: Keberhasilan DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Wujudkan Kawasan Permukiman Terpadu dan Layak Huni
MOJOKERTO, RI – Penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Mojokerto kini mencatatkan babak baru. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi melalui **Program Permata Jatim** di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Senin (23/2) malam.
Peresmian ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan dan komitmen kuat **Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto** dalam mengawal, merencanakan, serta mengeksekusi program penataan kawasan permukiman yang bersih, berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kabupaten Mojokerto terpilih sebagai salah satu *Pilot Project* utama penanganan kawasan kumuh di Jawa Timur. Keberhasilan penataan kawasan seluas 10,07 hektar dengan total alokasi anggaran mencapai Rp14,354 miliar ini tak lepas dari peran proaktif DPRKP2 Kabupaten Mojokerto dalam memetakan data lapangan secara presisi, menyusun konsep perencanaan kawasan, hingga memfasilitasi koordinasi lintas sektoral antara Pemprov Jatim dan kementerian terkait.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terpadu berbasis kawasan.
“Hari ini kita menyaksikan hasil nyata pelaksanaan Program Permata Jatim di Desa Kepuhanyar. Ini wujud komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, dan produktif bagi masyarakat,” ujar Khofifah.
Gubernur mengimbau warga untuk merawat fasilitas yang telah dibangun serta menerapkan prinsip pengelolaan sampah 3R (*Reduce, Reuse, Recycle*). Dengan lingkungan yang bersih dan infrastruktur yang representatif, kawasan ini diharapkan mampu menggerakkan potensi ekonomi lokal, khususnya bagi Desa Kepuhanyar yang dikenal sebagai Kampung Jamu.
Bupati Mojokerto, M. Al Barra, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto dan Pemprov Jatim yang telah bekerja keras merealisasikan penataan kawasan ini. Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan lingkungan, drainase, dan sanitasi sehat harus berjalan seiring dengan perubahan budaya hidup bersih masyarakat.
“Pembangunan ini tidak hanya mempercantik visual dan memperbaiki fungsi lingkungan, tetapi juga menciptakan kawasan yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas sosial-ekonomi warga,” ungkap Al Barra.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Mojokerto melalui DPRKP2 untuk terus mengawal penyelesaian Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih ada di wilayah Mojokerto melalui integrasi berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBN, APBD, hingga CSR sektor swasta.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov. Jatim, I Nyoman Gunadi, melaporkan bahwa anggaran sebesar Rp14,354 miliar dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
Melalui sentuhan perencanaan yang tepat sasaran dari DPRKP2 Kabupaten Mojokerto bersama Pemprov Jatim, Desa Kepuhanyar kini bertransformasi secara total dari kawasan dengan berbagai keterbatasan menjadi permukiman modern yang tertata rapi, sehat, dan memiliki daya saing tinggi.
“Penanganan terpadu ini terbukti mempercepat pengurangan luasan kawasan kumuh sekaligus memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan dan optimisme warga,” pungkas Nyoman. (Lutfi)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar