Dari Sampah Menjadi Berkah: Dosen STIE Pemuda Wujudkan Pesantren Hijau melalui Program Circular Economy
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Dokumentasi serah terima alat bersama pengasuh dan santri.
Surabaya, RI – Kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi semangat Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pemuda melalui program “Implementasi Circular Economy di Pesantren Anak Yatim Albisri melalui Program Zero Waste dan Kewirausahaan Hijau.”
Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 ini mengusung inovasi teknologi tepat guna sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Ketua Tim Pengabdian, Komarun Zaman, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh kondisi pengelolaan sampah di Pesantren Anak Yatim Albisri yang masih dilakukan secara konvensional.
Sampah organik dan anorganik belum dipilah secara optimal sehingga belum mampu memberikan nilai tambah bagi lingkungan maupun ekonomi pesantren.
Melalui program ini, tim mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis Circular Economy yang mengintegrasikan teknologi, edukasi, dan kewirausahaan hijau.
Inovasi utama program ini adalah penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah yang dirancang menjadi satu alur proses terpadu, mulai dari pemilahan sampah, pencacahan limbah organik, proses pengomposan, hingga pengemasan produk hasil olahan.

Dokumentasi bersama santri pesantren anak yatim albisri dan Penjelasan Tentang mengelola sampah secara benar dan menjelaskan kewirausahaan hijau
Teknologi tersebut didukung dengan penggunaan mesin pencacah sampah organik, komposter, mesin sealer, serta tempat sampah terpilah sehingga proses pengolahan menjadi lebih cepat, efisien, higienis, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
Tidak hanya menyediakan teknologi, program ini juga menitikberatkan pada transfer inovasi kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan.
Para santri memperoleh pengetahuan mengenai konsep Circular Economy, praktik pengolahan sampah organik dan anorganik, teknik produksi kompos, pengemasan produk, hingga strategi kewirausahaan hijau.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sehingga teknologi yang diterapkan dapat dioperasikan secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui inovasi teknologi tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih bersih, sehat, dan produktif sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren melalui penerapan prinsip Zero Waste dan Circular Economy.
Selain memberikan manfaat ekonomi, inovasi ini juga diharapkan menjadi model penerapan teknologi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi oleh pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIE Pemuda menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan yang diberikan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026.
Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi perguruan tinggi untuk terus menghasilkan inovasi teknologi, mengimplementasikan hasil riset, serta memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat.
Tim juga menyampaikan terima kasih kepada Pesantren Anak Yatim Albisri beserta seluruh mitra yang telah berpartisipasi aktif sehingga program dapat berjalan dengan baik. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas. (Bgs)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar