Keracunan Massal Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Jumlah Korban Melonjak & Menu MBG Terungkap
- account_circle Pom py
- calendar_month 4 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Keracunan Massal Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Jumlah Korban Melonjak & Menu MBG Terungkap
SIDOARJO, RI – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus berkembang. Jumlah korban yang semula dilaporkan 120 orang, kini tercatat tembus ratusan orang setelah pendataan menyeluruh dilakukan pada Selasa (1/9/2026) malam.
Data Terbaru Jumlah Korban
Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo per Selasa malam, total 293 santri menjalani perawatan di delapan rumah sakit wilayah Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 8 santri mengalami gejala berat dan masih dalam pemantauan intensif . Sementara data dari pemerintah kecamatan menyebutkan jumlah korban yang mendapat penanganan medis mencapai 367 orang.
Rincian penyebaran pasien di rumah sakit:
– RSUD RT Notopuro Sidoarjo: ±250–300 santri (terbanyak)
– RS Islam Siti Hajar: 58–71 santri
– RS Delta Surya: 14–16 santri
– RS Pusura: 13 santri
– RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan: 23 santri
– RS Pusdik Bhayangkara: 8 santri
– RS Fatimah / RS Arifah Anwar Medika: 1 santri
Menu MBG yang Diduga Menjadi Penyebab
Pendamping SPPG Kalitengah, Serka Andik, mengonfirmasi menu yang dikirim ke ponpes sebanyak 440 ompreng pada pukul 10.00 WIB dan dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB :
– Nasi putih
– Telur orak-arik
– Tumis buncis baby corn / kacang panjang
– Tempe bumbu Bali
– Buah apel
Seorang santri bernama Riski mengaku sayur yang dikonsumsi berasa kecut sebelum timbul gejala mual dan pusing . Pihak ponpes menegaskan: “Ini murni dari kesalahan penyedia MBG (SPPG) Tanggulangin, bukan makanan dari internal pesantren”.
Kronologi Lengkap
– ±13.00 WIB: Santri menyantap menu MBG
– ±16.00 WIB (Usai Salat Asar): Mulai muncul keluhan mual, muntah, sakit perut, dan pusing secara massal
– ±16.20 WIB: Banyak santri melapor ke UKS
– Usai Maghrib: Santri dilarikan secara bertahap ke berbagai rumah sakit
Keterangan Pihak Berwenang
– Bupati Sidoarjo Subandi: Memastikan tidak ada korban jiwa. Kabar adanya santri yang meninggal dipastikan HOAKS. Kondisi pasien terus membaik dan sebagian sudah diperbolehkan pulang .
– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo: Akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Kalitengah untuk mengetahui penyebab pasti keracunan .
– Pihak Ponpes: Menegaskan makanan berasal dari SPPG Kalitengah, bukan dari dapur pesantren.
Langkah Selanjutnya
Sampel makanan dan sampel medis sedang dalam proses pemeriksaan laboratorium. Pihak berwenang terus melakukan pendataan menyeluruh. Orang tua dan wali santri diminta tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi . (Rdwn)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar