Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPRD Sumenep Didesak Turun Tangan, 190 Sekolah Belum Punya Kepala Definitif

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • print Cetak

SUMENEP –RI, Persoalan belum terisinya ratusan jabatan kepala sekolah definitif di Kabupaten Sumenep perlu mendapat perhatian serius DPRD setempat. Di tengah kebutuhan kepemimpinan di satuan pendidikan, proses pengangkatan kepala sekolah justru dihadapkan pada berbagai kendala administratif dan mekanisme teknis yang berujung pada belum terakomodasinya sejumlah calon kepala sekolah.

Berdasarkan informasi yang berkembang, sekitar 190 lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep masih belum memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan tata kelola pendidikan, terutama apabila kekosongan jabatan tersebut berlangsung berkepanjangan. Karena itu, DPRD Sumenep, khususnya komisi yang membidangi pendidikan, dinilai perlu turun tangan untuk meminta penjelasan sekaligus mendorong penyelesaian konkret dari pemerintah daerah.

Sorotan semakin menguat setelah pelantikan kepala sekolah pada 11 Oktober 2026. Dalam kelompok calon yang menjadi perhatian, sebanyak 67 orang disebut telah dilantik, sementara 128 guru yang sebelumnya masuk dalam draf promosi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) belum terakomodasi. Mereka kini mendapat informasi bahwa rekrutmen BCKS akan kembali dilaksanakan dalam waktu dekat, sehingga harus bersiap mengikuti proses berikutnya.

Persoalan tersebut mencuat dalam kegiatan pengarahan dan pembinaan ASN BCKS se-Kabupaten Sumenep yang diselenggarakan Dinas Pendidikan pada Rabu (14/10/2026). Dalam kegiatan itu, Sekretaris Dinas Pendidikan yang mewakili Kepala Dinas menjelaskan bahwa usulan sebelumnya tidak seluruhnya disetujui oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dinas Pendidikan juga menyampaikan permohonan maaf kepada para guru yang belum terakomodasi.

Bagi para guru, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar. Mereka membutuhkan kejelasan mengenai penyebab usulan sebelumnya tidak disetujui, bagian mana yang harus diperbaiki, serta alasan mereka perlu kembali mengikuti rekrutmen. Jika memang terdapat persyaratan administratif atau teknis yang belum terpenuhi, penjelasan yang transparan diperlukan agar para calon memahami persoalan secara utuh, bukan sekadar menerima informasi bahwa proses harus diulang.

Perjuangan para guru dari wilayah kepulauan turut menggambarkan besarnya harapan mereka. Sekitar 30 persen peserta pengarahan disebut berasal dari wilayah kepulauan, termasuk Kecamatan Sapeken, Arjasa, dan Kangayan. Sebagian bahkan harus menyewa perahu demi mengejar kapal Ekspres Bahari agar dapat menghadiri kegiatan tersebut. Mereka datang dengan membawa harapan akan memperoleh kepastian, tetapi justru dihadapkan pada kenyataan bahwa rekrutmen kemungkinan harus dimulai kembali.

Di tengah situasi tersebut, kepentingan siswa tidak boleh terabaikan. Kepala sekolah bukan sekadar jabatan struktural, melainkan unsur penting dalam pengambilan keputusan, pengelolaan tenaga pendidik, pengawasan program sekolah, serta peningkatan mutu pembelajaran. Meskipun sekolah yang dipimpin pelaksana tugas tetap dapat menjalankan kegiatan pendidikan, kekosongan jabatan definitif dalam jumlah besar dan waktu yang panjang patut dievaluasi agar tidak menghambat efektivitas tata kelola sekolah.

Karena itu, DPRD Sumenep perlu menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta Dinas Pendidikan dan instansi kepegawaian terkait memaparkan data kekosongan jabatan, kendala pengusulan, serta tahapan penyelesaiannya. DPRD juga dapat mendorong forum koordinasi bersama pihak terkait untuk memastikan mekanisme rekrutmen berikutnya memiliki jadwal yang jelas, persyaratan yang transparan, dan informasi yang dapat diakses secara setara oleh seluruh calon. Langkah ini penting agar persoalan tidak terus berputar pada prosedur tanpa menghasilkan penyelesaian yang nyata.

Penyelesaian persoalan kepala sekolah definitif seharusnya tidak berhenti pada penjelasan mengenai sistem, administrasi, dan mekanisme teknis. Pemerintah Kabupaten Sumenep perlu memastikan setiap kendala ditindaklanjuti dengan langkah yang terukur, sementara para guru memperoleh kepastian tentang proses yang harus mereka jalani. Pada saat yang sama, DPRD perlu memastikan kepentingan siswa dan mutu pendidikan menjadi pertimbangan utama. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib 128 BCKS, melainkan juga efektivitas pengelolaan ratusan lembaga pendidikan yang membutuhkan kepemimpinan definitif.
(Red)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Ada Papan Proyek dan Gambar Kerja, Diduga Pengerjaan DAK 2022 Di SDN Reban Mlenceng dari Juknis

    Tidak Ada Papan Proyek dan Gambar Kerja, Diduga Pengerjaan DAK 2022 Di SDN Reban Mlenceng dari Juknis

    • calendar_month Senin, 14 Nov 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 385
    • 0Komentar

    BATANG – RI, Pemerintah Pusat menggelontorkan dana miliaran rupiah ke Kabupaten Batang pada satuan kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah, melalui program Bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2022 guna melengkapi sarana prasarana meningkatkan mutu pendidikan di setiap daerah hingga kegiatan belajar mengajar bisa lebih efektif khususnya di Sekolah Dasar. Namun hal […]

  • Warga Desa Rantau Jering Kecamatan Lembah Masurai Memohon Perbaikan Jalan

    Warga Desa Rantau Jering Kecamatan Lembah Masurai Memohon Perbaikan Jalan

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 470
    • 0Komentar

    JAMBI – RI, Warga Desa Rantau Jering, Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin kembali memohon perbaikan Jalan yang sudah lama mengalami kerusakan parah kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. “Melalui Media Radar Indonesia kami meminta Kepada Bupati Merangin untuk memperbaiki jalan ke Desa Rantau Jering yang sudah lama rusak berat,” ujar Samsi Tokoh Masyarakat Desa […]

  • Harun ST Nahkoda Baru DPP PWOIN Wonge Pusat

    Harun ST Nahkoda Baru DPP PWOIN Wonge Pusat

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Jakarta,radarindonesiaonline.com – Berjalan selama ini Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWO-IN) di jabat Plt, Ketua Umum, Haris Kuncoro. Plt Sekjen di jabat Harun ST. Saat ini DPP ada kekosongan Ketum, dikarenakan Plt, Ketum Haris Kuncoro telah meninggal dunia sehingga perlu adanya pengisian kembali jabatan ketua umum (ketum) Untuk itu Dewan […]

  • Kecamatan Arjasa Melaksanakan Deklarasi Kampung Tangguh Anti Narkoba Dan Rapat Kordinasi Terkait Penertiban Pasar Arjasa

    Kecamatan Arjasa Melaksanakan Deklarasi Kampung Tangguh Anti Narkoba Dan Rapat Kordinasi Terkait Penertiban Pasar Arjasa

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 305
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Kecamatan Arjasa melaksanakan Deklarasi Kampung Tangguh Anti Narkoba yang dimulai pukul 10.15 WIB yang dihadiri langsung Kapolsek Camat, Danramil dan semua Kepala Desa se-Kecamatan Arjasa ditambah para Relawan Anti Narkoba dan pihak Perhutani, pihak Perbungan yang bertempat di Pendopo Kecamatan Arjasa Kangean Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Kamis (04/02/2021). Dalam sanbutanya Kapolsek […]

  • Respon Cepat Aduan Masyarakat, Patroli Enggang Polresta Pontianak Amankan Pria Bersenjata Tajam

    Respon Cepat Aduan Masyarakat, Patroli Enggang Polresta Pontianak Amankan Pria Bersenjata Tajam

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PONTIANAK,RI– Tim Patroli Enggang Polresta Pontianak kembali menunjukkan respons cepat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Sabtu (tanggal kejadian), tim berhasil mengamankan seorang pria yang membawa senjata tajam yang membuat keributan di sebuah rumah kos Aqueen, Jalan HRA. Rahman, Gang Gunung Palong, Kecamatan Pontianak Kota pada Jum’at(21/02/2025) malam Kejadian bermula saat Polresta Pontianak menerima […]

  • Main Judi Saat Ramadhan, Tiga Warga Kajen Ditangkap Polisi

    Main Judi Saat Ramadhan, Tiga Warga Kajen Ditangkap Polisi

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Kab. Pekalongan,radarindonesiaonline.com – Sedikitnya tiga warga Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan diamankan Satreskrim Polres Pekalongan lantaran mereka kedapatan bermain judi jenis kartu remi, Rabu (20/3/24). Penangkapan ini berkat adanya laporan dari warga yang merasa resah saat bulan Ramadhan justru ada sebuah rumah di Dukuh Gutoko Desa Kebonagung yang kerap digunakan untuk bermain judi. Kapolres Pekalongan AKBP […]

expand_less