Bupati Blitar Menerima Kunjungan Kerja Mentan Andi Amran Sulaiman, Ke Peternak Gelontor Jagung SPHP Meminimalisir Biaya Pakan
- account_circle Kamto
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

Foto Bupati dan Wakli Bupati Blitar, Ketua DPRD, Saat Menerima Kunjungan Mentan Andi Arman Sulaiman Di Desa Slemanan Kecamatan Udanawu
BLITAR, RI – Kunjungan kerja Mentan Andi Amran Sulaiman bersama rombongan diterima oleh Bupati Blitar, Rijanto dan Wakil Bupati Becky Ardiansyah Dan seluruh Forpimda Kabupaten Blitar Kamis (05/11/2026) di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian, Badan Pertimbangan Presiden, Dirjen bersama jajarannya merupakan suatu kehormatan serta kabar baik bagi peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar.
Mentan Amran menyampaikan bahwasannya menerapkan program baru dalam menyetabilkan jagung dan Ketahanan Pangan Nasional Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan Perum BULOG memperkuat langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat.
“Tidak hanya menyerap hasil produksi telur secara langsung, pemerintah juga menyalurkan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna membantu menekan biaya produksi, ” terang Mentan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk ” Sinergi BULOG Bersama Peternak Ayam Petelur Melalui Pembelian Telur Ayam dan Penyaluran Jagung SPHP ” yang digelar di Kabupaten Blitar.
Sementara, Drs. H. Rijanto, M.M, menyampaikan ucapan selamat dan hormat terhadap Mentan , dan seluruh tamu baik dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemprov Jatim, seluruh Forpimda Kabupaten Blitar, Forpimcan dan seluruh para peternak dan petani yang hadir dari berbagai daerah yang ada si Indonesia.
Kata Rijanto, melalui program sinergitas ini menjawab dua permasalahan sekaligus .Perum BULOG mengambil peran dalam menyerap telur langsung dari peternak lokal. Sementara itu, penyaluran jagung SPHP diharapkan dapat memberikan akses bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau.
‘Langkah ini diharapkan mampu memangkas mata rantai distribusi yang tidak efisien, memperkuat posisi tawar peternak, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat,” jelas Bupati.
Dalam pertemuan sangat familier sehingga para peternak bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Bapanas dan Dirut BULOG
Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini juga diisi dialog interaktif antara Kepala Bapanas RI, Direktur Utama Perum BULOG, dan perwakilan peternak penerima program Jagung SPHP.
Dalam forum tersebut, para peternak mendapatkan kesempatan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari tingginya biaya pakan, fluktuasi harga telur, hingga kebutuhan kepastian pasar bagi hasil produksi mereka.
Dialog ini menjadi bagian penting dalam membangun kebijakan pangan yang lebih responsif terhadap kondisi riil peternak rakyat.
Pemerintah berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program stabilisasi pangan, khususnya pada sektor perunggasan.
10 Peternak Terima Penyerahan Simbolis, Truk Jagung SPHP Diberangkatkan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan mock-up bantuan secara simbolis oleh Kepala Bapanas RI kepada 10 perwakilan peternak ayam petelur.
Sebagai simbol kemitraan dan sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha peternakan, para peternak juga menyerahkan tray berisi telur pilihan kepada Direktur Utama Perum BULOG.
Momentum berikutnya berlangsung di area pemberangkatan armada. Kepala Bapanas RI bersama Dirut BULOG dan Bupati Blitar secara simbolis menyerahkan bantuan jagung SPHP kepada para ketua koperasi peternak Blitar sekaligus melepas armada distribusi jagung.
Penyaluran melalui koperasi diharapkan dapat memperkuat akses peternak terhadap bahan baku pakan serta memastikan distribusi program lebih terorganisasi dan tepat sasaran.
Sinergi antara Bapanas RI, Perum BULOG, dan Pemerintah Kabupaten Blitar ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.
Di satu sisi, penyerapan telur diharapkan membantu menjaga harga jual dan memberikan kepastian pasar bagi peternak. Di sisi lain, distribusi jagung SPHP diharapkan mampu mengurangi tekanan biaya produksi.
Dampaknya tidak hanya diharapkan dirasakan oleh peternak, tetapi juga masyarakat luas melalui terjaganya ketersediaan dan stabilitas harga telur di pasaran.
Kabupaten Blitar pun diharapkan dapat menjadi salah satu model penguatan kemitraan antara pemerintah, BULOG, koperasi, dan peternak rakyat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Blitar khususnya dan Indonesia pada umumnya.
(*)
- Penulis: Kamto




Saat ini belum ada komentar