Breaking News
light_mode
Trending Tags

Zulmansyah Resmi Nahkodai PWI Pusat

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
  • visibility 308
  • print Cetak

Jakarta, RI – Ketua Umum PWI Pusat H Zulmansyah Sekedang dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat H Sasongko Tedjo, mengumumkan secara resmi struktur baru kepengurusan baru PWI Pusat sisa masa bakti 2023-2028 hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PWI yang digelar di Jakarta, 18 Agustus lalu.

Kepengurusan baru PWI Pusat tersebut berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan lima formatur yang ditetapkan dalam KLB PWI, yakni Zulmansyah Sekedang (Ketum PWI Pusat), Sasongko Tedjo (Ketua DK PWI Pusat), Lutfil Hakim (Ketua PWI Jawa Timur), Kesit B Handoyo (Ketua PWI Jakarta) dan Sarjono (Ketua PWI Sulawesi Tenggara).

“Sementara, terdapat 90 nama yang diamanahkan menjadi pengurus PWI Pusat sisa masa bakti 2023-2028.

90 nama itu ditetapkan oleh lima formatur melalui Surat Keputusan (SK) Nomor: 01/TF-KLB/PWI-P/VIII/2024,” jelas Zulmansyah, Rabu (28/8/2024).

Untuk struktur Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo didampingi Wakil Ketua Herbert Timbo P Siahaan, Sekretaris Nurcholis MA Basyari dengan anggota-anggotanya Banjar Chairuddin, Akhmad Munir, Nasihin Masha, Diapari Sibatangkayu Harahap, Helmi Burman dan Fathurrahman.

Di pengurus harian PWI Pusat, Ketum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang didampingi Sekretaris Jenderal Wina Armada Sukardi dan Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto.

Ada juga nama mantan Sekjen PWI Mirza Zulhadi sebagai Ketua Bidang Organisasi, Ketua PWI Papua Barat Bustam sebagai Ketua Bidang Pembinaan Daerah, Agus Sudibyo sebagai Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan, Ahmed Kurnia Suriawijaya sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Auri Jaya sebagai Ketua Bidang Luar Negeri.

“Sebahagian pengurus lama PWI Pusat 2023-2028 memang dipertahankan.

Beberapa bertukar posisi agar ada penyegaran.

Tapi paling penting, semua pengurus nantinya akan menanda-tangani fakta integritas taat dan patuh dengan PD, PRT, KEJ dan KPW PWI.

Serta bilamana suatu ketika terkena sanksi oleh Dewan Kehormatan, wajib taat dan patuh melaksanakannya,” tegas Zulmansyah.

Untuk struktur Dewan Penasehat PWI Pusat, H Ilham Bintang didaulat sebagai Ketua.

Didampingi mantan Ketum PWI Pusat 2018-2023 H Atal S Depari sebagai Wakil Ketua dan Asro Kamal Rokan sebagai Sekretaris.

Semua anggota dewan penasehat adalah wartawan senior dan praktisi media, diantaranya adalah Tribuana Said, Karni Ilyas, Iman Brotoseno, Budiman Tanuredjo, Iswara Dharmayana, Helena Rea, Retno Pinasti, M Nigara, Mohd Yazid, Pangeran Rusdi Effendi, Immanuel Panggabean, Sutrimo dan Syahdanur.

Sementara di Dewan Pakar PWI Pusat, Dhimam Abror diamanahkan sebagai Ketua, didampingi Prof Rajab Ritonga sebagai Wakil Ketua dan Nurjaman Mochtar sebagai Sekretaris.

Anggotanya ada Prof Bagir Manan, Siswono Yudhohusodo, Gories Mere, M Agung Dharmajaya, Firdaus, Adnan BS, Supirman, Tofan Mahdi dan Muhammad Amru.

SK HCB Tak Berlaku
Pada kesempatan itu, Ketua DK PWI Pusat Sasongko Tedjo kembali menegaskan semua surat-surat keputusan yang ditanda-tangani HCB setelah tanggal 16 Juli 2024 tidak berlaku.

“Berdasarkan SK DK Nomor 50 tanggal 16 Juli, HCB sudah bukan anggota PWI lagi.

Dia sudah terkena pemberhentian penuh.

Itu berarti semua SK yang ditanda-tanganinya tidak berlaku.

Apalagi Keputusan DK PWI itu juga sudah dikuatkan dan dikukuhkan dalam Sidang Pleno Kongres Luar Biasa PWI,” tegas Sasongko.

Karena itu, sejumlah PWI Provinsi yang disebut-sebut sudah dibekukan berdasarkan SK HCB, itu tidak berlaku karena tidak sesuai dan melanggar ketentuan PD dan PRT PWI.

Begitu pun wartawan yang diberikan mandat untuk menjadi carteker di PWI Provinsi, sebaiknya menolak dan tidak perlu mengikutinya.

Sasongko juga mengingatkan potensi pelanggaran PD PRT bagi wartawan di daerah, atau pun yang di pusat, yang bersedia menerima SK Carteker setelah PWI Provinsi dibekukan HCB.

Itu berarti terang-terangan melawan keputusan DK PWI Pusat.

“Akan ada sanksi organisatoris dari DK PWI bagi wartawan yang masih mengikuti SK HCB.

Silahkan pengurus DKP PWI Provinsi memproses dan melaporkannya ke DK PWI Pusat,” tutup Sasongko.

*Juan

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Kecelakaan Masih Tinggi, Kemarin 106 Kejadian, 11 Meninggal Dunia

    Kasus Kecelakaan Masih Tinggi, Kemarin 106 Kejadian, 11 Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 363
    • 0Komentar

    JAKARTA – RI, Polri terus melakukan Operasi Ketupat 2021 selama larangan mudik Lebaran. Sabtu (15/5/2021) kemarin sebanyak 11.230 unit kendaraan diberhentikan. Dari jumlah tersebut 620 ditilang karena tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan dan melanggar rambu lalu lintas. Sementara 10.610 kena teguran. Kasus kecelakaan di hari yang sama juga cukup banyak. Tercatat ada sekitar 106 kejadian. […]

  • Jabat Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran Apkasi 2025 – 2030, Bupati Gresik: Siap Kawal Perlindung an Pekerja Migran

    Jabat Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Migran Apkasi 2025 – 2030, Bupati Gresik: Siap Kawal Perlindung an Pekerja Migran

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Foto Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, terpilih menjadi Ketua Bidang Perlindungan Pekerja Imigran dalam susunan dewan pengurus APKASI Masa Bhakti 2025-2030 (kom) Jakarta, RI – Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) masa bakti 2025–2030 secara resmi dikukuhkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta […]

  • Strategis PDM Kondisi Covid-19, Laksanakan Shalat Idul Adha 1441 H Di Tanah Lapang Sesuai Protokol Kesehatan

    Strategis PDM Kondisi Covid-19, Laksanakan Shalat Idul Adha 1441 H Di Tanah Lapang Sesuai Protokol Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 289
    • 0Komentar

    LAMANDAU – RI, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lamandau melaksanakan Shalat Idul Adha di Lapangan Kartawana Kecamatan Bulik, 10 Dzulhijjah 1441 H/Jum’at, 31 Juli 2020. Kegiatan Shalat Idul Adha 1441 H dihadiri sekitar 80% Pengurus PD Muhammadiyah H. Sardi, Anggota DPR Provinsi Kalteng, H. Sugiarto, MAP, Syahruni ST, MT, Teguh Ciptadi, M. Dev Ketua dan […]

  • SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BULAN SUCI RAMADHAN

    SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BULAN SUCI RAMADHAN

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Post Views: 457

  • PJKB Terima Kunjungan Muhibah Paguyuban Jawa Sarawak Malaysia, Dorong Kolaborasi Budaya dan Ekonomi*

    PJKB Terima Kunjungan Muhibah Paguyuban Jawa Sarawak Malaysia, Dorong Kolaborasi Budaya dan Ekonomi*

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 71
    • 0Komentar

    *PJKB Terima Kunjungan Muhibah Paguyuban Jawa Sarawak Malaysia, Dorong Kolaborasi Budaya dan Ekonomi* PONTIANAK,RI – Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB) menerima kunjungan muhibah dari Paguyuban Jawa Sarawak, Malaysia, sebagai upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat kerja sama lintas negara dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Kunjungan Muhibah tersebut dilaksanakan di Balai Baktu Universitas Panca […]

  • Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikalisme

    Wakapolri Bicara Bagaimana Melindungi Dunia Pendidikan Dari Paham Radikalisme

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 254
    • 0Komentar

    JAKARTA – RI, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, memasuki tahun ajaran baru, dunia pendidikan, khususnya tingkat Perguruan Tinggi harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paham dan gerakan kekerasan. Terutama yang ditujukan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dengan legitimasi yang didasarkan pada pemahaman agama yang salah. Paham dan gerakan tersebut adalah Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme. […]

expand_less