Melestarikan Budaya Leluhur Dalam Rangka Bersih Desa, Desa Ponggok Gelar Langen Tayub
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
- visibility 341
- print Cetak

Foto:Gelar Besksa Langen Tayub Dalam Rangka Bersih Desa' Ponggok, Kecamatan Ponggok, Blitar
BLITAR, RI- Dalam rangka melestarikan budaya dan Bersih desa, Desa Ponggok gelar Langen Tayub Selasa (06/05/2025) di Balai Desa Ponggok, Kec Ponggok, Kabupaten Blitar.
Rangkaian kegiatan, dimulai doa bersama di makam Ki Ageng Samandiman, makam Eyang Cinde Lumut ( Mbah Mijel).
Hadir pada kegiatan tersebut Camat Ponggok, hal ini diwakili Sekcam, Suyanto, Kades Ponggok dan Kades Purna tugas sebelumnya, beserta stap dan para tokoh masyarakat.
Sementara Kades Desa Ponggok, Supono menjelaskan, bahwasanya tradisi masyarakat seperti ini sudah dilakukan secara turun;- temurun, dan digelar tepat pada bulan 06 Mei 2025/ Selo ( Dzulhijjah) 1446 H.

Merupakan suatu keharusan menggelar tradisi langen tayub di Desa kami, selain melestarikan budaya, ada makna yang terkandung didalamnya. Apabila dalam bulan Selo, tradisi ritual langen tayub tidak digelar maka ada konsekuensinya. “Ada suara yang menyerupai macan meraung, sehingga masyarakat sekitar merasa tidak nyaman bahkan pernah terjadi bentrok sesama masyarakat ,” jelas Kades
Ia menambahkan kami atas nama Pemerintah Desa Ponggok tetap menggelar kegiatan seperti ini dalam setiap tahunnya. Pagelaran langen tayub adalah peninggalan budaya bersejarah dari Sunan Gunung Jati.“Jadi kegiatan positif ini merupakan tontonan dan tuntutan agar warga masyarakat hidup rukun bersama membangun desa,” jelasnya.
Ditanya media Radar Indonesia terkait kegiatannya bagiamana dengan kemajemukan masyarakat.“Alhamdulilah masyarakat sangat antusias,kita lihat dari tamu yang hadir dan para penggemar beksan langen tayub ” tuturnya.
Adapun tujuan utama kegiatan bersama masyarakat ini, mengimplentasikan rasa syukur kepada Alloh SWT. Semoga Alloh Ta’ala selalu memberikan keselamatan kepada masyarakat Ponggok kususnya dan Kabupaten Blitar pada umumnya” pungkas orang nomor satu di Desa Ponggok.
Hal senada disampaikan salah tokoh warga Desa Ponggok, konon katanya, apabila tidak digelar ritual Langen Tayub maka mengganggu, masyarakat sekitar.
“Kenapa harus digelar Langen Tayub . Tayub sendiri yang mengandung kalimat, ” DITATA BIAR GUYUB” itu pesan para tokoh Desa Ponggok kepada anak cucu kita ,’ kata salah satu tokoh yang tidak mau disebut identitasnya.
Jadi hal semacam ini harus kita laksanakan, selain tradisi leluhur, juga untuk melestarikan budaya langen tayub yang hampir punah di era digitalisasi.
Siapa lagi kalau bukan masyarakat yang uri -uri. Karena kalau kita tidak kita lestarikan budaya leluhur kita pastinya akan punah.” pungkasnya.
Pewarta; Sukamto.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar