SATGAS YONIF 500/SIKATAN LAKUKAN KOMUNIKASI SOSIAL, IBADAH, DAN BANTUAN KEMANUSIAAN BAGI PENGUNGSI DI MAMBA, INTAN JAYA
- account_circle Pom py
- calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
- visibility 120
- print Cetak

Foto Yonif 500 Sikatan Lakukan Komunikasi Sosial Ibadah Dan Bantuan Kemanusiaan Bagi Pengungsi
Mamba, Intan Jaya, RI– Di tengah hangatnya sinar matahari Pegunungan Tengah Papua, semangat persaudaraan terpancar kuat dari senyum-senyum tulus yang menyambut kehadiran 23 personel Satgas Yonif 500/Sikatan di Barak Pengungsian Mamba Bawah, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Kegiatan komunikasi sosial (komsos) kali ini dipimpin oleh Pabintal Satgas, Lettu Arh Supriono, bersama sekitar 70 orang masyarakat pengungsian dan personel TK Mamba Kotis.
Kegiatan diawali dengan ibadah bersama umat Kristen, yang berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Setelahnya, personel Satgas melaksanakan pelayanan kesehatan, pemasangan tampungan air untuk mendukung kebutuhan harian pengungsi, serta pembagian pakaian dan dasi untuk para pelayan gereja.
Di salah satu sudut barak pengungsian, tampak warga dengan antusias memilih pakaian yang disediakan oleh personel TNI dari dalam sebuah kardus. Keceriaan sederhana ini menjadi simbol harapan di tengah keterbatasan. Sementara itu, di bagian lain, prajurit TNI bersama warga pengungsi bahu-membahu mengangkat kayu log besar untuk mendukung pembangunan fasilitas darurat, sebuah gambaran nyata dari nilai gotong royong yang masih hidup kuat di tanah Papua.
Pabintal Satgas, Lettu Arh Supriono, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan bisa hadir dan melayani warga:
“Kami bersyukur bisa ikut beribadah dan melayani saudara-saudara kita di pengungsian. Semoga kondisi Kamtibmas segera pulih, agar mereka bisa kembali ke kampung halaman dan melanjutkan kehidupan sehari-hari dengan damai,” tuturnya penuh harap.
Kepala Kampung Mamba, Bapak Dominggus Sani, menginformasikan bahwa saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan di Barak Mamba Bawah sekitar 50 orang. Sebagian lainnya, terutama yang berasal dari Kampung Hitadipa dan Kampung Jaindapa Bambu Kuning, telah mulai kembali ke rumah mereka masing-masing.
Komandan Satgas Yonif 500/Sikatan, Letkol Inf Danang Rahmayanto, S.I.P., M.M., menegaskan bahwa misi kemanusiaan Satgas akan terus berlanjut sebagai bagian dari tugas negara dan amanah kemanusiaan.
“Ini adalah bantuan keenam yang kami berikan kepada masyarakat pengungsi, dan kami akan terus hadir mendampingi mereka sampai kondisi keamanan benar-benar pulih dari dampak situasi yang ada. TNI bukan hanya pasukan bersenjata, tapi juga pengemban amanah kemanusiaan,” tegasnya.
Seorang pewarta Gereja St. Perawan Maria, Bapak Lukas Mujijau, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian TNI yang selalu hadir dengan hati terbuka, memberi harapan dan rasa aman di tengah ketidakpastian.
Kegiatan berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kehangatan. Momen seperti ini tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian, tetapi juga pengikat erat antara TNI dan masyarakat Papua, membangun kembali harapan akan kedamaian dengan kasih Tuhan.( /mjb, tg)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar