Pangdam V/Brawijaya Tinjau Daerah Operasi Intan Jaya
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- visibility 79
- print Cetak

Pangdam V/Brawijaya Tinjau Daerah Operasi Intan Jaya, Berikan Pengarahan: Tekankan Kewaspadaan dan Profesionalitas Prajurit Satgas Yonif 500/Sikatan
Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, RI –
Panglima Kodam V/Brawijaya memberikan pengarahan langsung kepada prajurit Satgas Yonif 500/Sikatan saat meninjau Titik Kuat (TK) Mamba Kotis. Kedatangan Pangdam disambut oleh Dansatgas Yonif 500/Sikatan Letkol Inf Danang Rahmayanto, S.I.P., M.M. beserta jajaran dan para prajurit yang selama ini bertugas menjaga stabilitas keamanan wilayah Intan Jaya.( 20/11/2025)
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya memperkenalkan para pejabat pendamping yang turut serta dalam kunjungan kerja ini, sekaligus menyampaikan apresiasi atas dedikasi prajurit yang sejak awal penugasan menghadapi berbagai tekanan medan dan situasi, namun mampu menstabilkan keadaan hingga mencapai kondisi aman dan terkendali.
Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa kehadiran Yonif 500/Sikatan di Papua merupakan perintah negara, mengingat situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif. “Kita berada di sini karena negara membutuhkan. Tugas ini bukan ringan, tetapi setiap prajurit telah membuktikan profesionalismenya,” tekan Pangdam.
Beliau juga mengapresiasi pencapaian Satgas dalam menguasai tiga Titik Kuat strategis yaitu: TK Sugapa Lama, TK Mamba Bawah, dan TK Silatuga, yang menjadi bagian penting dalam mereduksi ruang gerak kelompok OPM. Pangdam menyampaikan kebanggaannya karena Satgas Yonif 500/Sikatan menjadi tim penutup Operasi Badai dengan hasil yang dapat dibanggakan.
Dalam pengarahannya, Pangdam mengingatkan bahwa menjelang fase akhir penugasan, kewaspadaan justru harus semakin ditingkatkan. “Tidak ada sejengkal tanah pun di daerah operasi yang benar-benar aman. Tujuh bulan masa penugasan adalah periode yang harus diwaspadai. Jangan lengah,” tegasnya.
Pangdam juga mengimbau seluruh prajurit untuk menjauhi tindakan negatif selama menjalankan tugas. “Rezeki sudah diatur. Fokus pada tugas operasi, jalani dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab,” sambungnya. Kepada para unsur pimpinan di bawahnya, Pangdam meminta agar lebih aktif mengawasi dan mengingatkan anggota. “Komandan harus cerewet kepada anak buah. Itu bentuk tanggung jawab.”
Beliau turut membagikan pengalaman tugasnya di Aceh sebagai ilustrasi bahwa ancaman dapat muncul kapan saja, bahkan saat purna tugas tinggal hitungan hari. Menurutnya, meskipun persenjataan OPM tidak sebanyak GAM, mereka memiliki pengetahuan medan yang kuat dan pola bidikan terarah, sehingga prajurit harus tetap mengedepankan insting, disiplin, dan prosedur tempur.
“Aman itu pilihan. Keamanan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi diwujudkan oleh disiplin dan kesadaran setiap prajurit,” ujarnya. Pangdam juga menekankan pentingnya doa dalam setiap langkah dan pergerakan selama bertugas.
Dalam momen tersebut, Pangdam memberikan apresiasi kepada lima prajurit yang diperkenankan memperkenalkan diri, sekaligus menerima penghargaan finansial sebagai bentuk motivasi dan penghormatan atas dedikasi mereka. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cendera mata Pangdam V/Brawijaya kepada Wapangkoops Habema Brigjen TNI Ahmad Fikri Musmar, S.E. sebagai simbol sinergi dan kehormatan antar komando.
Kunjungan Pangdam ini diharapkan semakin memperkuat moral dan profesionalitas prajurit Yonif 500/Sikatan dalam menuntaskan tugas negara di Papua serta menjaga keamanan masyarakat Intan Jaya hingga akhir masa penugasan.(red/mjb, tg)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar