Arman Badjoangi:Tambang Poboya Harus di Rasakan Semua Masyarakat
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- visibility 509
- print Cetak

Arman Badjoangi Tokoh Masyarakat Tanamodindi RW 1 Lagarutu
PALU,RI- Dengan maraknya pemberitaan di Media sosial dan Media Online tentang Demo permintaan penciutan lahan di daerah Pertambangan PT.Citra Palu Minerals(CPM) Poboya banyak memicu Perdebatan di kalangan Masyarkat.Oleh karena itu salah seorang Tokoh Masyarakat Tanamodindi yang berada di RW 01 Arman Badjoangi saat di temui di kediamannya di jalan Lagarutu,yang mana Lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Kelurahaan Poboya.Menurutnya hanya sebuah alasan dari sekolompok orang yg mengatasnamakan tambang rakyat tapi pada kenyataannya praktek dilapangan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat Lingkar tambang kata Arman.
Lebih lanjut Arman Menjelaskan bahwa wilayah Tanamodindi yang berbatasan langsung dengan aktifitas penambangan dan tahu persis apa yang terjadi di lokasi tambang. Masyarakat kecil yang menambang diatas menggunakan alat manual untuk mengambil material dan hanya mampu mengambil satu sampai dua koli (karung) perhari,sementara pihak yang mengaku sebagai pemilik lahan bersama para pemodal(cukong) mengambil material dgn menggunakan alat berat Eksavator dan dimuat dalam dump truk.Jelas Arman yang juga Pernah menambang di Lokasi Poboya.
Ia Menegaskan Bahwa kekayaan alam Tambang Poboya Harus di Kelola berkelanjutan dan di nikmati Masyarakat,bukan di nikmati segelintir pihak Melalui Penambang Emas Tanpa Izin (PETI.)
Untuk Itu saya mengharapkan pada pihak Perusahaan CPM untuk tidak meloloskan tuntutan penciutan lahan tersebut demi masyarakat lingkar tambang yang sesungguhnya dan sekaligus Menghimbau Kepada Pihak (CPM) untuk Mulai Memperhatikan Kota Palu Jelasnya
Selanjutnya Arman Berharap untuk lebih memaksimalkan komitmen awal mereka sebelum beroperasi yaitu memberikan dana kontribusi kepada masyarakt kota Palu khususnya masyarakat lingkar tambang Serta memberikan dana kesejahteraan masyarakat atau lebih dikenal dgn CSR, ini lebih adil dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Papar Arman .(Manto)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar