Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bupati Yani Dampingi Kepulangan Tiga Anak PMI Asal Kabupaten Gresik

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 209
  • print Cetak

GRESIK,RI – Tangis haru pecah saat tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik akhirnya menginjakkan kaki di tanah kelahiran orang tuanya. Setelah bertahun-tahun hidup dan tumbuh di luar negeri, hari ini, Senin (09/02), mereka pulang dengan pendampingan penuh negara. Kepulangan tersebut difasilitasi Pemerintah Kabupaten Gresik dan didampingi langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani, sejak dari negara asal hingga tiba dengan aman di tanah air.

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman yang selama ini hanya mereka kenal dari cerita orang tua. Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan proses kepulangan berlangsung aman, manusiawi, dan penuh perlindungan, sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi keluarga PMI.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perlindungan PMI asal Gresik yang jumlahnya mencapai sekitar 5.700 orang dan tersebar di berbagai kecamatan. Bupati Yani menegaskan bahwa anak-anak PMI tidak boleh menjadi pihak yang menanggung dampak dari proses migrasi.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban jarak dan migrasi. Mereka harus pulang dengan aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang jelas,” ujarnya.

Setibanya di tanah air, penjemputan dilakukan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik bersama OPD terkait, camat, dan perangkat desa. Tahapan lanjutan difokuskan pada pendampingan psikososial dan konseling untuk membantu proses adaptasi anak-anak, mengingat mereka lahir dan besar di luar negeri. Pemkab Gresik juga menyiapkan rumah singgah apabila diperlukan agar proses adaptasi berjalan aman dan nyaman. Berikutnya, dokumen kependudukan akan diproses sehingga anak-anak tersebut bisa mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

Adapun anak PMI asal Kabupaten Gresik yang dipulangkan yakni MI (12) dan SY (8), warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, serta HA (11), warga Desa Siwalan, Kecamatan Panceng. Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing dengan pendampingan pemerintah daerah. Rasa syukur mendalam disampaikan Siti Khotimah (50), orang tua HA. Ia mengaku tidak pernah menyangka kepulangan anaknya ke tanah air akan didampingi langsung oleh Bupati Gresik.

“Alhamdulillah senang sekali akhirnya HA bisa pulang. Tidak menyangka kepulangannya bersama Pak Bupati,” tuturnya.

Bupati Yani menjelaskan bahwa kepulangan tiga anak PMI ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Gresik dengan KBRI Indonesia di Kuala Lumpur. Kabupaten Gresik memiliki tujuh kantong besar PMI, yakni Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun, Pulau Bawean (Sangkapura dan Tambak), serta Manyar.

“Kami hadir memberikan pelayanan publik, salah satunya perlindungan bagi anak-anak pekerja migran,” tegasnya.

Ia menambahkan, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan anak-anak PMI mendapatkan pendidikan formal yang layak di tanah air. Mulai dari pencatatan kependudukan oleh Dispendukcapil, pemenuhan hak sosial dan kesehatan, hingga akses pendidikan. Selama di luar negeri, sebagian anak PMI hanya mengakses pendidikan nonformal berbasis komunitas.

Langkah ini merupakan implementasi Program Prioritas Nawakarsa melalui skema BUMI Gresik (Peduli Buruh Migran Gresik) yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Gresik. Program ini mengorkestrasi perlindungan PMI secara lintas sektor, melibatkan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas KBPPPA, Dispendukcapil, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Ini baru awal. Prosesnya masih panjang karena masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan. Pemerintah daerah akan terus berkomunikasi dengan KBRI di Kuala Lumpur agar kehadiran negara benar-benar dirasakan, tidak hanya saat warganya bekerja di luar negeri, tetapi juga saat keluarga mereka membutuhkan perlindungan dan kepastian masa depan,” pungkas Bupati Yani. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banyaknya Aset Pemkab Bondowoso yang Terbengkalai, Kini Pemkab Lakukan Pemetaan Hingga Perbaikan     

    Banyaknya Aset Pemkab Bondowoso yang Terbengkalai, Kini Pemkab Lakukan Pemetaan Hingga Perbaikan     

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

     BONDOWOSO,RI-Pasalnya selain pasar hewan terpadu, banyak aset Pemkab Bondowoso lainnya yang dibiarkan terbengkalai. Padahal sejumlah bangunan tersebut dibangun dengan anggaran yang tak sedikit.Oleh sebab itu, Pemkab sedang melakukan pemetaan agar aset itu dapat kembali dimanfaatkan. Pemkab Bondowoso mulai mengambil langkah serius, untuk menyelamatkan sejumlah bangunan dan aset milik daerah yang saat ini terbengkalai. Langkah tersebut […]

  • Pererat Silaturahmi, Kapolresta Sumenep Terima Keris dari Pegiat Buday

    Pererat Silaturahmi, Kapolresta Sumenep Terima Keris dari Pegiat Buday

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 56
    • 0Komentar

      SUMENEP ,RI- Kapolresta Sumenep menerima kunjungan silaturahmi dari Bapak Helmy Keris bersama Bapak Ibnu, budayawan Sumenep, Jumat (31/7/2026). Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Bapak Helmy menyerahkan keris kepada Kapolresta Sumenep sebagai bentuk penghormatan sekaligus bagian dari upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara. Selain penyerahan keris, pertemuan […]

  • Nakes Bersama Babinsa Gencarkan Serbuan Vaksinasi

    Nakes Bersama Babinsa Gencarkan Serbuan Vaksinasi

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Program percepatan Vaksinasi terus digencarkan aparat di wilayah, seperti yang dilakukan Babinsa 0819/01 Kota Kodim 0819/Pasuruan, Pelda H. Anwar yang terus aktif mendampingi tim Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam pelaksanaan Vaksinasi kepada masyarakat. Dalam kegiatan yang dilaksanakan hari ini, Babinsa bersama Tim Nakes melaksanakan serbuan Vaksinasi di halaman Masjid Al-Kautsar Kelurahan Tapaan kota […]

  • Masduki Sabil Terpilih Sebagai Ketua DPC PKB Kota Mojokerto

    Masduki Sabil Terpilih Sebagai Ketua DPC PKB Kota Mojokerto

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 1.086
    • 2Komentar

    KOTA MOJOKERTO – RI, Acara Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Mojokerto di gelar di Kantor PCNU Kota Mojokerto, Minggu (7/3/21) pada saat itu DPP PKB memberikan keputusan penunjukan kepada “Masduki Sabil” menjadi Ketua DPC PKB Kota Mojokerto pereode 2021 sampai 2026. Muscab DPC PKB Kota Mojokerto di gelar secara Daring bersama dengan DPP PKB, […]

  • Pemerintah Kota Mojokerto Telah Menerima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Pekalongan Jawa Tengah

    Pemerintah Kota Mojokerto Telah Menerima Kunjungan Kerja Anggota DPRD Pekalongan Jawa Tengah

    • calendar_month Sabtu, 26 Des 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 372
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO – RI, Kunjungan kerja Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati,SH.M.Si didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo ATD. MM serta Plt bagian Perekonomian Pemerintah Kota Mojokerto Ani Wijaya, Selasa (15/12/2020). Rombongan Kunjungan Kerja Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dengan agenda […]

  • “Spirit Of Mojopahit” Tentang Kota Mojokerto

    “Spirit Of Mojopahit” Tentang Kota Mojokerto

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 502
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI – Kota Mojokerto adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, berjarak sekitar 50 kilometer barat daya Kota Surabaya yang dikenal sebagai hinterland ibu kota Jawa Timur. Kota ini juga menjadi bagian dari kawasan metropolitan Surabaya, yaitu Gerbangkertosusila bersama Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, dan Lamongan. Berikut 6 fakta menarik Kota Mojokerto yang […]

expand_less