Banyaknya Aset Pemkab Bondowoso yang Terbengkalai, Kini Pemkab Lakukan Pemetaan Hingga Perbaikan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
- visibility 646
- print Cetak

Foto: Pj Sekda Bondowoso Fathur Rozi
BONDOWOSO,RI-Pasalnya selain pasar hewan terpadu, banyak aset Pemkab Bondowoso lainnya yang dibiarkan terbengkalai. Padahal sejumlah bangunan tersebut dibangun dengan anggaran yang tak sedikit.
Oleh sebab itu, Pemkab sedang melakukan pemetaan agar aset itu dapat kembali dimanfaatkan.
Pemkab Bondowoso mulai mengambil langkah serius, untuk menyelamatkan sejumlah bangunan dan aset milik daerah yang saat ini terbengkalai. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan penggunaan aset publik menjadi lebih optimal, serta tidak dibiarkan mangkrak begitu saja.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Fathur Rozi membenarkan, ada sejumlah bangunan milik Pemkab yang hingga kini belum termanfaatkan secara maksimal.
“Hal tersebut, sudah dipaparkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, ketika rapat koordinasi.
Kami sedang mencari solusi, untuk persoalan itu” tuturnya
Bangunan-bangunan itu telah melalui proses perencanaan yang matang, termasuk studi kelayakan. namun seiring berjalannya waktu, ada perubahan arah kebijakan atau kondisi lapangan. Hal tersebut menyebabkan aset pemerintah tidak sesuai dengan peruntukan awalnya.
Osebab itu, Pemkab akan segera melakukan pendataan, serta identifikasi secara menyeluruh terhadap seluruh bangunan milik pemerintah daerah. pendataan tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk pemetaan dan pemanfaatan ulang.
Setelah proses identifikasi rampung, Pemkab akan memetakan mana bangunan yang bisa segera dimanfaatkan dan mana yang memerlukan penyesuaian fungsi. misalnya resi gudang di Desa Besuk, Klabang, yang disebut-sebut tidak terpakai. Serta Resi Gudang di Sumberwringin. Dua aset itu digadang-gadang masih disewakan, atau dikerjasamakan dengan pihak lain.
“Aset Pemkab yang terbengkalai itu, salah satunya disebabkan oleh sistem perencanaan yang tidak berjalan optimal, serta kurangnya koordinasi antara perencana dan pelaksana kebijakan. Resi gudang ini kenapa tidak termanfaatkan, berarti ada sistem yang tidak jalan” tuturnya.
Ia menegaskan, jika bangunan tersebut tidak dapat digunakan sesuai fungsi awal, maka perlu dipertimbangkan bentuk kerja sama atau pinjam pakai.dengan begitu, aset tetap memiliki nilai guna.(Kirm)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar