Aksara Sunda Siap Hiasi Fasilitas Publik Cimahi, Bukan Sekadar Seremonial
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

CIMAHI, RI– Pelestarian budaya di Jawa Barat kini tidak lagi jalan di tempat dalam bentuk seremonial tahunan. Melalui momen Hari Aksara Internasional 2026, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen penuh untuk membumikan kembali Aksara Sunda dengan membawanya langsung ke ruang publik, mulai dari penunjuk jalan hingga fasilitas dan bangunan penting kota.
Langkah konkret ini ditegaskan dalam forum Dialog Budaya Jawa Barat 2026 bertema “Rumawat Aksara Sunda Dina Raraga Miéling Poé Aksara Sadunya” yang digelar di Aula Gedung B Pemkot Cimahi.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Sekretariat DPRD Jabar, serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Cimahi selaku tuan rumah.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyatakan bahwa modernisasi tidak boleh menenggelamkan identitas daerah. Penggunaan Aksara Sunda di ruang publik dinilai sebagai strategi visual yang efektif agar generasi muda terbiasa dan mengenal kembali akar sejarah mereka.
“Cinta terhadap budaya harus dilestarikan. Budaya kita, khususnya budaya Jawa Barat dan budaya daerah, benar-benar harus kita pertahankan dan diwariskan kepada anak-anak kita,” tegas Ngatiyana.
Selain rencana tata ruang kota berbasis budaya, Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan, menyoroti pentingnya menghidupkan ekosistem penggiat budaya lokal. Salah satu buktinya adalah kontribusi nyata dari Maestro Aksara Sunda asal Cimahi, Yudistira Purnama Shakyan (Mang Ujang Lalip). Dalam dialog tersebut, dipamerkan tujuh manuskrip Aksara Sunda yang berhasil dibuat dan dicetak secara mandiri.
“Potensi kebudayaan yang dimiliki Cimahi perlu terus digali dan dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran karya ini menjadi bukti nyata pengenalan kembali Aksara Sunda ke masyarakat,” ujar Iendra.
Tak hanya sekadar berdiskusi, acara yang dihadiri oleh Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung ini juga menjadi saksi dikukuhkannya Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) periode 2026–2030. DKKC diplot menjadi mitra strategis yang akan menjembatani aspirasi 100 lebih elemen seniman, budayawan, akademisi, dan komunitas yang hadir.
Dengan semangat tagline kebudayaan Kota Cimahi, “Kreatif Warga-na, Mantap Karya-na, Maju Kota-na, Hepi Budayawan-na,” forum ini diharapkan melahirkan regulasi dan pergerakan inklusif agar tradisi Sunda tetap relevan, hidup, dan adaptif di era digital.R.Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar