Anti Corropsion Fest 2026, Probolinggo Meriahkan Integrity Run 5 km Sebagai Bentuk Budaya Intekgritas dan Pencegahan Koropsi
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Ribuan peserta berlari sejauh 5 kilometer dalam Integrity Run yang menjadi bagian dari puncak Probolinggo Anti Corruption Fest 2026 di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Inspektorat Daerah ini tidak hanya mengajak masyarakat berolahraga. Integrity Run menjadi salah satu cara menyampaikan pesan antikorupsi melalui ruang publik sekaligus menumbuhkan budaya integritas di tengah masyarakat.
Rute lari dimulai dan berakhir di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan. Para peserta melewati Desa Kebonagung, Kelurahan Kraksaan Wetan, Desa Rangkang hingga Kelurahan Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama Forkopimda melepas peserta Integrity Run 2026. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Forkopimda serta sejumlah Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Selain Integrity Run, puncak kegiatan juga diisi penyerahan bantuan pohon untuk ditanam di kawasan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan, penghargaan Corporate Social Integrity (CSI) kepada PT PLN Nusantara Power UP Paiton, PT Secco Nusantara dan PT POMI serta penghargaan bagi para pemenang lomba kreatif antikorupsi diantaranya lomba mural dan video kreatif serta peserta desain avatar dan jingle.
Pesan antikorupsi tidak hanya disampaikan melalui kegiatan lari. Pemkab Probolinggo juga menghadirkan pameran edukasi integritas, bazar serta permainan edukasi antikorupsi, mural serta berbagai kompetisi kreatif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto dan Forkopimda dalam penyerahan bantuan pohon dalam kegiatan Probolinggo Anti Corruption Fest 2026. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
Inspektur Kabupaten Probolinggo Imron Rosyadi mengatakan, rangkaian Probolinggo Anti Corruption Fest 2026 diarahkan untuk memperkuat budaya integritas dan meningkatkan kesadaran antikorupsi.
“Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan hari ini adalah untuk memperkuat budaya integritas, meningkatkan kesadaran antikorupsi serta mewujudkan tata kelola pemerintahan Kabupaten Probolinggo yang bersih, transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut Imron, kampanye antikorupsi tahun ini mengusung tema “Wujudkan Perubahan yang Berani, Jujur untuk Sejahtera dan Amanah” dengan tagline “Gak Jujur Gak SAE.” Untuk menjangkau generasi muda, kampanye dilakukan melalui lomba video antikorupsi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), pembuatan avatar antikorupsi hingga jingle.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyerahkan hadiah utama kepada peserta Integrity Run 2026. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)
“Untuk merangkul generasi muda, kami menggelar beberapa lomba terkait dengan video antikorupsi, termasuk menggunakan AI, juga pembuatan lomba avatar antikorupsi,” jelasnya.
Imron menerangkan mural menjadi bagian penting dalam kampanye. Peserta lomba tidak hanya berasal dari Kabupaten Probolinggo, tetapi juga dari Bali, Jakarta, Jawa Tengah hingga Jember. Sebanyak sembilan karya ditetapkan sebagai pemenang. Harapannya keberadaan mural tersebut dapat menjadi media edukasi antikorupsi bagi masyarakat berbagai usia.
“Di mural itu mengandung edukasi pendidikan kepada masyarakat, mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa. Ini adalah bentuk kita, tempat Kabupaten Probolinggo untuk integrasi kepada antikorupsi,” tegasnya.
Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto turut ambil bagian dalam Integrity Run 2026. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Pencegahan harus dibangun melalui kesadaran, edukasi dan budaya integritas yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Pencegahan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum semata. Kita membutuhkan kesadaran, edukasi publik dan pembangunan budaya integritas yang nyata,” katanya.
Menurut Sekda Ugas, semangat tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. “Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Probolinggo, mulai dari pembacaan Kode Etik ASN dalam apel pagi, Integrity Day, pemasangan stiker kepatuhan pada kendaraan dinas, Gerakan Tangga dan Cermin Integritas hingga kampanye melalui media sosial dan podcast,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama Forkopimda dan sejumlah Kepala OPD turut serta dalam Integrity Run 2026. (Foto : Kominfo/Hendra Trisianto)
Sekda Ugas juga menekankan pentingnya mencegah pungutan liar, suap, gratifikasi, jual beli jabatan hingga benturan kepentingan. “Fasilitas dinas harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Ini harus menjadi komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat berani melaporkan apabila menemukan dugaan kecurangan melalui saluran pengaduan yang tersedia, termasuk Whistleblowing System (WBS) dan Call Center “Halo SAE.” “Jhe’ takok alapor. Jangan takut melapor kalau melihat adanya kecurangan. Integritas membutuhkan keberanian, baik dari aparatur maupun masyarakat,” tuturnya.
Sekda Ugas berharap kampanye tersebut tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan September selesai. Integritas harus menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Probolinggo secara berkelanjutan. “Saya berharap semangat antikorupsi ini tidak berhenti di bulan September saja, tetapi menjadi nafas panjang pembangunan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.(Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar