Antisipasi Gempa Sesar Lembang, Pemkot Cimahi Asah Kemampuan Relawan Hadapi Darurat
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

CIMAHI, RI– Langkah konkret pencegahan dan mitigasi bencana terus dipacu oleh Pemerintah Kota Cimahi. Sebagai wilayah yang membentang di dekat jalur aktif Sesar Lembang, masyarakat lokal kini dibekali kesiapan khusus agar mampu bertindak cepat, tepat, dan tanpa panik saat terjadi situasi darurat.
Komitmen ini diwujudkan melalui Workshop Kebencanaan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada Senin (19/10/2026). Forum edukasi ini membedah strategi penanggulangan risiko bencana sekaligus optimalisasi manajemen posko pengungsian darurat.
Ngatiyana menegaskan bahwa kunci utama dalam meminimalisir dampak kerugian akibat bencana terletak pada kapasitas pemahaman masyarakat itu sendiri.
“Edukasi ini adalah pondasi kita. Melalui penguatan ini, kita ingin memastikan seluruh elemen warga tahu persis apa yang harus diperbuat jika gempa bumi akibat Sesar Lembang, banjir, atau longsor melanda,” ujar Ngatiyana di sela-sela kegiatan.
Agenda strategis ini turut menggandeng pakar kebencanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta kementerian terkait selaku pemateri. Adapun peserta yang disiagakan meliputi personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang telah tersebar di lima kelurahan.
Menurut Ngatiyana, relawan Tagana dan KSB merupakan garda terdepan dalam rantai penyelamatan. Mereka memegang peranan krusial, mulai dari menyebarkan deteksi dini kewaspadaan hingga memimpin penanganan pertama di lapangan.
“Mereka harus matang secara pemahaman dan taktik operasional. Kesiapan relawan ini akan sangat membantu masyarakat luas ketika fase tanggap darurat berjalan,” tambahnya.
Selain mematangkan simulasi gempa bumi, Pemkot Cimahi juga langsung tancap gas melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi. Meski wilayah Cimahi masih berada di fase kemarau, warga diminta tidak terlena dan mulai bersiap menyambut musim penghujan.
Ngatiyana mengimbau masyarakat untuk melakukan aksi preventif sejak dini, terutama menjaga kebersihan saluran drainase guna menghindari ancaman banjir bandang dan tanah longsor.
“Jangan menunggu air meluap baru bertindak. Antisipasi harus dimulai hari ini dengan memastikan tidak ada sumbatan sampah di aliran air sekitar kita,” tegas Ngatiyana.
Aksi bersih-bersih lingkungan ini dirancang secara masif dengan melibatkan kolaborasi aktif dari elemen warga, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Cimahi, hingga relawan komunitas. Langkah terpadu ini diharapkan mampu memutus rantai risiko bencana secara komprehensif dari hulu ke hilir. Pungkasnya. R. Harry KP
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar