Baznas Kabupaten Probolinggo Perkuat Pembinaan Muallaf di Desa Wonokerso
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 25 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bersama Komisi Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat pembinaan warga mu’allaf. Pendampingan diarahkan agar proses menjadi muslim tidak berhenti pada ikrar, tetapi dilanjutkan dengan peningkatan pemahaman agama dan kemampuan menjalankan syariat Islam.
Pembinaan tersebut dilakukan dalam bentuk penguatan iman dan taqwa (imtaq) dan penyerahan sembako bagi para mu’allaf di Masjid Nurul Hidayah Desa Wonokerso Kecamatan Sumber, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan dihadiri Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil bersama Komisioner Baznas KH. Mudlofir dan Hj. Nur Ayati. Turut hadir MUI Kabupaten Probolinggo Kiai Jamaluddin Al Ghazi dan Ust. Khairil Anwar serta unsur KUA Kecamatan Sumber.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan perkembangan kualitas pemahaman keagamaan warga mu’allaf di Desa Wonokerso menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pendampingan dan bimbingan yang telah dilakukan.
“Alhamdulillah, perkembangan muslim di Desa Monokerso itu ada peningkatan kualitas. Karena mungkin sudah ada yang membimbing. Ada bimbingan sehingga kami lihat dari kualitasnya lumayanlah, walaupun juga perlu pendalaman-pendalaman,” katanya.
Warga mu’allaf Desa Wonokerso Kecamatan Sumber mengikuti penguatan imtaq dari Baznas Kabupaten Probolinggo. (Foto : Baznas)
Meski terdapat perkembangan positif, Muzammil menilai pembinaan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pendalaman keagamaan dibutuhkan agar para mu’allaf tidak hanya mengenal Islam, tetapi juga memahami dan mampu menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.
“Jadi kita tetap membina, bagaimana supaya lima rukun Islam itu mampu dilakukan oleh para mu’allaf. Sehingga akan ada suatu nilai tambah, sehingga menjadi Islam yang kafah, Islam yang tidak hanya ikut-ikutan tetapi mendalami secara menyeluruh apa yang sudah menjadi ketentuan-ketentuan di dalam syariat Islam,” terangnya.
Selain pembinaan keagamaan, Muzammil menyoroti kehidupan sosial masyarakat di Desa Wonokerso. Ia mengaku kagum dengan kerukunan antara warga muslim dan warga Hindu yang menjadi mayoritas di wilayah tersebut.
“Saya sangat kagum di daerah Desa Wonokerso itu karena setelah saya dapat informasi, antara orang kita yang seiman dan seagama orang Islam dengan warga Hindu yang mayoritas di sana itu kerukunannya sangat luar biasa,” tuturnya.
Menurut Muzammil, hubungan antar umat beragama tersebut terlihat dari sikap saling menghargai dan tidak menjadikan perbedaan keyakinan sebagai alasan untuk saling menyinggung.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil dalam penguatan imtaq bagi warga mu’allaf Desa Wonokerso Kecamatan Sumber. (Foto : Baznas)
“Saling harga menghargai, tidak ada suatu tendensi-tendensi apapun, sehingga kerukunan antara umat beragama itu sangat nampak di daerah Desa Wonokerso. Jadi ini perlu dipupuk, tidak saling ada suatu ketersinggungan antara umat agama yang satu dengan agama yang lainnya,” tegasnya.
Ia menilai pembinaan keagamaan terhadap mu’allaf perlu berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan kerukunan masyarakat. Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kehidupan sosial dan keagamaan di wilayah yang memiliki keberagaman masyarakat.
“Tujuan kami adalah membina ini bagaimana supaya warga mu’allaf itu ada suatu peningkatan dalam keilmuan masalah agama, masalah keagamaannya, masalah pelaksanaan syariatnya,” jelasnya.
Untuk memperkuat pendampingan, Baznas membuka ruang kolaborasi dengan berbagai unsur yang telah ada di wilayah setempat. Di antaranya penyuluh agama, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan MUI tingkat Kecamatan Sumber.
“Kalau memang butuh bimbingan-bimbingan, monggo kolaborasi lagi dengan Baznas. Di sini juga sudah ada penyuluh, Dewan Masjid Indonesia dan MUI Kecamatan Sumber. Semuanya bisa berkolaborasi. Itu sudah kita komitmen,” ungkapnya.
Muzammil menegaskan, Baznas Kabupaten Probolinggo tetap memberikan perhatian kepada kelompok mu’allaf dalam penyaluran zakat. Mu’allaf merupakan salah satu kelompok yang termasuk dalam asnaf penerima zakat. “Karena di zakat itu juga punya asnaf, yaitu asnaf mu’allaf. Tetap kita gali untuk para mu’allaf. Baznas tidak akan tinggal diam,” lanjutnya.
Ia berharap pembinaan dapat terus berlanjut sehingga pengetahuan dan pemahaman keagamaan para mu’allaf semakin kuat. Pendampingan juga diharapkan membantu mereka menjalankan syariat Islam dengan lebih baik sekaligus tetap hidup harmonis bersama masyarakat sekitar.
“Baznas Kabupaten Probolinggo akan terus mendorong agar zakat yang ditunaikan para muzakki dapat disalurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerima, termasuk kelompok mu’allaf sebagai salah satu asnaf zakat,” pungkasnya.(Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar