Breaking News
light_mode
Trending Tags

Buka Simposium Revitalisasi Sekolah Vokasi, Bupati Gresik Soroti Dampak UU 23/2014 pada Kebijakan Sekolah

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 46
  • print Cetak

Buka Simposium Revitalisasi Sekolah Vokasi, Bupati Gresik Soroti Dampak UU 23/2014 pada Kebijakan Sekolah

Gresik, RI – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya sinergi total antara lembaga pendidikan dan dunia industri demi menekan angka pengangguran serta mewujudkan visi Gresik Berkarya. Hal ini disampaikan Bupati Yani saat membuka Simposium Nasional dengan tema “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” yang digelar di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Pemkab Gresik, Selasa (8/9/2026).

“Kenapa kegiatan ini penting dan harus berkelanjutan. Karena, langkah strategis ini diambil guna menyelaraskan kurikulum pendidikan kejuruan dengan kebutuhan pasar kerja modern yang dinamis di wilayah Gresik,” ungkapnya.

Bupati Yani berharap, tata kelola SMA/SMK/SLB dapat dikembalikan menjadi kewenangan pemerintah daerah agar bisa memegang tanggung jawab penuh terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Gresik. Dikatakan, selama ini berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan jenjang pendidikan menengah tersebut berada di bawah kendali Dinas Pendidikan Provinsi.

“Kami di tingkat kabupaten ingin bertanggung jawab penuh atas masyarakat kami sendiri. Harapannya, regulasi dalam UU 23 Tahun 2014 bisa ditinjau kembali, sehingga kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan SLB dikembalikan ke pemerintah daerah,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Menurut Gus Yani, pengalihan kewenangan ini sangat krusial bagi kesinambungan program pembangunan SDM lokal. Jika pengelolaan berada di bawah kendali pemerintah daerah, maka Pemkab dapat mengintervensi program pendidikan secara langsung dan terarah. Bagi siswa lulusan SMA, Pemkab ingin memastikan mereka mendapatkan pengawalan optimal agar mampu melanjutkan serta diterima di berbagai perguruan tinggi favorit.

Bupati Yani menambahkan, perhatian khusus juga diarahkan untuk sektor pendidikan vokasi. Pihaknya menekankan lulusan SMK di Gresik harus dibekali dengan kompetensi yang unggul dan siap pakai, karena Gresik merupakan kawasan industri yang berkembang pesat. Menurut bupati, sinkronisasi antara kurikulum SMK dan kebutuhan pasar kerja dinilai akan jauh lebih cepat terealisasi apabila berada di bawah wewenang pemerintah daerah.

“Padahal, Pemkab Gresik memiliki visi besar untuk melahirkan lulusan SMA yang kompetitif agar mampu menembus perguruan tinggi favorit nasional. Di sisi lain, standardisasi kompetensi lulusan SMK juga menjadi perhatian utama agar para pemuda Gresik tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya industrialisasi daerah,” harapnya.

Bupati Yani menilai, pembatasan ruang gerak daerah akibat UU Nomor 23 Tahun 2014 membuat pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi kebijakan strategis di tingkat sekolah menengah secara maksimal. Melalui pengembalian hak kelola dari provinsi ke kabupaten, Bupati Yani optimis sinergi antara dunia pendidikan, pemenuhan fasilitas sekolah, dan penyaluran tenaga kerja di Kabupaten Gresik dapat berjalan jauh lebih efektif.

Untuk itu, Bupati Yani mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari tenaga pendidik, jajaran yayasan, hingga manajemen sekolah untuk aktif melakukan peningkatan kapasitas diri (upgrade keterampilan). Langkah transformatif ini dinilai krusial agar lembaga pendidikan tidak gagap dalam menjawab tantangan era digitalisasi serta dinamika industri yang berkembang sangat cepat.

“Melalui program revitalisasi sekolah vokasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang adaptif dan melahirkan lulusan yang siap kerja, terampil, serta kompeten di bidangnya. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pilar penting Pemkab Gresik dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif bersama jajaran narasumber ahli, di antaranya, Dr. Suko Widodo, M.Si. (Pusat Studi Transformasi Sosial UNAIR), Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, S.E., M.M., C.B.A. (External Relation & SEZ Director), Mochamad Kharis, S.T., M.MT. (PT. Kawasan Industri Gresik), Irawan Agustiar, S.T., M.T. (PT. Maspion Industrial Estate), serta sejumlah praktisi pendidikan lainnya. Hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto.

Salah satu pembicara, External Relation KEK Gresik Rr Ayu Yayuk Dwi Hastuti, mengatakan pertumbuhan investasi harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya lulusan pendidikan vokasi. Menurutnya, investasi menciptakan permintaan baru terhadap kompetensi, produktivitas, sekaligus budaya kerja.

“Dunia vokasi dan industri menjadi satu mata rantai yang harus saling mendukung,” kata Rr Ayu.

Ia menjelaskan, KEK Gresik ditetapkan pemerintah dengan mandat utama untuk mendorong hilirisasi manufaktur. Dengan adanya proses hilirisasi tersebut, pertumbuhan kawasan memiliki nilai tambah yang tinggi sekaligus meningkatkan standar kebutuhan industri terhadap talenta yang dihasilkan dunia pendidikan di Gresik.

Karena itu, demand atau kebutuhan industri harus selaras dengan standar lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan. Keselarasan tersebut penting agar lulusan pendidikan vokasi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi benar-benar mempunyai keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.

“Investasi menciptakan permintaan baru atas kompetensi, produktivitas dan budaya kerja. Dunia vokasi bertugas menyediakan dan memenuhi kebutuhan talenta dunia industri,” ujarnya.

Selain persoalan kompetensi, tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah pengalaman peserta didik terhadap dunia kerja. Tidak semua lulusan memiliki pengalaman yang cukup untuk beradaptasi dengan ritme dan budaya kerja industri ketika menyelesaikan pendidikan.

Persoalan tersebut dapat disiasati dengan memperbanyak kesempatan magang atau praktik kerja lapangan (PKL) di industri. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik dapat memahami secara langsung standar kerja, kedisiplinan, keselamatan kerja, budaya perusahaan, hingga penggunaan teknologi yang diterapkan di dunia industri.

Di sisi lain, kompetensi guru atau tenaga pengajar juga perlu diperkuat agar sesuai dengan bidang keahlian yang diajarkan. Guru vokasi perlu memiliki pemahaman dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri sehingga pengetahuan yang diberikan kepada siswa tidak tertinggal dari perkembangan di lapangan.

Menurut Rr Ayu Dwi Hastuti, kolaborasi antara industri dan sekolah vokasi perlu dibangun secara berkelanjutan, mulai dari penyusunan kebutuhan kompetensi, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga penyediaan tempat magang bagi siswa.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi harus menjadi kerja bersama antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri. Pertumbuhan kawasan industri dan investasi yang besar perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM lokal sehingga masyarakat Gresik dapat mengambil manfaat dari perkembangan ekonomi di daerahnya.

Besarnya potensi investasi di KEK Gresik akan berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja. Saat pendirian kawasan, KEK Gresik diproyeksikan mampu menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dalam lima tahun. Bahkan, hingga 2036, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan dapat mencapai 200 ribu orang.

Saat ini terdapat 33 industri di kawasan tersebut. Sebanyak 18 industri telah beroperasi, delapan industri sedang dalam proses pembangunan konstruksi, sementara tujuh lainnya masih dalam progres pembangunan.

Dari sisi investasi, nilai investasi di KEK Gresik hingga kuartal II 2026 tercatat sekitar Rp114,4 triliun. Jika ditambahkan investasi yang telah masuk sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai KEK, yang mencapai sekitar Rp5 triliun, total investasi yang terkait dengan kawasan tersebut mencapai sekitar Rp116 triliun.

Besarnya investasi tersebut menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi yang semakin spesifik. Sejumlah sektor industri di KEK Gresik membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang metal, energi, logistik, kimia (chemical), hingga elektronika.

“Harapan kami di industri, dunia pendidikan memberi lulusan atau SDM siap kerja yang memiliki kompetensi,” kata Rr Ayu.

Revitalisasi sekolah vokasi di Gresik pun diharapkan tidak sekadar memperbarui sarana dan prasarana pendidikan. Lebih dari itu, revitalisasi harus diarahkan pada penyelarasan kebutuhan industri dengan standar kompetensi lulusan, peningkatan kapasitas guru, serta perluasan pengalaman kerja siswa melalui program magang dan PKL.

Dengan langkah tersebut, pertumbuhan investasi dan industrialisasi di Gresik diharapkan berjalan beriringan dengan kesiapan SDM lokal. Sekolah vokasi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi menjadi bagian penting dari rantai pasok talenta bagi industri yang terus berkembang di Gresik.(Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertahankan Prestasi JDIH Terbaik, Gresik Hadirkan Ekosistem Layanan Hukum Digital Berbasis AI

    Pertahankan Prestasi JDIH Terbaik, Gresik Hadirkan Ekosistem Layanan Hukum Digital Berbasis AI

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Pertahankan Prestasi JDIH Terbaik, Gresik Hadirkan Ekosistem Layanan Hukum Digital Berbasis AI Gresik, RI – Kabupaten Gresik kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola layanan hukum digital terbaik di Jawa Timur. Bukan hanya mempertahankan prestasi, tahun ini Pemerintah Kabupaten Gresik menghadirkan lompatan baru melalui pengembangan ekosistem hukum digital berbasis kecerdasan buatan dalam […]

  • PT. Inovasi  Teknologi Solusindo  Diduga Tidak  Bayar Gaji Selama Dua  Bulan Gaji  Dengan Alasan  Tidak Masuk Akal

    PT. Inovasi Teknologi Solusindo Diduga Tidak Bayar Gaji Selama Dua Bulan Gaji Dengan Alasan Tidak Masuk Akal

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 957
    • 0Komentar

    SURABAYA,RI – Masih ada perusahaan yang tidak memperhatikan kewajiban karyawannya  seperti PT. Inovasi Teknologi Solusindo, sungguh keterlaluan dimana gaji karyawan sampai dua bulan tidak terbayar oleh perusahaan, dan pada momen lebaran orang karyawan banyak yang pusing karena mereka berharap haknya mereka keluar teryata hanya dijanjikan oleh pihak manajemen perusahaan PT. Inovasi Teknologi Solusindo. Sewaktu wartawan […]

  • Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Kota Mojokerto

    Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Kota Mojokerto

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Kota Mojokert Kota Mojokerto, RI – Kota Mojokerto kembali menghadirkan destinasi wisata baru melalui wisata susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM). Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, melakukan soft launching wahana baru tersebut pada Sabtu (10/1/2026) bersamaan dengan kerjabakti massal dan tanam pohon yang […]

  • Dua Pekan, Polres Situbondo Berhasil Ungkap Empat Kasus Perjudian

    Dua Pekan, Polres Situbondo Berhasil Ungkap Empat Kasus Perjudian

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 294
    • 0Komentar

    SITUBONDO – RI, Empat kasus Perjudian Online berhasil diungkap oleh Polres Situbondo dalam kurun waktu 20 hari di bulan Agustus 2022 ini. Empat kasus Perjudian tersebut diantaranya Judi Online Togel jenis HK melalui situs Website Waktogel, Judi Online Togel jenis Sydney dan Judi Oline jenis Roullete serta Perjudian jenis Balap Merpati. Hal tersebut seperti disampaikan […]

  • Dua Personil Polsek Kumai Naik Pangkat Ini Pesan Kapolsek

    Dua Personil Polsek Kumai Naik Pangkat Ini Pesan Kapolsek

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Pangkalan Bun Kalteng RI. Polres Kotawaringin Barat – Polsek Kumai – Bertempat di halaman Polres Kotawaringin Barat Dua Personil Polsek Kumai melaksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat, Senin (01/07/2024) Sore. Adapun dua orang personil polsek Kumai yang melaksankan kenaikan pangkat di antaranya adalah Aiptu Nonot Sokarno dan Aiptu Eko Sumarmo. Kapolsek Kumai IPTU Stefanus Rantealo, S.H.,. mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat setingkat lebih […]

  • Sosialisasi dan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kota Tasikmalaya

    Sosialisasi dan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sosialisasi dan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Tingkat Kota Tasikmalaya   Kota Tasikmalaya, RI – Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 yang bertempat di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Tasikmalaya, Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Perwakilan Anggota Komisi […]

expand_less