Cegah Lonjakan Kasus, Wawalkot Pekalongan Tegaskan Warga Tak Sepelekan Covid-19
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Senin, 31 Mei 2021
- visibility 240
- print Cetak

PEKALONGAN – RI, Berbagai langkah pencegahan terus dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan untuk menekan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 usai libur Lebaran diantaranya pelaksanaan kegiatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) yang terus diintensifkan, deteksi dini pelacakan kontak erat melalui Screening Swab Antigen, pemberian program Vaksinasi massal, dan sebagainya.
Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, H. Salahudin,STP., menegaskan jangan sampai kasus Covid-19 landai di Bulan Puasa dan melonjak usai Lebaran. Wawalkot Salahudin juga meminta warga tidak menyepelekan penyebaran Covid-19, karenanya harus selalu mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat yang telah ditetapkan Pemerintah.
“Jangan lengah, pandemi Covid ini masih ada, kita semua harus tetap waspada, terus patuhi Protokol Kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jangan sampai masyarakat percaya atas terprovokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengabarkan bahwa Covid-19 ini tidak ada. Virus Covid-19 ada dan itu nyata, salah satu buktinya seluruh Dunia memang ada Pasien yang dirawat akibat terpapar Covid-19,” tegas Wawalkot Salahudin, saat ditemui usai menghadiri kegiatan Workshop Penanggulangan Masalah Gizi dalam rangka Percepatan Penurunan Angka Stunting, AKI, AKB Tahun 2021, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan, belum lama ini.
Wawalkot Salahudin menyebutkan, bahwa beberapa Daerah di Indonesia saat ini telah mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan diantaranya di Jakarta, Solo, Sleman, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh abai terhadap Protokol Kesehatan. Menurutnya, Protokol Kesehatan bukan untuk menyulitkan tapi untuk menyelamatkan semuanya dari bahaya Covid-19 yang belum kunjung berakhir ini.
“Pemberian Vaksinasi bagi Kelompok Lansia juga masih kami kebut, karena prosentase tertinggi yang tidak kuat sistem imun dan kemungkinan terpapar ada di Kelompok Lansia. Dan ini hati-hati juga, ada kalangan usia muda serta anak-anak yang sudah tertular Covid-19. Lonjakan angka kasus Covid-19 yang terjadi setelah libur Lebaran kemarin, seperti di Solo ada 1 RW sebanyak 51 orang terkena, di Sleman juga ada warga satu Kampung yang dibawa ke Asrama Haji untuk dikarantina, di Cipayung Jakarta ada sekitar 100 orang dalam 1 Wilayah yang dibawa ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina, kami harapkan masyarakat tetap waspada dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menerapkan 5 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilitas dan interaksi,” pungkasnya. (IFAN-TIM)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar