Do’a Bersama Bagi Terdampak Karhutla Diahir Peringatan Hari Santri Tingkat Kec. Parung Ponteng
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 59 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

KAB TASIKMALAYA,RI- Santri di Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menutup peringatan Hari Santri Nasional 2026 dengan doa bersama untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan yang diikuti 500 Santri peserta itu digelar di Lapangan Desa Cigunung, Kamis (22/10/2026), oleh Forum Pondok Pesantren (FPP) Kecamatan Parungponteng.
Doa dipanjatkan saat karhutla belum sepenuhnya teratasi. Hingga 12 Oktober 2026, luas karhutla di enam provinsi prioritas tercatat 639,23 hektare, terbesar di Kalimantan Tengah. Asap kebakaran juga sempat memengaruhi wilayah Jawa bagian barat.
Sekretaris Hari Santri Kecamatan Parungponteng, Agastiya Dita, menyebut doa bersama ini menjadi wujud kepedulian santri terhadap warga yang terdampak asap dan kebakaran. Menurutnya, tema tahun ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Menguatkan negeri tidak cukup dengan slogan. Doa bersama ini bentuk sederhana bahwa santri ikut memikul persoalan bangsa,” katanya.
Peringatan bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” ini juga memuat upacara dan tabligh akbar. Doa bersama baru tahun ini dijadikan penutup rangkaian acara. Hadir seluruh santri se-kecamatan, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), jajaran instansi keagamaan, dan unsur pemerintah setempat, termasuk Camat,PGRI,PGM Organisasi keagamaan maupun non keagamaan.
Sekretaris FPP Kecamatan Parungponteng, [KH. Asep Nurhidayat], menegaskan komitmen pesantren bersama DKM dan masyarakat untuk terus menghadirkan kepedulian tersebut. “Pesantren dan masjid berjalan beriringan. Ke depan, kami ingin santri terlibat dalam aksi kepedulian sosial yang nyata, misalnya penggalangan donasi, menjaga lingkungan atau penanaman pohon],” ujarnya.
Semangat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 tetap menjadi landasan pengabdian santri di tengah tantangan zaman, Ujarnya. FIENS
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar