Hari Juang Polri 2026, Kapolres Kubu Raya: Semangat Juang Harus Hidup dalam Pengabdian
- account_circle Pom py
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Hari juang Polri 2026 Kapolres Kubu Raya semangat berjuang
KUBU RAYA, RI – Proklamasi Polisi 1945 kembali digaungkan di halaman Mapolres Kubu Raya. Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia memimpin Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026 di lapangan apel Mapolres Kubu Raya, Jalan Mayor Alianyang, Kecamatan Sungai Ambawang, Jumat, 21 Agustus 2026.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju.
” Sebanyak 221 personel, jajaran pejabat utama dan para kapolsek mengikuti kegiatan tersebut.
Momentum ini mengingatkan kembali sejarah Polisi Istimewa yang menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia hanya beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rensa membacakan kembali teks Proklamasi Polisi yang dikumandangkan Inspektur Polisi Kelas I Moehamad Jasin di Surabaya pada 21 Agustus 1945.
“Proklamasi Polisi”
“Untuk bersatu dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan polisi sebagai Polisi Repoeblik Indonesia.”
Soerabaja, 21 Agoestoes 1945
Atas nama seloeroeh warga polisi
Moehamad Jasin, Inspektoer Polisi Kelas I
Proklamasi itu menjadi penanda sikap Polisi Istimewa dalam menempatkan diri sebagai bagian dari Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut kemudian diwujudkan melalui keterlibatan mereka dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bersama rakyat.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan Hari Juang Polri harus menjadi pengingat bagi setiap personel untuk menjaga nilai pengabdian dalam menjalankan tugas.
“Semangat Hari Juang Polri menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” kata Ade.
Ia mengatakan keberanian, keteladanan, pengorbanan dan pengabdian para pendahulu tetap relevan di tengah tantangan kepolisian yang semakin beragam.
“Nilai keberanian, keteladanan, pengorbanan dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus menjadi landasan bagi setiap personel Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks,” ujarnya.
Dari Perjuangan Kemerdekaan ke Pelayanan Publik
Hari Juang Polri diperingati setiap 21 Agustus untuk mengenang pembacaan Proklamasi Polisi di Surabaya pada 1945.
Sehari sebelumnya, 20 Agustus, Iptu Muhammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa Surabaya menyepakati pernyataan kesetiaan kepada Republik Indonesia sekaligus menyusun teks Proklamasi Polisi.
Pada 21 Agustus 1945, Jasin memimpin apel di Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan pernyataan tersebut di hadapan anggota.
Polisi Istimewa kemudian mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, antara lain melucuti persenjataan Jepang dan menyalurkannya kepada badan-badan perjuangan.
Mereka juga terlibat menghadapi kedatangan pasukan Sekutu dalam rangkaian perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Surabaya dan sekitarnya.
Kini, bentuk perjuangan kepolisian telah berubah.
Polri tidak lagi berada dalam situasi perang mempertahankan kemerdekaan, tetapi menghadapi persoalan keamanan, penegakan hukum dan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.
Tugas itu mencakup pemeliharaan keamanan dan ketertiban, penegakan hukum serta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Keamanan juga menjadi fondasi aktivitas sosial dan ekonomi.
Kondisi yang kondusif memberi ruang bagi masyarakat untuk bekerja, menjalankan usaha dan beraktivitas tanpa gangguan.
Karena itu, kepolisian dituntut tidak hanya bertindak ketika persoalan muncul, tetapi juga membangun pencegahan, komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan.
Bagi jajaran Polres Kubu Raya, Hari Juang Polri menjadi ruang refleksi untuk memastikan nilai yang diwariskan para pendahulu tetap hidup dalam pelaksanaan tugas.
Keberanian, integritas dan kesediaan berkorban harus hadir dalam tindakan, bukan berhenti sebagai simbol sejarah.
Dalam amanatnya, AKBP Rensa mengingatkan personel Polres Kubu Raya dan Polsek jajaran agar tidak memaknai Hari Juang Polri sebatas seremoni tahunan.
Nilai perjuangan para pendahulu, kata dia, harus diterjemahkan melalui kerja dan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Mully /Juan//Radar Indonesia
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar