JEJAK SPIRITUAL DMW: Menemukan “Selo Geni” di Balik Senyapnya Gunung Petukangan Gresik
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

GRESIK, RI — Perjalanan batin seorang pencari kebeningan jiwa sering kali diwarnai oleh ujian mental dan gejolak batin yang tak kasat mata. Pengalaman mendalam dan sarat makna filosofis ini dialami oleh pendiri majelis Darul Maharah Wad-Da’wah (DMW) saat menjalani laku tirakat di kawasan perbukitan sakral Gunung Petukangan—suatu titik ziarah dan kontemplasi yang berada di sekitar area makam keramat Mbah Sayyid Abdurrahman dan Putri Cempo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Kawasan Makam Putri Cempo Gresik yang dikelilingi rimbunnya pepohonan bukit dan jejak petilasan para leluhur memang dikenal masyarakat sebagai salah satu ruang hening yang kuat untuk uzlah (menyepi dari keramaian duniawi). Menurut sang praktisi, proses pemantapan batin di tempat yang penuh sejarah spiritual tersebut sempat menghadirkan gelombang tekanan emosional dan ketegangan jiwa yang cukup berat.
Namun, justru di puncak ketegangan olah rasa tersebut, sebuah sasmita atau isyarat spiritual hadir melalui mimpi, memberikan jawaban telak atas pergolakan jiwa yang sedang dihadapi.
Dalam alam mimpinya, Pendiri DMW tersebut mendapati dirinya memegang sebuah pusaka unik berwujud keris batu yang dinamai Selo Geni—sebuah perpaduan lambang unsur batu (selo) yang kokoh tenang dan api (geni) yang membara. Tak berselang lama, muncul seekor naga berukuran besar yang tampak mengamuk, melambangkan puncak dari gejolak emosi, tekanan batin, dan bayangan ujian berat yang sedang berkecamuk.
Tanpa gentar sedikit pun, ia mengacungkan keris Selo Geni tersebut ke arah sang naga. Di luar dugaan, makhluk mitologi yang tadinya tampak begitu garang dan mengintimidasi itu seketika tunduk dan berubah wujud menjadi seekor kucing kecil yang tampak kedinginan, lemas, dan lusuh.
“Sesungguhnya bayangan ketakutan dan ujian hidup itu sering kali tampak sangat membesar dan mengintimidasi hanya di dalam pikiran kita saja. Begitu dihadapi dengan ketenangan batin dan kontrol jiwa yang matang, masalah seberat apa pun akan mengecil dengan sendirinya,” ujar Pendiri DMW saat merefleksikan pengalaman batinnya tersebut.
Bagi kalangan pemerhati tradisi dan praktisi spiritual, pengalaman batin yang ditemui di sekitar kompleks petilasan Gunung Petukangan ini sarat akan pesan filosofis (sanepan) yang mendalam:
Naga yang Mengamuk: Menggambarkan betapa besarnya bayangan ketakutan, amarah, dan beban masalah yang kerap menghimpit manusia saat menghadapi ujian hidup maupun pematangan tirakat.
Keris Selo Geni & Kucing Kecil: Menjadi isyarat bahwa senjata paling ampuh untuk menundukkan amarah dan tekanan bukanlah dengan kekerasan atau kesombongan, melainkan dengan keteguhan prinsip batin yang tenang (selo) namun memiliki daya kontrol jiwa yang tegas (geni).
Ketika ketenangan dan kontrol diri itu dihadirkan, masalah sebesar apa pun akan kehilangan daya destruktifnya dan kembali pada hakikatnya yang rapuh—bagaikan kucing kecil yang justru membutuhkan pengayoman dan rasa welas asih.
Pengalaman riyadhah di kawasan Makam Putri Cempo Gresik ini menjadi rekam jejak penting dalam perjalanan spiritual Darul Maharah Wad-Da’wah (DMW). Sebuah pengingat bahwa perjalanan batin tidak hanya mendidik fisik dan pikiran, tetapi juga menuntun jiwa untuk senantiasa meredam gelombang amarah serta menemukan ketenangan sejati di tengah badai kehidupan. (RED/RI)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar