Kali Wrati Menghitam Dan Bau Busuk Ketua Forum Das Wrati Soroti Lambanya Tindak Lanjut
- account_circle Pom py
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Kali Wrati Menghitam Dan Bau Busuk Ketua Forum Das Wrati Soroti Lambanya Tindak Lanjut
Pasuruan, RI – Kondisi Kali Wrati di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menjadi perhatian masyarakat setelah air sungai terlihat menghitam dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Selain itu, tumbuhan eceng gondok yang memenuhi sebagian aliran sungai turut menambah persoalan lingkungan yang dikeluhkan Warga selasa, 27/10/2026
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kondisi tersebut. Dugaan adanya limbah industri yang masuk ke aliran Kali Wrati juga perlu ditelusuri melalui pemeriksaan lapangan dan pengujian kualitas air oleh instansi berwenang.
Sementara itu, Ketua Forum DAS Wrati, Henry Sulfianto, mengatakan bahwa keluhan warga merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang merasa terabaikan.
“Keluhan warga merupakan bentuk kekecewaan masyarakat yang merasa terabaikan,” ujar Henry.
” Lebih lanjut bahwa persoalan Kali Wrati mencerminkan kondisi masyarakat yang merasa terdampak aktivitas industri, tetapi hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang jelas.”
Menurutnya, Forum DAS Wrati telah mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun, hingga kini, menurut Henry, belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut atas surat tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan BBWS di Surabaya telah dilakukan. Dalam audiensi tersebut, pihaknya mengaku menerima jawaban bahwa persoalan akan segera ditindaklanjuti.
“Jawabannya, ‘Akan segera kami tindak lanjuti.’ Namun, kenyataannya, sampai warga mengeluhkan bau yang menyengat, juga belum jelas tindakannya,” ungkap Henry.
Pernyataan tersebut menunjukkan harapan Forum DAS Wrati agar persoalan lingkungan ini tidak berhenti pada penyampaian janji, melainkan diikuti langkah konkret yang dapat dirasakan masyarakat.
“Warga Menanti Tindakan Nyata ”
Keluhan mengenai air sungai yang menghitam, bau busuk, serta pertumbuhan eceng gondok membutuhkan penanganan menyeluruh. Pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi pengelola sumber daya air diharapkan berkoordinasi untuk memeriksa kondisi sungai, menelusuri sumber dugaan pencemaran, serta menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka.
Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pencemaran atau pelanggaran, tindakan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap ada kepastian mengenai langkah penanganan dan jadwal tindak lanjut, sehingga persoalan Kali Wrati tidak terus berlarut-larut.
“Bapak-bapak, sampai kapan kita harus menerima bau busuk dari Kali Wrati?” Pertanyaan ini menjadi gambaran keresahan warga yang menantikan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.
Kali Wrati membutuhkan perhatian serius. Masyarakat kini menunggu tindak lanjut nyata dari pihak-pihak terkait demi pemulihan kualitas lingkungan dan perlindungan warga yang terdampak.( mjb/tg)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar