Kapus Rubaru Adakan Aksi Sosialisasi Cegah Demam Berdarah

SUMENEP – RI, Memasuki puncak musim penghujan tahun ini, masyarakat haruslah waspada selain kemungkinan terjadinya bencana alam juga beberapa macam penyakit yang akan mengancam kesehatan manusia.

Jika tidak akan fatal akibatnya terhadap keberlangsungan hidup kita. Contoh seperti yang kita ketahui serangan bahaya demam berdarah akan selalu mengancam kesehatan kita baik kalangan anak-anak maupun orang dewasa.

Sebagai bentuk dari kepedulian pemerintah dalam rangka mengantisipasinya adalah meningkatkan program sosialisasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat mulai dari tingkat pusat sampai daerah.

Seperti halnya kegiatan yang dilaksanakan Puskesmas Kecamatan Rubaru, Ssenin 21 November 2022 mengadakan mini loka karya lintas sektor di Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep Madura.

Dalam kegiatan tersebut Puskesmas Rubaru melakukan sosialisasi terkait pencegahan penanganan demam berdarah.

Diketahui ada kasus demam berdarah di beberapa Desa di Kecamatan Rubaru, sedangkan kasus paling banyak di Desa Mandala Kecamatan Rubaru.

Program kegiatan ini di komandani oleh Kepala Puskesmas Rubaru Desy Febryana, S.ST., M.M., Kes., serta dihadiri pula oleh Camat Rubaru, Kapolsek, Danramil, para Kades dan para Tokoh masyarakat.

Dalam penyampaiannya Desy (Kapus Rubaru) menghimbau kepada masyarakat untuk mencegah demam berdarah dengan cara 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur),” paparnya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Rubaru, Desy menyampaikan akan meningkatkan pelayanan Puskesmas Rubaru sesuai dengan standart operasional prosedur.

“Insyaallah ketika kita melaksanakan tugas sesuai dengan SOP masyarakat yang akan menilainya, yang terpenting kita memaksimalkan pelayanan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan layanan plus Puskesmas Rubaru dengan adanya aplikasi ‘Siap   Lahir’, artinya  siapapun masyarakat yang melahirkan di Puskesmas Rubaru akan langsung mendapatkan KK baru dan Akte Lahir.

“Asalkan yang bersangkutan bayinya sudah diberi nama, karena proses pendaftaran syaratnya harus ada namanya. Jadi kehamilan berapa bulan sudah dipersiapkan dua nama sehingga nanti langsung diproses untuk Akte Lahirnya sebelum pulang,” tandasnya.

Ia berharap, pada saat musim hujan masyarakat agar menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan.

“Jadi jangan sampai ada jentik nyamuk baik dikamar mandi maupun di penampungan dan harus dikuras setiap minggu satu kali,” jelasnya.

Perlu diketahui Puskesmas Kecamatan Rubaru menjadi lima Puskesmas percontohan di Kabupaten Sumenep. (Ardi/M.one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.