Pasca Kebakaran Hutan di Kandangserang, Polisi dan Petugas Gabungan Sisir Titik Rawan Api
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 44 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

PEKALONGAN,RI- Kebakaran hutan milik Perhutani di wilayah RPH Sigugur, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, berhasil dipadamkan. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Pengecekan pascakebakaran dilakukan pada Minggu (20/9/2026) pagi. Kegiatan tersebut melibatkan personel Polri, TNI, Perhutani, BPBD, serta warga masyarakat sekitar.
Kebakaran diketahui terjadi pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 13.00 wib. Sejak kejadian, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Perhutani, dan masyarakat telah melakukan upaya pemadaman.
Berdasarkan laporan perkembangan pada Minggu siang, luas lahan Perhutani yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4 hektar. Area tersebut meliputi Petak 73C, 73G, dan 73H di RPH Sigugur.
Rinciannya, Petak 73C terdampak sekitar 1 hektare, Petak 73G sekitar 2 hektare, dan Petak 73H sekitar 1 hektare. Lahan yang terbakar merupakan kawasan dengan kondisi tanah berbatu serta berupa lereng dan tebing.
Jenis vegetasi yang terdampak antara lain tanaman pinus yang ditanam pada 2023, rumput kering, semak belukar, serta sisa ranting dan bonggol pinus yang telah ditebang.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Iptu Suwarti, S.H mengatakan, meskipun api utama telah padam, petugas tetap melakukan pengecekan dan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Personel gabungan terus melakukan pengecekan dan pendinginan di lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan mencegah kemungkinan kebakaran kembali meluas,” ujar Suwarti.
Dalam penanganan tersebut, petugas melakukan penyemprotan menggunakan tangki gendong untuk mendinginkan sisa bonggol pinus yang masih mengeluarkan asap. Selain itu, dilakukan pembuatan parit di kawasan Petak 73H sebagai langkah antisipasi agar api tidak merambat ke area lain maupun mendekati permukiman warga.
Berdasarkan laporan, jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga di Dukuh Harjosari, Desa Bojongkoneng, diperkirakan sekitar 1 kilometer. Hingga laporan perkembangan tersebut disampaikan, belum terdapat laporan api mendekati permukiman warga.
Sebanyak 88 personel dan relawan tercatat terlibat dalam penanganan, terdiri dari personel Perhutani, personel Polri, personel TNI, personel Damkar, personel Muspika Kecamatan Kandangserang, serta relawan dari masyarakat Desa Bubak dan Harjosari.
Petugas juga menyiapkan dua pos pantau, masing-masing di Desa Bubak dan Dukuh Harjosari, Desa Bojongkoneng, untuk memantau perkembangan situasi di sekitar lokasi kebakaran.
Suwarti mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditangani,” tambahnya.
Hingga perkembangan terakhir, api utama dilaporkan telah padam dan tidak ditemukan lagi api yang masih menyala saat pengecekan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, khususnya saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.
Sementara itu, penyebab kebakaran dan jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut masih belum diketahui. (Abdul Basit)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar