Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tak Ada Toleransi, Enam Lembaga Kawal Kasus Asusila di Ponpes Probolinggo Sampai Pelaku Masuk Penjara

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
  • visibility 154
  • print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Enam lembaga masyarakat di Kabupaten Probolinggo menyatakan sikap tegas mereka untuk terus mengawal dan menuntut penutupan salah satu pondok pesantren (ponpes) yang diduga kuat menjadi tempat praktik asusila oleh oknum pengasuhnya. Desakan ini mencerminkan bentuk keprihatinan mendalam masyarakat terhadap maraknya kasus pelanggaran moral di lingkungan lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat pembinaan akhlak dan keagamaan.

Adapun enam lembaga yang tergabung dalam gerakan moral tersebut antara lain LSM Aliansi Masyarakat Peduli Probolinggo (AMPP) Dan Lima Lembaga Lainnya, Mereka sepakat bahwa kasus dugaan asusila yang melibatkan oknum pengasuh ponpes ini harus diproses secara hukum tanpa ada perlakuan istimewa.

Ketua LSM AMPP, H. Ludfi Hamid, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti memperjuangkan keadilan bagi para korban dan menuntut agar pemerintah daerah serta aparat penegak hukum bertindak tegas. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga pelaku benar-benar dijatuhi hukuman penjara.

“Kasus ini kami kawal sampai yang bersangkutan masuk ke penjara. Ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi juga masalah moral dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan keagamaan. Kami ingin agar ke depan ada efek jera bagi pondok pesantren lain yang lalai dalam menjaga perilaku para pengasuhnya,” tegas H. Ludfi Hamid dengan nada serius.

Menurutnya, lembaga masyarakat yang tergabung dalam aliansi tersebut telah mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah pihak terkait untuk memperkuat proses hukum yang sedang berjalan. Mereka juga mendesak aparat kepolisian agar tidak ragu dalam mengambil langkah tegas terhadap pelaku serta melakukan penyelidikan mendalam terhadap pihak-pihak lain yang diduga terlibat atau menutup-nutupi kasus tersebut.

Selain itu, H. Ludfi Hamid juga menilai pentingnya evaluasi terhadap sistem pengawasan di lingkungan pondok pesantren. Ia menegaskan bahwa keberadaan ponpes sejatinya sangat penting dalam mencetak generasi yang berakhlak, namun pengawasan terhadap para pengasuh dan pengelola harus diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan.

“Kami menghormati peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah banyak berjasa. Tapi jika ada yang mencoreng nama baiknya, maka harus ditindak tegas. Jangan sampai pelaku berlindung di balik simbol agama,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari LSM Lainnya menambahkan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan terus memantau perkembangan kasus ini. Menurutnya, keadilan tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

“Kami ingin kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Tidak boleh ada yang kebal hukum hanya karena statusnya sebagai pengasuh ponpes. Hukum harus ditegakkan secara adil dan transparan,” tandasnya.

Dukungan terhadap langkah enam lembaga masyarakat ini juga datang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan pemuda di wilayah Kabupaten Probolinggo. Mereka berharap agar kasus tersebut segera diproses tuntas dan tidak berlarut-larut demi menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Gerakan moral yang dilakukan oleh enam lembaga masyarakat ini diharapkan mampu menjadi pemicu bagi pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan terhadap semua pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo. Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa pesantren tetap menjadi pusat pendidikan moral dan spiritual yang bersih dari tindakan tercela.

“Kami tidak ingin kasus seperti ini terulang. Ponpes harus menjadi tempat yang aman, bermartabat, dan benar-benar mencerminkan nilai-nilai Islam. Siapa pun yang terbukti mencederai amanah itu harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum,*” tutup H. Ludfi Hamid.(suh)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pererat Ukhuwah Islamiyah, warga Perum GKL halal bi halal

    Pererat Ukhuwah Islamiyah, warga Perum GKL halal bi halal

    • calendar_month Rabu, 17 Apr 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Halal bihalal adalah salah satu tradisi yang cukup melekat di masyarakat Indonesia. Tradisi ini umumnya dilakukan pada saat lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha. Begitupun Keluarga besar Perumahan Griya Kedawung Lestari Desa Kedawung Wetan Grati Pasuruan menggelar halal bihalal Idul Fitri 1445 Hijriah. kegiatan tujuan saling bermaaf-maafan atas kesalahan atau kekhilafan di […]

  • PEMDES KEPUHARUM KECAMATAN KUTOREJO MOJOKERTO GELAR PELANTIKAN PERANGKAT DESA

    PEMDES KEPUHARUM KECAMATAN KUTOREJO MOJOKERTO GELAR PELANTIKAN PERANGKAT DESA

    • calendar_month Senin, 18 Des 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 581
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Pemerintah desa Kepuharum adakan pelantikan dua perangkat desanya, acara tersebut diadakan di balai desa Kepuharum kecamatan Kutorejo kabupaten Mojokerto aman dan kondusif, Senin (18/12/23) pagi. Dalam sambutannya, kepala Desa Kepuharum, “Akhmad Nurrohman Diposagoro ” mengucapkan selamat kepada Muhammad Irsyaddilla yang resmi dilantik menjadi Kepala Dusun Pandokan dan Suwanto resmi dilantik menjadi Kepala Dusun […]

  • Sinergisitas 3 Pilar Polres Kediri Kota bersama Kodim 0809 dan Pemda Gelar Patroli Jelang Pilkada 2024

    Sinergisitas 3 Pilar Polres Kediri Kota bersama Kodim 0809 dan Pemda Gelar Patroli Jelang Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Kediri Kota,RI – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), Kapolres Kediri Kota, AKBP Bramastyo Priaji, bersama anggota jajarannya menggelar patroli sinergitas TNI Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kediri. Dengan menggunakan sepeda motor, aparat keamanan dari Tiga pilar tersebut menyasar titik rawan kriminalitas dan gangguan Kamtibmas lainnya. Patroli Sinergisitas dan Soliditas TNI – POLRI dan Pemerintah Kota […]

  • Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan, S.IK., Memberikan Cindera Mata Kepada Bupati Merangin Mashuri

    Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan, S.IK., Memberikan Cindera Mata Kepada Bupati Merangin Mashuri

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 330
    • 0Komentar

    JAMBI – RI, Rabu (2-2-2022) Bupati Merangin Mashuri menerima Cindera mata dari Kapolres Merangin Andy Purnamawan, S.IK Cindera mata yang diberikan tersebut berupa buku bertajuk “Polisi Melangun” yang merupakan pengalaman Kapolres Merangin mengabdikan dirinya selama 1,6 tahun. “Semoga bapak Bupati Merangin berkenan menerima buku ini sebagai pengalaman saya selama memimpin Polres Merangin,” ujar AKBP Irwan […]

  • Berlatar Belakang Teknik, Akhirnya Bupati Magetan Melantik Ir. Hergunadi MT Sebagai Sekda Magetan

    Berlatar Belakang Teknik, Akhirnya Bupati Magetan Melantik Ir. Hergunadi MT Sebagai Sekda Magetan

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 361
    • 0Komentar

    MAGETAN – RI, Meski sempat kosong dan di isi oleh Ir. Edy Suseno sebagai Pejabat Sekda Kabupaten Magetan Jawa Timur, pada akhirnya Bupati Magetan Dr. Drs. Suprawoto, SH, MSi resmi melantik Ir. Hergunadi MT sebagai Sekretaris Daerah meskipun berlatar belakang Tekhnik. Pada kesempatan tersebut ikut  serta  dilantik 170 Pejabat Administrator, Pengawas serta Kepala Sekolah di […]

  • Plt Kadindik Kabupaten Pekalongan Angkat Bicara Terkait Oknum Guru Aniaya Siswa Di SMPN 1 Karanganyar

    Plt Kadindik Kabupaten Pekalongan Angkat Bicara Terkait Oknum Guru Aniaya Siswa Di SMPN 1 Karanganyar

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 286
    • 0Komentar

    KABUPATEN PEKALONGAN – RI, Beredarnya video dugaan penganiayaan terhadap siswa yang dilakukan oleh Oknum Guru SMPN 1 Karanganyar Kabupaten Pekalongan saat ini sudah ditangani oleh Unit PPA Polres Pekalongan. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Subagyo saat ditemui di Ruang Kerjanya mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh SH seorang Guru Bahasa Indonesia sangat tidak dibenarkan […]

expand_less