Tak Ingin Magetan Terpecah Belah, Forkopinda, FKUB Magetan Tolak Radikalisme, Berita Hoax Serta Isu Sara
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Rabu, 16 Des 2020
- visibility 260
- print Cetak


MAGETAN – RI, Melihat kondisi Ibu Kota Jakarta yang merupakan Barometer Sosial Politik Tanah Air, Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (Forkopimda) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan elemen masyarakat Kabupaten Magetan Jawa Timur menggelar Deklarasi serta penandatanganan pernyataan sikap untuk menolak Radikalisme, Terorisme, Separatisme, Komunisme dan Berita Hoax dan Isu Sara dengan penandatanganan Deklarasi pernyataan sikap yang di prakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Magetan, di Rumah Makan Harmadha Joglo Magetan, Senin pada (14/12/2020) lalu yang dihadiri oleh Suprawoto, Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, Wakil Bupati Magetan, Hergunadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Letkol Inf. Ismulyono Triwidodo, Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf.

Secata Rindam V/Brawijaya, Danyonko 463 Paskhas di wakili oleh Kapten Pas Koliq Pasilog Paskhas Yonko 463, dan AKBP Festo Ari Permana, S.I.K Kapolres Magetan, Maulia Martwenty Ine, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Magetan, Drs. Zainal Arifin MH Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Magetan.
Ketua MUI Kabupaten Magetan, Tokoh Lintas Agama, Pimpinan Cabang NU, Pimpinan Cabang Muhamadiyah, Pimpinan Ormas Keagamaan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, serta Tokoh Ormas/LSM.

“Satu sikap untuk mengutuk keras serta menolak segala Radikalisme, Terorisme, Separatisme, dan Ideologi Anti-Pancasila,” ungkap Plt Kepala Bankesbangpol Magetan, Iswahyudi Yulianto. “Ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menyikapi segala bentuk dinamika gejolak yang berkembang akhir – akhir ini sebagai bentuk komitmen untuk menjaga Kabupaten Magetan,” tambahnya.
“Saya membaca sejarah perjuangan Tokoh Bangsa ini yang berjuang dengan darah, untuk itu kita harus menjaga Kabupaten Magetan yang kita cintai ini tetap aman dan kondusif jauh faham Radikalisme, Terorisme, Komunisme, Separitisme, Ujaran Kebencian, Hoax, dan segala upaya untuk memecah belah Umat, Umara,” ungkap Bupati dalam sambutannya.

”Apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi hari Natal dan Tahun Baru 2021, agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya. “Pemerintah yang tengah fokus dalam penanganan dan pencegahan Covid-19, masyarakat tidak boleh lengah dan selalu waspada terkait kemungkinan adanya Radikalisme dan Terorisme, karena saat ini para Pelaku Radikalisme tetap melakukan Aksi dan aktifitasnya di tengah pandemi Covid-19 dengan tujuan memojokkan Pemerintah, bahwa Pemerintah gagal memberikan rasa aman,” terang Bupati. “Ini juga ada kaitannya kondisi Jakarta karena merupakan Barometer Politik dan Sosial Budaya,” terang Bupati. (bs/ebut/team)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar