TNI Hadir Membawa Kasih: Satgas Yonif 500/Sikatan Bagikan Nasi Bungkus di Intan Jaya Melalui Program SIRIH (Sikatan Beri Kasih)
- account_circle Pom py
- calendar_month Senin, 12 Mei 2025
- visibility 113
- print Cetak

Intan Jaya, RI – Kedamaian terasa begitu nyata di pelataran Pos TK Bilogai saat tawa anak-anak dan senyum hangat masyarakat menyambut kehadiran prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan. Di bawah komando Letda Inf Robi, sebanyak 10 personel_ melaksanakan kegiatan kemanusiaan bertajuk SIRIH (Sikatan Beri Kasih), dengan membagikan nasi bungkus kepada warga sekitar Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial biasa. Di tengah terpencilnya wilayah pegunungan Papua, kehadiran TNI tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga kasih dan perhatian yang tulus. Program SIRIH menjadi cermin nyata dari semangat kemanusiaan TNI dalam merajut kepercayaan, persaudaraan, dan keharmonisan antara aparat negara dengan masyarakat.
Dansatgas Yonif 500/Sikatan, Letkol Inf Danang Rahmayanto, S.I.P., M.M. dalam kutipannya menyampaikan filosofi mendalam di balik nama program SIRIH ini.
“SIRIH bukan sekadar singkatan, tapi simbol kasih sayang, sebagaimana Sirih dalam budaya Papua yang selalu disuguhkan untuk menjamu tamu saat acara-acara Adat, Sirih juga bagus untuk kesehatan tubuh, dari fisiknya daunnya berbentuk hati merupakan lambang kasih perdamaian dan pohonnya yang merambat tidak merugikan tanaman lain (tidak bersifat Parasit), maka kami ingin kehadiran TNI di Papua terasa seperti keluarga yang membawa kasih, kedamaian dan ketulusan,” ungkapnya.
Respon hangat pun datang dari masyarakat yaitu mama Maria dengan mata berbinar sembari makan bersama anaknya, menyampaikan rasa syukurnya:
“Terimakasih bapak TNI, sa rasa senang Tentara datang kasih makan dan minum, sebagaimana Tuhan sampaikan harus saling mengasihi sesama umat manusia, semoga kegiatan SIRIH terus dilakukan semua tempat” pinta mama Maria.
Melalui kegiatan SIRIH perdana ini, tampak keakraban yang begitu tulus antara prajurit dan masyarakat. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian sederhana warga. Hanya ada tawa, dialog hangat, dan rasa syukur yang tulus dari hati ke hati.
Program SIRIH diharapkan terus bergulir, menjadi jembatan penguat rasa cinta tanah air, persatuan, dan kesatuan, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman Papua. TNI hadir bukan hanya sebagai pelindung negara, tetapi juga sebagai sahabat dan saudara bagi masyarakat.( mjb/tg)
- Penulis: Pom py

Saat ini belum ada komentar