Tarno Gondang, Dukun Sunat Modern Berjiwa Sosial Yang Jadi Bos MBG
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Senin, 16 Mar 2026
- visibility 70
- print Cetak

Tarno Gondang , Dukun Sunat Modern Berjiwa Sosial Yang Jadi Bos MBG
Pemalang, RI – Kegiatan sosial buka puasa bersama dan santunan anak yatim dan duafa digelar oleh pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pak Tarno, pada Minggu (15/3/2026).
Kegiatan sosial tersebut menghadirkan ratusan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, para senior, orang tua, hingga rekan media yang turut meramaikan acara.
Acara yang berlangsung di Desa Gondang ini tidak hanya menjadi momentum berbuka puasa bersama, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial kepada masyarakat.
Sebanyak 300 penerima manfaat, terdiri dari anak yatim piatu dan para orang tua lanjut usia (manula), menerima santunan dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Pak Tarno menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Ia mengajak seluruh tamu undangan untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT serta memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Pak Tarno menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosial yang dijalankan melalui Yayasan Rizki Barokah Agung Jombang, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam penyediaan makanan bergizi gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Awalnya yayasan ini fokus pada layanan makan gratis. Namun ke depan kami ingin terus bergerak dalam berbagai kegiatan sosial lainnya agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Pak Tarno di hadapan para tamu undangan.
Salah satu hal yang paling menyentuh dari kegiatan tersebut adalah keputusan Pak Tarno yang rela mengalihfungsikan rumah pribadinya menjadi tempat layanan makan gratis melalui program SPPG.
Rumah yang sebelumnya digunakan sebagai tempat tinggal kini dimanfaatkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan makanan bergizi setiap harinya.
“Rumah ini sebenarnya rumah tinggal saya. Namun saya putuskan untuk dijadikan tempat layanan makan bagi masyarakat. Saya ikhlas. Mohon doanya semoga suatu saat saya bisa memiliki rumah lagi,” ungkapnya dengan penuh haru.
“Kami percaya, selama niatnya untuk kebaikan, insyaAllah selalu ada jalan. Kami akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya. *
(imam wtw)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar