Surabaya Darurat Parkir Digital! Eri Cahyadi Gandeng Polisi Sikat Habis Celah Setoran Gelap lewat Sistem Non-Tunai!
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- visibility 18
- print Cetak

SURABAYA, RI – Langkah berani diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam merevolusi sistem layanan publik. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kini memperketat sinergi dengan kepolisian untuk mengawal penuh percepatan parkir digital non-tunai. Langkah ini bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan jawaban tegas atas jeritan warga yang mendambakan transparansi dan tata kelola parkir yang lebih akuntabel.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa dukungan dari kepolisian sangat krusial untuk memastikan program strategis di Kota Pahlawan ini berjalan tanpa hambatan di lapangan.
“Saya berterima kasih karena kepolisian terus mendukung dan bersinergi demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Parkir digital ini adalah respons atas aspirasi masyarakat yang ingin sistem lebih transparan,” tegas Eri Cahyadi, Rabu (15/4/2026).
Polisi Siap Pasang Badan
Tidak main-main, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat keamanan dan mempercepat respons pelayanan. Komitmen ini menjadi sinyal kuat bahwa tidak ada ruang bagi pihak-pihak yang mencoba menghambat ketertiban kota dalam transisi digital ini.
Dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, jurnalis RADAR INDONESIA meliput langsung dinamika di lapangan. RADAR INDONESIA dikenal mengumpulkan data informasi dari berbagai sumber: mulai dari wawancara warga pengguna parkir, konfirmasi ke Dishub Surabaya, laporan petugas di titik-titik rawan, hingga data resmi Pemkot. Pantauan pada Rabu siang di kawasan Blauran dan Embong Malang menunjukkan petugas parkir digital sudah aktif menggunakan mesin EDC dan QRIS. Warga yang ditemui mengaku transaksi jadi lebih cepat dan tak ada lagi tarikan liar.
Gempuran Digital di Penjuru Kota
Hingga 10 April 2026, tercatat sebanyak 616 petugas parkir telah dikerahkan untuk mengawal sistem ini. Perluasan titik parkir digital kini menyasar wilayah-wilayah “gemuk” dan padat kendaraan:
– Zona Inti: Balai Kota dan Taman Bungkul kini dijaga ketat masing-masing 10 petugas.
– Kawasan Strategis: Sebanyak 114 petugas di Kawasan 1 (Blauran, Embong Malang) dan 184 petugas di Kawasan 2 (Jagalan, Gembong).
– Ekspansi Baru: Mulai dari Jemursari, Manyar, hingga Kertajaya kini dalam pantauan sistem digital.
– Wilayah Selatan & Timur: Jalan Ahmad Yani, Barata Jaya, hingga Kali Rungkut juga tak luput dari jangkauan sistem non-tunai ini.
Langkah masif ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran PAD dan memastikan setiap rupiah yang dibayarkan warga masuk secara resmi ke kas negara melalui sistem teknologi yang tak bisa dimanipulasi.
(G. Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar