Breaking News
light_mode
Trending Tags

Edy Suroto Kasek SMKN 1 Kota Kediri Diduga “Racuni” Siswa, Sekap dan Intimidasi Wartawan

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • visibility 380
  • print Cetak

SURABAYA,RI- Nyoto, wartawan beritapatroli.co.id dan teman wartawan lainnya, disekap, diintimidasi dan diancam dengan berbagai benda berbahaya di kantor Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri oleh Oknum Kepala Sekolah dan Siswa SMKN 1 Kota Kediri. Mereka diancam senjata tajam celurit oleh Kepala Sekolah dan Siswa dan dipaksa menandatangani pernyataan menghapus berita.

Sejumlah siswa terlihat dalam rekaman video yang beredar luas di sosial media membawa senjata tajam seperti celurit, samurai, linggis, kayu dan batu, dan memaksa menandatangani pernyataan akan menghapus berita.

Intimidasi, penyekapan, persekusi dan pengancaman dengan senjata tajam terhadap wartawan anggota PJI itu sama sekali tidak pantas dilakukan pendidik, apalagi seorang Kepala Sekolah. Kepala Sekolah SMK Negeri bersama siswa, lagi. Apalagi kalau sampai “meracuni”/memprovokasi siswa untuk bertindak premanisme. Penilaian saya, tindakan yang dilakukan Edy Suroto itu, tindakan bejad. Tindakan penjahat. Sangat jauh dari nuansa Pendidik. Itu kejahatan.

Saya telah berupaya keras mengkonfirmasi/klarifikasi Kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Kediri, Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri, Kapolres Kediri Kota dan Kasat Reskrimnya. Namun hanya Diknas Provinsi Jatim yang menanggapi; “Kacabdin dipanggil, diperintahkan melakukan pembinaan pada jajarannya”, demikian disampaikan Spri Kadiknas Jatim.

Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri dan Kacab Dinas Pendidikan Kota Kediri, ‘centang 2’, tetapi tidak menanggapi konfirmasi saya. Saya telpon, masuk, tidak diterima, malah jadi ‘centang 1’ alias diblokir. Kapolres dan Kasat Reskrim juga belum menanggapi.

Dari kronologi dan bukti-bukti yang diedarkan luas di ruang publik oleh pihak Sekolah, termasuk video yang sengaja diunggah oleh pihak sekolah ke berbagai platform digital seperti Instagram, Facebook, YouTube, Twitter, hingga disebarluaskan melalui grup-grup WhatsApp, Kepala SMKN 1 Kota Kediri, Edy Suroto, diduga keras memprovokasi ratusan siswa untuk mengepung dan mengintimidasi wartawan yang datang secara sah dan profesional untuk meminta klarifikasi/hak jawab. Bahkan sebagian siswa membawa senjata tajam, membuat wartawan tidak bisa keluar dari area sekolah hingga dipaksa menandatangani surat pernyataan di bawah tekanan.

Bermula, Nyoto menawarkan kerjasama publikasi, namun Edy Suroto, Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri malah berkeluh kesah, minta disembelih saja dan lain lain. Keluh kesahnya dipublikasikan di media beritapatroli.co.id.

Rabu, 4 Juni 2025, Nyoto dan teman wartawan lainnya, datang ke ruang Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri untuk meminta klarifikasi dan memberi kesempatan hak jawab atas berita yang telah diterbitkan sebelumnya.

Bukannya mengklarifikasi, Edy Suroto si Kepala sekolah malah marah besar dan menghantamkan senjata tajam celurit ke meja serta memprovokasi sekitar 200 siswa-siswi untuk mengepung kantor kepala sekolah, tempat kedua wartawan berada. Ironisnya, sejumlah siswa terlihat dalam rekaman video yang beredar luas di sosial media membawa senjata tajam seperti celurit, samurai, linggis, kayu dan batu.

Wartawan Nyoto dan kawannya disekap, diintimidasi dan diancam dengan berbagai benda membahayakan. Kepala Sekolah Edi Suroto memaksa meminta maaf dan membuat pernyataan tertulis akan menghapus berita.

Saya tegaskan, tindakan Oknum Kepala Sekolah itu sama sekali tidak beretika dan tak bermoral. Tindakan bejat dan tindak Pidana sebagaimana dimaksudkan dalam UU ITE dan nyata persekusi serta penyekapan yang diatur dalam KUHP dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Tidak ada ruang toleransi terhadap kekerasan terhadap jurnalis, dalam bentuk apa pun, apalagi dilakukan oleh pihak yang memiliki jabatan publik dan presentasi pendidik, lagi.

Peristiwa kelam itu bukan hanya melukai martabat insan Pers, tetapi juga mencerminkan kegagalan telak dalam pendidikan karakter di institusi pendidikan yang seharusnya menjadi contoh dalam menjunjung tinggi etika, hukum dan demokrasi. Oknum Kepala Sekolah tersebut sama sekali tidak layak memimpin lembaga pendidikan. Copot segera!

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Jatim saya harap segera mencopot Edi Suroto dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah, demi menjaga marwah pendidikan dan menghindari terciptanya preseden buruk di institusi pendidikan lainnya. Kacabdin Kota Kediri juga agar tidak hanya melakukan pembinaan secara simbolik yang tidak menyentuh akar masalah, namun segera mempercepat proses pencopotan Oknum Kepala Sekolah tak bermoral itu.

Kepada Kapolres Kediri kota beserta jajaran, laporan Polisi harus tetap diproses cepat dan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Saya hargai langkah awal pihak Polres menerima laporan Polisi atas kejadian itu dan pernah mengupayakan mediasi. Namun saya menolak penyelesaian sepihak melalui mediasi jika tidak dibarengi proses hukum yang cepat, objektif dan profesional.

Saya tegaskan, Pers Pilar Demokrasi, bukan musuh. Pers bekerja atas dasar Kode Etik Jurnalistik, UU Pers dan kepentingan publik. Tidak semestinya kritik dijawab dengan kekerasan, apalagi dari institusi yang dibiayai Negara. Jika pemberitaan dirasa tidak akurat, pihak yang dirugikan bisa mengajukan hak jawab atau mengadukan ke Dewan Pers atau ke Organisasinya. Bukan dengan tindakan tak bermoral atau melanggar hukum.

Saya mendukung penuh wartawan anggota kami, termasuk Nyoto dari PJI yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya dengan itikad baik. Saya akan mengawal proses hukum ini hingga tuntas, termasuk bila diperlukan melibatkan aparat Pengawas, lembaga HAM, Ombudsman, DPRD dan lain lain.

Kami Insan Pers tidak akan tunduk pada intimidasi. Demokrasi tidak boleh dikalahkan oleh arogansi jabatan, apalagi oleh kepemimpinan yang gagal mendidik, tapi justru menghasut kekerasan terhadap pewarta. Saya minta aparat dan otoritas pendidikan bertindak tegas, agar hukum tidak lagi dikalahkan oleh pencitraan.(M/Red)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa Koramil 0819/05 Grati Salurkan Bansos Secara Door to Door

    Babinsa Koramil 0819/05 Grati Salurkan Bansos Secara Door to Door

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 314
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Untuk meringankan beban warga terdampak Covid-19 di Wilayah Pasuruan Raya, Personel Babinsa Koramil 05/Grati Kodim 0819/Pasuruan, menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga di Dusun Genu’an Desa Sumberdawesari Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, Senin (23/8/21). Penyaluran Bansos berupa beras tersebut masing-masing berisi 5 Kg, kegiatan penyaluran Bantuan Sosial berupa beras itu dilakukan secara door […]

  • Dirgahayu KOSTRAD Ke 63 Tahun

    Dirgahayu KOSTRAD Ke 63 Tahun

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Post Views: 421

  • Sempat Bersitegang Dengan Oknum Polisi, Puluhan Wartawan Dilarang Liputan Pelantikan Kades

    Sempat Bersitegang Dengan Oknum Polisi, Puluhan Wartawan Dilarang Liputan Pelantikan Kades

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 296
    • 0Komentar

    KAB.PEKALONGAN – RI,  Puluhan wartawan  yang akan meliput pelantikan Kepala Desa di Pendopo Pemkab Pekalongan harus bersitegang dengan oknum polisi yang berjaga dipintu masuk Pendopo Kabupaten Pekalongan. Seorang oknum Polisi berpangkat Kompol (AS) menghadang puluhan wartawan yang hendak masuk guna mengikuti acara pelantikan 32 Kepala Desa terpilih dilarang masuk dengan alasan menghindari kerumunan, padahal didalam […]

  • Polres Kubu Raya Gencarkan Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H

    Polres Kubu Raya Gencarkan Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Kubu Raya,RI-Polres Kubu Raya mengambil langkah proaktif dalam mencegah kejahatan pencurian rumah kosong selama musim mudik Lebaran. Dalam upaya ini,Tim PRC Polres Kubu Raya melakukan patroli secara intensif di titik-titik rawan kejahatan,seperti pencurian,street crime, dan tindak kejahatan lainnya. Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade,mengungkapkan,bahwa patroli yang […]

  • Meresahkan, Ini Himbauan Polisi Untuk Warga Yang Gunakan Sound Horeg

    Meresahkan, Ini Himbauan Polisi Untuk Warga Yang Gunakan Sound Horeg

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-Polres Probolinggo Kota mengimbau warga tidak menggunakan sound horeg sebagai alat membangunkan sahur di bulan Ramadan 1445 H. Hal itu dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Himbauan ini dilaksanakan berdasarkan banyaknya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan adanya sound horeg. Akibatnya hal ini mengganggu keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan 1445 Hijriah. “Kami menindaklanjuti […]

  • Forum Diskusi Ormas, Wali Kota Mojokerto Minta Ormas Waspadai Penyusupan Kelompok Anarko

    Forum Diskusi Ormas, Wali Kota Mojokerto Minta Ormas Waspadai Penyusupan Kelompok Anarko

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Forum Diskusi Ormas, Wali Kota Mojokerto Minta Ormas Waspadai Penyusupan Kelompok Anarko Kota Mojokerto, RI – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, meminta seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Mojokerto untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyusupan kelompok anarko. Hal ini disampikannya saat membuka Forum Diskusi Ormas bertema “Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dan Memperkuat Persatuan dalam Wadah NKRI […]

expand_less