Mencurigakan! Laptop dalam tas Diganti Buku Usai Naik Bus, Korban Curiga Oknum Crew Terlibat
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month 20 menit yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

Mencurigakan! Laptop dalam tas Diganti Buku Usai Naik Bus, Korban Curiga Oknum Crew Terlibat
JOMBANG, RI – Sebuah kejadian menghebohkan menimpa seorang warga Jombang bernama Ade Abdilah Fauzan usai menumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP). Laptop berharga tipe Apple MacBook Pro M1 miliknya diduga dicuri dan dengan sengaja diganti dengan sebuah buku saat perjalanan dari Yogyakarta menuju Jombang.
Kejadian bermula saat korban menaiki bus PO Sumber Selamat dengan nomor polisi W7489UP. Seperti kebiasaan penumpang pada umumnya, tas berisi laptop tersebut diletakkan di rak bagasi tepat di atas kursi tempat ia duduk selama perjalanan.
Namun, sesampainya di tujuan, Ade merasa ada kejanggalan. Saat mengangkat tasnya, ia menyadari beban tas tersebut terasa jauh lebih ringan dari biasanya. Rasa curiga itu terbukti benar saat ia membuka tas dan memeriksa isinya.
“Saya kaget dan syok, laptop yang seharusnya ada di dalam tas sudah hilang dan diganti dengan sebuah buku. Ini sangat merugikan sekali, karena di dalam laptop tersebut tersimpan banyak data-data penting yang berkaitan langsung dengan pekerjaan saya,” ujar Ade dengan nada kecewa saat dikonfirmasi, Senin (4/5).

Nampak buku yang berada dalam tas Laptop.
Menyadari dirinya menjadi korban pencurian dengan modus penggantian barang, Ade tidak tinggal diam. Ia langsung menuju garasi bus sumber selamat yang beralamatkan di Jl Surabaya-Krian kilometer 25 Krian-Sidoarjo untuk meminta keterangan dan kejelasan dari awak kendaraan yang bertugas pada hari kejadian.
Dalam konfrontasi di dalam bus, Supir bernama Eko dan Kernet bernama Rian mengaku tidak mengetahui apa-apa terkait kehilangan tersebut. Mereka mengalihkan pertanyaan kepada pihak Kondektur bernama Herman.
Mereka beralasan, selama perjalanan sopir fokus menyetir, sementara kernet sibuk melayani penumpang dan pengecekan tiket. Sehingga, mereka mengaku tidak tahu menahu soal isi tas penumpang.
Uniknya, diketahui bahwa Kondektur “Herman” sekarang sudah tidak lagi menaiki armada yang sama atau sudah berganti bus.
Hal ini semakin memperkuat dugaan korban bahwa ada permainan atau keterlibatan oknum dari pihak crew bus dalam kasus pencurian ini.
“Saya curiga ada salah satu crew yang mengerti kejadian ini. Saya sangat kecewa dengan pelayanan dan keamanan di bus ini,” tegasnya.
Karena tidak mendapatkan kejelasan dan merasa dirugikan besar, Ade berencana akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia akan melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk diproses lebih lanjut.
Sampai berita ini tayang, belum ada klarifikasi maupun tanggapan resmi dari pihak Kondektur Herman maupun manajemen perusahaan otobus tersebut. Tim media akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan akan melakukan konfirmasi langsung kepada management PT Selamat Sugeng Rahayu.
(Bersambung)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar