Satgas Pangan Polres Pasuruan Menggelar Sidak Pasar Jelang Nataru 2025 – 2026
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025
- visibility 65
- print Cetak

Satgas Pangan Polres Pasuruan Menggelar Sidak Pasar Jelang Nataru 2025 - 2026
PASURUAN,RI – Satuan Tugas Pangan Polres Pasuruan memperketat pengawasan terhadap ketersediaan harga bahan kebutuhan pokok menjelang Nataru 2025 -2026 Langkah tersebut diambil guna memastikan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa beban terkait lonjakan harga kebutuhan pada , hari Kamis 18/12/2025
Pengawasan terhadap ketersediaan harga kebutuhan pokok ini dilakukan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan .
Dalam Operasi tersebut tertuju mulai dari tingkat produsen, distributor, hingga pengecer di pasar tradisional.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan ” menyampaikan bahwa stabilitas pangan merupakan bagian tak terpisahkan dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat
“Satgas Pangan kami turunkan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga maupun kelangkaan barang. Stabilitas pangan adalah bagian dari menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegasnya
Sidak pasar dan mini market dilakukan oleh Polres Pasuruan Kanit Ekonomi Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, melaporkan bahwa dalam inspeksi mendadak tersebut, di sejumlah pasar modern wilayah Pandaan, petugas tidak menemukan adanya produk makanan atau minuman yang rusak maupun kedaluwarsa. Namun, ia tetap meminta masyarakat untuk teliti.
“Kami mengimbau warga selalu memeriksa kemasan dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli,” ujar Ipda Eko.
Sementara itu, pemantauan di pasar tradisional Kecamatan Pandaan dan Sukorejo difokuskan pada bahan pokok penting (bapokting), khususnya beras. Data di lapangan menunjukkan harga beras masih berada dalam ketentuan Harga Eceran Tertinggi.
Beras Medium, Rp13.500 per kilogram ,beras SPHP Bulog Rp12.500 per kilogram.
beras Premium: Rp14.900 per kilogram.
Koordinator Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah, yang juga menjabat Kasatreskrim Polres Pasuruan, menyatakan bahwa stok pangan saat ini relatif stabil dan mencukupi untuk kebutuhan Nataru. Meski demikian, kepolisian mengeluarkan peringatan keras bagi para spekulan.
“Jika ditemukan pelanggaran seperti penjualan di atas HET atau praktik penimbunan, akan kami tindak tegas, mulai dari peringatan hingga pencabutan izin usaha,” pungkas AKP Adimas.
Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus mengawal distribusi pangan secara berkelanjutan hingga awal tahun 2026 demi melindungi hak-hak konsumen di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.( mjb/tg)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar