Tantangan Tebing Curam dan Pipa Raksasa, Perumdam Tirta Argapura Tuntaskan Ganguan Layanan Air
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Gangguan layanan air bersih akibat kerusakan pipa berdiameter besar di wilayah Kecamatan Tiris akhirnya berhasil ditangani. Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo memastikan distribusi air ke lima kecamatan kembali normal setelah melalui proses perbaikan yang menantang selama sepekan.
Pelaksana Tugas Direktur Perumdam Tirta Argapura, Yudhi Wibowo, menjelaskan bahwa kendala utama dalam penanganan kerusakan tersebut terletak pada ukuran pipa dan kondisi medan yang ekstrem. Pipa yang rusak memiliki diameter besar sehingga membutuhkan peralatan khusus yang tidak semua unit miliki.
Selain itu, lokasi kebocoran berada di area tebing curam yang sulit diakses. Bahkan kendaraan roda dua tidak dapat menjangkau titik kerusakan. Tim teknis harus menempuh perjalanan sekitar 1,2 kilometer dengan berjalan kaki sambil membawa peralatan berat. Kondisi licin akibat hujan semakin memperumit proses penanganan.
Menurut Yudhi, situasi tersebut membuat waktu perbaikan tidak bisa dilakukan secara cepat. Perumdam akhirnya menggandeng tenaga ahli dari pihak ketiga untuk mempercepat proses. Bantuan teknis dari mitra yang didatangkan dari luar daerah menjadi faktor penting dalam penyelesaian pekerjaan.
“Estimasi tujuh hari, dan kemarin tepat tujuh hari selesai. Setelah itu langsung dilakukan pengoperasian kembali, dan alhamdulillah saat ini layanan sudah berjalan normal,” ujarnya.
Distribusi air kini telah kembali mengalir ke wilayah Kecamatan Tiris, Gading, Maron, Banyuanyar, serta sebagian wilayah Paiton. Wilayah-wilayah tersebut sebelumnya terdampak cukup signifikan akibat gangguan ini.

Sementara itu, Satuan Pengawas Internal Perumdam, Kasim Nurdansyah, mengungkapkan bahwa kerusakan pipa disebabkan oleh retaknya sambungan lama akibat pergeseran tanah. Kondisi tersebut memicu pecahnya pipa berdiameter 500 milimeter yang tergolong sangat besar.
Ia menggambarkan ukuran pipa tersebut setara dengan diameter 20 dim, bahkan cukup besar untuk dimasuki manusia. Dengan ukuran sebesar itu, proses perbaikan jelas tidak bisa dilakukan dengan metode biasa.
Kasim menambahkan bahwa tantangan lain muncul dari keterbatasan peralatan di wilayah lokal. Untuk melakukan pengelasan pada pipa berdiameter besar, diperlukan genset dan alat khusus yang sulit ditemukan di Probolinggo. Hal ini semakin memperkuat alasan perlunya keterlibatan pihak ketiga dalam penanganan.
Proses perbaikan memakan waktu sekitar tujuh hari hingga selesai, kemudian dilanjutkan dengan uji coba distribusi selama dua hari. Tahap ini diperlukan untuk memastikan aliran air dapat menjangkau seluruh pelanggan, terutama di titik-titik dengan elevasi lebih tinggi.
“Untuk pelanggan di titik bawah, air sudah bisa mengalir lebih dulu. Tapi untuk pemerataan ke seluruh jaringan, memang butuh waktu tambahan,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai kendala teknis dan geografis, Perumdam memastikan bahwa penanganan tetap menjadi prioritas utama sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Upaya maksimal dilakukan agar distribusi air bersih bisa segera pulih.
Pihak Perumdam juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. Yudhi menekankan bahwa faktor alam seperti pergeseran tanah merupakan hal yang sulit diprediksi dan berada di luar kendali.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut sekaligus turut berperan dalam menjaga infrastruktur air di lingkungan masing-masing. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan serupa di masa mendatang.
“Kami mohon pengertian masyarakat. Ini murni karena kondisi alam. Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga keamanan jaringan pipa di wilayahnya,” ujarnya.
Dengan selesainya perbaikan ini, Perumdam Tirta Argapura menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan teknis di lapangan.( suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar