Program Budidaya Ternak Burung Puyuh, Upaya Pemkot Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Warga
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Kontribusi Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat yang mengacu pada peningkatan kemandirian ekonomi warga ditunjukkan dengan diresmikannya program Budidaya Burung Puyuh.
Program ini diawali dengan kegiatan pelatihan serta penyerahan bantuan sarana budidaya, di Pendopo Praja Muria Kecamatan Kedopok, Rabu (29/4) siang, serta menghadirkan seorang narasumber ahli nutrisi dan pakan ternak, Osfar Sofjan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo Fitriawati, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam mengelola peternakan secara baik, benar, dan efisien.
“Untuk memberdayakan masyarakat agar memiliki alternatif pekerjaan yang dapat meningkatkan pendapatan, memperkuat komunikasi antara dinas dan peternak, serta menjadi upaya pengurangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan,” ujar Fitri.
Sebanyak 34 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan 17 orang diantaranya sebagai penerima bantuan. Para penerima bantuan mendapatkan paket berupa kandang kapasitas 1.000 ekor burung puyuh, bibit puyuh siap telur, serta pakan konsentrat.
Fitri menjelaskan, bantuan diberikan dalam skala besar agar hasilnya lebih signifikan. “Awalnya direncanakan 200 hingga 500 ekor, namun arahan Bapak Wali Kota langsung 1.000 ekor agar hasilnya lebih terlihat dan mampu meningkatkan ekonomi penerima,” jelasnya.
Program ini merupakan inisiatif Wali Kota Probolinggo yang dijadikan sebagai proyek percontohan di Kecamatan Kedopok. Ke depan, jika berhasil, program serupa akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Probolinggo.
Berdasarkan analisa usaha, Fitriawati mengungkapkan harga telur sekitar Rp 26.000 per kilogram dan produksi mencapai 4.500 kilogram per tahun, usaha ini diproyeksikan mampu memberikan laba bersih sekitar Rp 2 juta per bulan. Burung puyuh yang diberikan pun telah berusia 40 hari atau siap bertelur, sehingga dalam waktu sekitar dua minggu sudah dapat menghasilkan.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan bahwa program ini merupakan proyek strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga desil 1 dan 2.
“Ini adalah pilot project yang akan kita pantau secara serius. Jika berhasil, bukan hanya menjadi contoh di Kota Probolinggo, tetapi juga bisa menjadi model nasional dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Bapak dua anak ini juga menekankan pentingnya manajemen keuangan dan kedisiplinan dalam perawatan ternak, mulai dari pemberian pakan, kebersihan kandang, hingga pencatatan produksi harian.
“Secara hitung-hitungan, dalam 5 sampai 6 bulan sudah bisa balik modal. Namun kunci keberhasilannya ada pada manajemen dan keseriusan peternaknya,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga penerima manfaat dari Kelurahan Jrebeng Wetan, Fadilah Arif Efendi, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Ia menjelaskan, dalam dua hari awal perawatan, dirinya mulai memahami cara pemeliharaan puyuh, terutama dalam menjaga ketersediaan pakan dan air serta memastikan sirkulasi udara di kandang tetap baik.
“Kalau dibilang susah tidak, tapi juga butuh ketelatenan. Yang penting pakan jangan sampai habis, begitu juga air harus selalu tersedia,” katanya. (Suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar