Sinergi Penguatan Ketahanan Pangan, Kampung KB Sukseskan Penanaman Cabai
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Kota Mojokerto, RI – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi melalui program cabenisasi yang kini digencarkan hingga tingkat kelurahan. Salah satunya dilaksanakan di Kampung KB Kelurahan Meri.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa program cabenisasi merupakan kebijakan untuk mendukung program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
“Cabai memang bukan bahan pokok, tetapi termasuk komoditas penting yang sangat memengaruhi inflasi. Kenaikan harga cabe sering terjadi karena faktor cuaca dan gagal panen, terutama menjelang hari besar,” jelasnya.
Melalui program cabenisasi, masyarakat diajak menanam cabai secara mandiri di pekarangan rumah menggunakan pot maupun polybag. Setiap rumah tangga ditargetkan memiliki tanaman cabai sendiri sehingga kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi tanpa harus membeli.
Menurutnya, langkah ini menjadi strategi konkret untuk menekan lonjakan harga ketika pasokan dari daerah produsen menurun. “Harapannya ketika terjadi gagal panen di beberapa daerah suplainya menurun ini harga tidak terlalu melonjak tinggi karena warga Kota Mojokerto wis duwe lombok dewe-dewe,” terangnya.
Program cabenisasi juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kelurahan, hingga masyarakat. Bahkan, lingkungan perkantoran turut didorong memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam cabai sebagai bagian dari gerakan bersama.
Kampung KB sebagai basis pemberdayaan masyarakat dinilai strategis untuk menyukseskan program ini. Dengan semangat gotong royong, warga diharapkan mampu mengoptimalkan pekarangan rumah sekaligus meningkatkan kemandirian pangan keluarga.
Sebelumnya untuk program cabenisasi Pemerintah Kota Mojokerto juga telah menggerakkan Kelompok Wanita Tani (KWT), TP PKK serta menjadi indikator terkait pemanfaatan lahan dalam Budaya RT Berseri. (Rdwn)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar