Kreatif Budidaya Anggur Impor, Petani Jombang Ini Sukses Tarik Pembeli dari Berbagai Penjuru
- account_circle Pom py
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

Kreatif Budidaya Anggur Impor, Petani Jombang Ini Sukses Tarik Pembeli dari Berbagai Penjuru
Jombang,RI – Siapa sangka, di sebuah dusun kecil di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, tersimpan kebun anggur yang kini menjadi perbincangan warga sekitar.
Bukan kebun berskala besar dengan modal miliaran rupiah, melainkan kebun sederhana yang lahir dari ketekunan, rasa ingin tahu, dan semangat yang tak pernah padam selama hampir lima tahun.
Zainul Arifin, warga Dusun Jemparing RT 01 RW 03, Desa Pakel, Kecamatan Bareng, adalah sosok di balik kebun anggur yang kini ramai dikunjungi pembeli.
Pria ini memulai perjalanannya dari nol belajar sendiri, gagal, bangkit, dan terus mencoba hingga akhirnya berhasil membudidayakan berbagai varietas anggur impor di lahannya sendiri.
“Alhamdulillah, banyak peminat yang datang langsung ke rumah untuk membeli bibit. Mereka juga bisa sekalian mencicipi buah anggur dan memetik sendiri,” tutur Zainul dengan senyum sumringah saat ditemui di kediamannya, Minggu (24/5/2026).
Kebun yang Jadi Destinasi
Yang membuat kebun Zainul istimewa bukan hanya soal buahnya yang manis, tetapi pengalaman yang ditawarkannya. Para pengunjung tidak sekadar datang, membayar, lalu pulang.
Mereka disambut hangat, diajak berkeliling, diberi kesempatan memetik langsung dari pohon, bahkan bisa mencicipi langsung buah anggur segar di tempat.
Pengalaman semacam ini terasa langka di Jombang, kota yang selama ini lebih dikenal dengan sawah dan ladang tebu. Kehadiran kebun anggur Zainul seolah membuka mata banyak orang bahwa pertanian kreatif bisa tumbuh di mana saja, termasuk di halaman rumah sendiri.
Ratusan Bibit, Puluhan Varietas
Zainul tidak hanya menjual buah — ia juga mengembangkan usaha pembibitan. Berbagai jenis bibit anggur impor tersedia di kebunnya, dengan harga yang cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per bibit. Harga tersebut ditentukan berdasarkan varietas serta tinggi bibit yang dipilih.
Pilihan yang beragam itu menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi warga Jombang, tetapi juga pembeli dari luar daerah yang sengaja datang untuk mendapatkan bibit berkualitas.
Kebun sederhana itu perlahan bertransformasi menjadi pusat belajar mini bagi siapa saja yang ingin mencoba peruntungan di dunia budidaya anggur.
Harapan Seorang Petani
Di balik pencapaiannya, Zainul menyimpan satu harapan besar yang ia titipkan kepada pemerintah. Baginya, apa yang ia bangun selama hampir lima tahun ini bukan sekadar usaha pribadi ini adalah potensi daerah yang masih menunggu untuk dikembangkan lebih serius.
“Harapan ke depannya, budidaya tanaman anggur ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah desa, kabupaten, dan dinas terkait, supaya bisa lebih serius dikembangkan.
Ke depannya bisa lebih berkembang dan berguna bagi saudara-saudara yang ingin belajar,” ungkap Zainul dengan penuh harap.
Kisah Zainul Arifin adalah pengingat bahwa inovasi sejati tidak selalu lahir dari laboratorium canggih atau modal besar. Kadang, ia tumbuh diam-diam di halaman rumah, disiram ketekunan, dan dipanen dengan kesabaran(jek)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar