Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjemput Hakikat dari Musholla Sunan Kalijogo: Epilog Pengabdian Kang Anas di Lampung Timur

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 6
  • print Cetak

LAMPUNG TIMUR, RI – Dakwah, dalam maknanya yang terdalam, bukanlah sekadar menyampaikan kata-kata di atas mimbar. Ia adalah napas yang dihembuskan melalui ketundukan seorang murid di hadapan gurunya, serta ketulusan hati dalam merawat amanah yang telah digariskan oleh para pendahulu. Inilah sebuah kisah tentang Ahmad Nasruddin — sosok yang lebih akrab disapa Kang Anas — sebuah perjalanan spiritual yang menguji batin, memupuk adab, dan melukiskan jejak pengabdian yang tak lekang oleh waktu di Desa Bauh Gunungsari, Lampung Timur.

Perjalanan Kang Anas ke tanah perantauan bukanlah sebuah kebetulan yang hadir begitu saja. Ia adalah rangkaian dari sebuah skenario langit yang dibentuk oleh tarikan batin dan ketaatan. Sebelum langkah itu benar-benar menginjakkan kaki di tanah Sumatera pada tahun 2007, ada sebuah drama ketawaduan yang sangat menyentuh.

Saat perintah pertama dan kedua datang dari gurunya yang mulia, KH Fatchurrohman dari Gunung Petukangan, Gresik, Kang Anas memilih untuk menepi. Ia merasa dirinya masih sekecil butiran debu, merasa belum cukup menimba ilmu, dan merasa belum pantas memikul beban risalah yang begitu agung. Karena penolakannya, amanah tersebut sempat diemban oleh Kang Minto. Sementara itu, Kang Anas memilih jalan sunyi; ia melakukan tirakat selama lima tahun di Gunung Petukangan. Di sana, di antara denting tasbih dan heningnya malam, ia ditempa, dibersihkan hatinya, dan dipersiapkan untuk masa depan yang belum ia ketahui.

Tatkala perintah ketiga tiba, Kang Anas sadar bahwa melawan takdir guru adalah menjauhkan diri dari berkah. Ia pun berangkat, menggantikan posisi Kang Minto di tengah gejolak masyarakat yang kala itu tengah terpecah oleh pengaruh ajaran Mbah Lan. Dengan restu guru yang menjadi kompas jiwanya, Kang Anas datang bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai penyejuk. Ia hadir untuk membenahi dan merajut kembali silsilah keilmuan yang telah diletakkan pondasinya oleh sesepuh agung, Romo KH. Ahmad Rifa’i dari Benjeng, Kedungsekar Lor, Gresik.

Di Desa Bauh Gunungsari, Kang Anas menemukan sebuah keluarga besar. Para santri warisan Romo KH. Ahmad Rifa’i adalah sosok-sosok yang luar biasa tangguh. Mereka adalah jiwa-jiwa yang kompak, yang dalam segala kekurangan ekonomi, mampu menunjukkan kemandirian luar biasa — bahu-membahu mendanai kegiatan demi tegaknya syiar. Di sana pula, ia menemukan teladan hidup dalam diri Pak Agus, sang ayah angkat yang tetap kokoh meski ujian rumah tangga dan badai ekonomi menghantamnya. Ada pula Pak Win, yang dengan keikhlasan tanpa batas menjadi tiang penopang dana, serta tim lainnya yang ikhlas berkorban demi marwah dakwah.

Di bawah naungan Musholla Sunan Kalijaga,mampu menghidupkan kembali “napas” spiritual yang sempat meredup. Ia membangun peradaban kecil melalui tradisi yang menyentuh kalbu: lomba malam takbiran dan lomba sholawat. Hingga hari ini, jejak tersebut tetap hidup, menjadi tradisi luhur yang dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan yang pernah hadir.

Namun, pengembaraan seorang pencari ilmu adalah sungai yang terus mengalir menuju samudera. Merasa bahwa dahaga keilmuannya masih perlu disiram oleh hikmah yang lebih luas, Kang Anas dengan penuh adab kembali memohon izin kepada gurunya untuk undur diri sementara waktu. Ia ingin terus berkelana, mencari hakikat yang terserak di berbagai penjuru. Sang guru, yang memahami kedalaman nurani muridnya, memberikan restu yang melegakan.

Kini, meski fisik Kang Anas telah berpindah tempat, semangat itu tidaklah padam. Kegiatan istighotsah dan pengajian tetap berdenyut di Bauh Gunungsari, yang diteruskan dengan penuh kesederhanaan oleh para ustadz setempat.

“Bagi saya,” kenang Kang Anas dengan pandangan yang menerawang, “masa-masa di Bauh Gunungsari bukanlah tentang siapa yang memimpin, melainkan tentang bagaimana kita belajar bahwa dakwah adalah kerja cinta. Tentang kekompakan para santri, keteguhan hati Pak Agus dan Pak Win di tengah badai, dan tentang betapa mulianya menjaga sanad ilmu yang diwariskan guru.”

Kini, seluruh kenangan telahmenjadi saksi bisu, sebuah monumen literasi tentang adab seorang murid, tentang beratnya tirakat, dan tentang keberanian untuk melangkah dengan kerendahan hati. Kisah Kang Anas di tahun 2007 ini adalah pengingat abadi bagi siapa pun yang berjalan di jalan ini: bahwa menjadi pembimbing spiritual bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan panjang untuk terus mencari ridho Allah SWT yang tak bertepi.

( Red/ RI )

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al Haris Lantik Wakil Bupati Merangin Di Rumah Dinas Gubernur Jambi

    Al Haris Lantik Wakil Bupati Merangin Di Rumah Dinas Gubernur Jambi

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 273
    • 0Komentar

    JAMBI – RI, Wakil Bupati Merangin, Nilwan Yahya dilantik Gubernur Jambi, Al Haris, Kamis (25/8/22). Pelantikan ini dilakukan di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Hadir pada kesempatan ini Bupati Merangin Mashuri, termasuk dengan DPRD Kabupaten Merangin, unsur Camat dan Kepala desa. Selain itu, turut hadir pula Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Fadhil Arief. Gubernur […]

  • Pelihara Kamtibmas, Satbinmas Polres Lamongan Bina Anak Punk

    Pelihara Kamtibmas, Satbinmas Polres Lamongan Bina Anak Punk

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 241
    • 0Komentar

    LAMONGAN – RI, Rasa kepedulian Polisi di Lamongan ini patut diacungi jempol. Polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) ini tertangkap kamera saat berbincang akrab dengan anak – anak “punk” ber vespa tua kumuh. Tampak wajah mereka (anak punk) kusut, pakaian dekil dan seluruh badan mereka penuh tato. Keberadaan anak punk Vespa seringkali dianggap meresahkan. […]

  • Polisi Peduli, Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Kursi Roda dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk

    Polisi Peduli, Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Kursi Roda dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 214
    • 0Komentar

    NGANJUK – RI, Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap sesam a terlebih kepada mereka yang membutuhkan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson, S.H.,S.I.K.,M.H. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Nganjuk Ny. Dina Boy saat menyerahkan bantuan kursi roda kepada 2 orang penyandang disabilitas di Desa Ngadiboyo, Rejoso, Senin (14/2/2022). […]

  • Panitia Pilkades Banjar Agung Lakukan Pengundian Nomor Urut Calon Kades

    Panitia Pilkades Banjar Agung Lakukan Pengundian Nomor Urut Calon Kades

    • calendar_month Kamis, 8 Jun 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Lampung Utara, RI- Pemilihan Nomor Urut Bakal Calon Kepala Desa Banjar Agung di laksanakan Panitia pemungutan suara (PPS) Desa bandar Agung kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung utaraDi hadiri Camat Abung Timur,Kades Banjar Agung,bhabinsa, bhabinkamtimnas,Panitia pemungutan Suara (PPS) dan tamu undang yang hadir di aula sekretariat Desa Banjar Agung.Rabu ( 07 Juni 2023 ) Jumli zulfikar […]

  • Babinsa Koramil 06/Nguling Dampingi Penyerahan BLT-DD di Desa Randuati

    Babinsa Koramil 06/Nguling Dampingi Penyerahan BLT-DD di Desa Randuati

    • calendar_month Selasa, 14 Mar 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Pasuruan, RI – Babinsa Koramil 06/Nguling, Serda Ahmad Muzakki menghadiri acara penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tri Bulan pertama tahun 2023 di Desa Randuati, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Minggu (12/03/23). Kehadiran Babinsa Koramil 06/Nguling dalam acara tersebut merupakan wujud dukungan TNI kepada pemerintah dalam program penanggulangan kemiskinan di masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh […]

  • Coba Serang Pos TNI di Yigi, Apkam Berhasil Tindak OPM Kelompok Egianus Kogoya 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

    Coba Serang Pos TNI di Yigi, Apkam Berhasil Tindak OPM Kelompok Egianus Kogoya 1 Tewas dan 2 Luka-Luka

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Yigi Nduga, RI – Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelompok Egianus Kogoya belum jera melancarkan aksinya dalam mengganggu keamanan wilayah Papua, termasuk di wilayah Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Pada hari Jumat (26/7/2024), Berdasarkan pantauan Aparat Keamanan (Apkam) yang mengamankan wilayah Distrik Yigi, sekelompok OPM dengan seorang diantaranya membawa sebuah pucuk senjata, bergerak memasuki […]

expand_less