Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjemput Hakikat dari Musholla Sunan Kalijogo: Epilog Pengabdian Kang Anas di Lampung Timur

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 36
  • print Cetak

LAMPUNG TIMUR, RI – Dakwah, dalam maknanya yang terdalam, bukanlah sekadar menyampaikan kata-kata di atas mimbar. Ia adalah napas yang dihembuskan melalui ketundukan seorang murid di hadapan gurunya, serta ketulusan hati dalam merawat amanah yang telah digariskan oleh para pendahulu. Inilah sebuah kisah tentang Ahmad Nasruddin — sosok yang lebih akrab disapa Kang Anas — sebuah perjalanan spiritual yang menguji batin, memupuk adab, dan melukiskan jejak pengabdian yang tak lekang oleh waktu di Desa Bauh Gunungsari, Lampung Timur.

Perjalanan Kang Anas ke tanah perantauan bukanlah sebuah kebetulan yang hadir begitu saja. Ia adalah rangkaian dari sebuah skenario langit yang dibentuk oleh tarikan batin dan ketaatan. Sebelum langkah itu benar-benar menginjakkan kaki di tanah Sumatera pada tahun 2007, ada sebuah drama ketawaduan yang sangat menyentuh.

Saat perintah pertama dan kedua datang dari gurunya yang mulia, KH Fatchurrohman dari Gunung Petukangan, Gresik, Kang Anas memilih untuk menepi. Ia merasa dirinya masih sekecil butiran debu, merasa belum cukup menimba ilmu, dan merasa belum pantas memikul beban risalah yang begitu agung. Karena penolakannya, amanah tersebut sempat diemban oleh Kang Minto. Sementara itu, Kang Anas memilih jalan sunyi; ia melakukan tirakat selama lima tahun di Gunung Petukangan. Di sana, di antara denting tasbih dan heningnya malam, ia ditempa, dibersihkan hatinya, dan dipersiapkan untuk masa depan yang belum ia ketahui.

Tatkala perintah ketiga tiba, Kang Anas sadar bahwa melawan takdir guru adalah menjauhkan diri dari berkah. Ia pun berangkat, menggantikan posisi Kang Minto di tengah gejolak masyarakat yang kala itu tengah terpecah oleh pengaruh ajaran Mbah Lan. Dengan restu guru yang menjadi kompas jiwanya, Kang Anas datang bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai penyejuk. Ia hadir untuk membenahi dan merajut kembali silsilah keilmuan yang telah diletakkan pondasinya oleh sesepuh agung, Romo KH. Ahmad Rifa’i dari Benjeng, Kedungsekar Lor, Gresik.

Di Desa Bauh Gunungsari, Kang Anas menemukan sebuah keluarga besar. Para santri warisan Romo KH. Ahmad Rifa’i adalah sosok-sosok yang luar biasa tangguh. Mereka adalah jiwa-jiwa yang kompak, yang dalam segala kekurangan ekonomi, mampu menunjukkan kemandirian luar biasa — bahu-membahu mendanai kegiatan demi tegaknya syiar. Di sana pula, ia menemukan teladan hidup dalam diri Pak Agus, sang ayah angkat yang tetap kokoh meski ujian rumah tangga dan badai ekonomi menghantamnya. Ada pula Pak Win, yang dengan keikhlasan tanpa batas menjadi tiang penopang dana, serta tim lainnya yang ikhlas berkorban demi marwah dakwah.

Di bawah naungan Musholla Sunan Kalijaga,mampu menghidupkan kembali “napas” spiritual yang sempat meredup. Ia membangun peradaban kecil melalui tradisi yang menyentuh kalbu: lomba malam takbiran dan lomba sholawat. Hingga hari ini, jejak tersebut tetap hidup, menjadi tradisi luhur yang dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan yang pernah hadir.

Namun, pengembaraan seorang pencari ilmu adalah sungai yang terus mengalir menuju samudera. Merasa bahwa dahaga keilmuannya masih perlu disiram oleh hikmah yang lebih luas, Kang Anas dengan penuh adab kembali memohon izin kepada gurunya untuk undur diri sementara waktu. Ia ingin terus berkelana, mencari hakikat yang terserak di berbagai penjuru. Sang guru, yang memahami kedalaman nurani muridnya, memberikan restu yang melegakan.

Kini, meski fisik Kang Anas telah berpindah tempat, semangat itu tidaklah padam. Kegiatan istighotsah dan pengajian tetap berdenyut di Bauh Gunungsari, yang diteruskan dengan penuh kesederhanaan oleh para ustadz setempat.

“Bagi saya,” kenang Kang Anas dengan pandangan yang menerawang, “masa-masa di Bauh Gunungsari bukanlah tentang siapa yang memimpin, melainkan tentang bagaimana kita belajar bahwa dakwah adalah kerja cinta. Tentang kekompakan para santri, keteguhan hati Pak Agus dan Pak Win di tengah badai, dan tentang betapa mulianya menjaga sanad ilmu yang diwariskan guru.”

Kini, seluruh kenangan telahmenjadi saksi bisu, sebuah monumen literasi tentang adab seorang murid, tentang beratnya tirakat, dan tentang keberanian untuk melangkah dengan kerendahan hati. Kisah Kang Anas di tahun 2007 ini adalah pengingat abadi bagi siapa pun yang berjalan di jalan ini: bahwa menjadi pembimbing spiritual bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan panjang untuk terus mencari ridho Allah SWT yang tak bertepi.

( Red/ RI )

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut HUT Ke-73 Bhayangkara, Kapolsek Tarik Bakti Religi di Musholla Baitussalam Desa Tarik

    Sambut HUT Ke-73 Bhayangkara, Kapolsek Tarik Bakti Religi di Musholla Baitussalam Desa Tarik

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 321
    • 0Komentar

    SIDOARJO,RI – Polsek Tarik Polresta Sidoarjo menggelar beberapa kegiatan bakti religi untuk menyambut HUT ke-73 Bhayangkara. Salah satunya dengan melakukan kerja bakti di Musholla Baitussalam Desa Tarik Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan selepas pelaksanaan apel pagi pada (22/6) lalu.             Aksi bersih-bersih dilakukan dengan cara melakukan membersihkan semua tempat yang ada di Musholla […]

  • Wali Kota Mojokerto Dorong Profesionalisme Koperasi Kelurahan Merah Putih Lewat Pelatihan SOP dan SOM

    Wali Kota Mojokerto Dorong Profesionalisme Koperasi Kelurahan Merah Putih Lewat Pelatihan SOP dan SOM

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO,RI- Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) menggelar pelatihan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Operasional Manajemen (SOM) bagi para pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih di PLUT Maja Citra Kinarya, Rabu (13/8/2025). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (13-15 Agustus 2025) ini diikuti pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih […]

  • Polres Sumenep menggelar Operasi Zebra Semeru 2024

    Polres Sumenep menggelar Operasi Zebra Semeru 2024

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 272
    • 0Komentar

    SUMENEP, RI – Dalam rangka menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman, Polres Sumenep menggelar Operasi Zebra Semeru 2024. Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Wakapolres Sumenep Kompol Trie Sis Biantoro bertempat di Lapangan Apel Polres Sumenep.Senin (14/10/2024) Operasi yang berlangsung selama 14 hari dimulai tanggal 14 – 27 Oktober 2024 mendatang bertujuan untuk […]

  • Pemilihan Kades Ds.Mojorejo Berjalan Aman Dan Kondusif

    Pemilihan Kades Ds.Mojorejo Berjalan Aman Dan Kondusif

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 735
    • 0Komentar

    LAMONGAN,RI – Mulai dari TNI dan Polri, Satpol PP dan Linmas, panitia pemilihan, calon Kades Desa Mojorejo berjalan aman dan kondusif. “Kondusivitas ini amat penting artinya bagi pembangunan di Lamongan, khususya di desa Mojorejo Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan, karena masih banyak program pemberdayaan yang perlu disukseskan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Dewo putra Dewo. Mengingat Kabupaten […]

  • Pembukaan KKN Kelompok Mojokerto Mahasiswa STIE Pemuda Surabaya di Balai Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi

    Pembukaan KKN Kelompok Mojokerto Mahasiswa STIE Pemuda Surabaya di Balai Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Mojokerto, RI- Kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok Mojokerto dari mahasiswa STIE Pemuda Surabaya telah berlangsung dengan meriah di Balai Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkat desa, Ketua BPD beserta staff, Ketua LPM beserta staff, Ketua Karang Taruna beserta pemuda-pemudi Desa Pandankrajan, dan seluruh rekan-rekan mahasiswa KKN Kelompok […]

  • Konamy Menggelar Kunjungan Silahturahmi Ke Kediaman  Mas Teguh Setiabudi

    Konamy Menggelar Kunjungan Silahturahmi Ke Kediaman Mas Teguh Setiabudi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PASURUAN , RI – Sejumlah anggota Komunitas Nada Memory (KONAMY) menggelar kunjungan silaturahmi ke kediaman Pembina KONAMY, Mas Teguh Setiabudi, yang baru saja menjalani operasi mata. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril dari keluarga besar KONAMY kepada pembinanya. Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, para anggota mendoakan agar proses pemulihan kesehatan Mas […]

expand_less