Breaking News
light_mode
Trending Tags

Menjemput Hakikat dari Musholla Sunan Kalijogo: Epilog Pengabdian Kang Anas di Lampung Timur

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 74
  • print Cetak

LAMPUNG TIMUR, RI – Dakwah, dalam maknanya yang terdalam, bukanlah sekadar menyampaikan kata-kata di atas mimbar. Ia adalah napas yang dihembuskan melalui ketundukan seorang murid di hadapan gurunya, serta ketulusan hati dalam merawat amanah yang telah digariskan oleh para pendahulu. Inilah sebuah kisah tentang Ahmad Nasruddin — sosok yang lebih akrab disapa Kang Anas — sebuah perjalanan spiritual yang menguji batin, memupuk adab, dan melukiskan jejak pengabdian yang tak lekang oleh waktu di Desa Bauh Gunungsari, Lampung Timur.

Perjalanan Kang Anas ke tanah perantauan bukanlah sebuah kebetulan yang hadir begitu saja. Ia adalah rangkaian dari sebuah skenario langit yang dibentuk oleh tarikan batin dan ketaatan. Sebelum langkah itu benar-benar menginjakkan kaki di tanah Sumatera pada tahun 2007, ada sebuah drama ketawaduan yang sangat menyentuh.

Saat perintah pertama dan kedua datang dari gurunya yang mulia, KH Fatchurrohman dari Gunung Petukangan, Gresik, Kang Anas memilih untuk menepi. Ia merasa dirinya masih sekecil butiran debu, merasa belum cukup menimba ilmu, dan merasa belum pantas memikul beban risalah yang begitu agung. Karena penolakannya, amanah tersebut sempat diemban oleh Kang Minto. Sementara itu, Kang Anas memilih jalan sunyi; ia melakukan tirakat selama lima tahun di Gunung Petukangan. Di sana, di antara denting tasbih dan heningnya malam, ia ditempa, dibersihkan hatinya, dan dipersiapkan untuk masa depan yang belum ia ketahui.

Tatkala perintah ketiga tiba, Kang Anas sadar bahwa melawan takdir guru adalah menjauhkan diri dari berkah. Ia pun berangkat, menggantikan posisi Kang Minto di tengah gejolak masyarakat yang kala itu tengah terpecah oleh pengaruh ajaran Mbah Lan. Dengan restu guru yang menjadi kompas jiwanya, Kang Anas datang bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai penyejuk. Ia hadir untuk membenahi dan merajut kembali silsilah keilmuan yang telah diletakkan pondasinya oleh sesepuh agung, Romo KH. Ahmad Rifa’i dari Benjeng, Kedungsekar Lor, Gresik.

Di Desa Bauh Gunungsari, Kang Anas menemukan sebuah keluarga besar. Para santri warisan Romo KH. Ahmad Rifa’i adalah sosok-sosok yang luar biasa tangguh. Mereka adalah jiwa-jiwa yang kompak, yang dalam segala kekurangan ekonomi, mampu menunjukkan kemandirian luar biasa — bahu-membahu mendanai kegiatan demi tegaknya syiar. Di sana pula, ia menemukan teladan hidup dalam diri Pak Agus, sang ayah angkat yang tetap kokoh meski ujian rumah tangga dan badai ekonomi menghantamnya. Ada pula Pak Win, yang dengan keikhlasan tanpa batas menjadi tiang penopang dana, serta tim lainnya yang ikhlas berkorban demi marwah dakwah.

Di bawah naungan Musholla Sunan Kalijaga,mampu menghidupkan kembali “napas” spiritual yang sempat meredup. Ia membangun peradaban kecil melalui tradisi yang menyentuh kalbu: lomba malam takbiran dan lomba sholawat. Hingga hari ini, jejak tersebut tetap hidup, menjadi tradisi luhur yang dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan yang pernah hadir.

Namun, pengembaraan seorang pencari ilmu adalah sungai yang terus mengalir menuju samudera. Merasa bahwa dahaga keilmuannya masih perlu disiram oleh hikmah yang lebih luas, Kang Anas dengan penuh adab kembali memohon izin kepada gurunya untuk undur diri sementara waktu. Ia ingin terus berkelana, mencari hakikat yang terserak di berbagai penjuru. Sang guru, yang memahami kedalaman nurani muridnya, memberikan restu yang melegakan.

Kini, meski fisik Kang Anas telah berpindah tempat, semangat itu tidaklah padam. Kegiatan istighotsah dan pengajian tetap berdenyut di Bauh Gunungsari, yang diteruskan dengan penuh kesederhanaan oleh para ustadz setempat.

“Bagi saya,” kenang Kang Anas dengan pandangan yang menerawang, “masa-masa di Bauh Gunungsari bukanlah tentang siapa yang memimpin, melainkan tentang bagaimana kita belajar bahwa dakwah adalah kerja cinta. Tentang kekompakan para santri, keteguhan hati Pak Agus dan Pak Win di tengah badai, dan tentang betapa mulianya menjaga sanad ilmu yang diwariskan guru.”

Kini, seluruh kenangan telahmenjadi saksi bisu, sebuah monumen literasi tentang adab seorang murid, tentang beratnya tirakat, dan tentang keberanian untuk melangkah dengan kerendahan hati. Kisah Kang Anas di tahun 2007 ini adalah pengingat abadi bagi siapa pun yang berjalan di jalan ini: bahwa menjadi pembimbing spiritual bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah perjalanan panjang untuk terus mencari ridho Allah SWT yang tak bertepi.

( Red/ RI )

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memeriahkan HUT RI ke-81, Desa Napal Melintang Gelar Perayaan Penuh Semangat dan Kebanggaan

    Memeriahkan HUT RI ke-81, Desa Napal Melintang Gelar Perayaan Penuh Semangat dan Kebanggaan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Memeriahkan HUT RI ke-81, Desa Napal Melintang Gelar Perayaan Penuh Semangat dan Kebanggaan Seluma Ri-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-81, Pemerintah Desa Napal Melintang, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, menggelar perayaan yang penuh semangat dan kebanggaan. Acara ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pelajar dari SD dan SMP,serta berbagai unsur pemerintahan […]

  • Kapolres Probolinggo Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK

    Kapolres Probolinggo Tegaskan Komitmen Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Dalam rangka mewu ccjudkan Polri yang bersih, profesional, dan berintegritas, Polres Probolinggo menggelar kegiatan sosialisasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Probolinggo dan diikuti oleh Pejabat Utama, Kapolsek, para perwira, serta seluruh personel Polres Probolinggo. Dalam arahannya, Kapolres Probolinggo menegaskan bahwa […]

  • Ayni Zuroh Kembali Pimpin PKB DPC Kabupaten Mojokerto

    Ayni Zuroh Kembali Pimpin PKB DPC Kabupaten Mojokerto

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 345
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Dari 10 kursi  Targetkan 13 kursi Pemilu di tahun 2024, Muscab PKB Kabupaten Mojokerto yang diselenggarakan, Minggu (7/3/21) di Arayana Hotel & Resort Jalan Udayana Trawas No.11 Trawas Mojokerto ‘Ayni Zuroh, SE.MM’, kembali Pimpin DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Diawali dengan mendengarkan pidato Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar secara Virtual, proses rangkaian […]

  • Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Seorang Pria Diamankan

    Satreskrim Polresta Sumenep Ungkap Kasus Dugaan Pencabulan Anak, Seorang Pria Diamankan

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    SUMENEP, RI- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sumenep berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencabulan terhadap seorang anak di wilayah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/135/V/2026/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 3 Mei 2026. Dalam perkara tersebut, seorang pria berinisial SA (58), warga Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep yang diduga melakukan […]

  • Permasalahan Transportasi Air di Kalbar: Jasa Raharja Soroti Minimnya Penjaminan Akibat Ketiadaan Data dan Iuran Wajib

    Permasalahan Transportasi Air di Kalbar: Jasa Raharja Soroti Minimnya Penjaminan Akibat Ketiadaan Data dan Iuran Wajib

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PONTIANAK, RI — Kegiatan sosialisasi keselamatan transportasi air di Kalimantan Barat mengungkap berbagai persoalan serius terkait penjaminan korban kecelakaan serta tumpang tindih kewenangan perizinan kapal di sungai dan danau. Kegiatan ini turut dihadiri Jasa Raharja, Dit Polairud Polda Kalbar, KSOP Kelas I Pontianak, serta Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar. Santunan Capai Rp18,5 Miliar, Kecelakaan Meningkat 13,17 […]

  • Memperingati HUT RI Yang Ke 74 PT. Garam Persero Ikut Serta Memeriahkan Lomba Gerak Jalan Tradisional

    Memperingati HUT RI Yang Ke 74 PT. Garam Persero Ikut Serta Memeriahkan Lomba Gerak Jalan Tradisional

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 320
    • 0Komentar

    SUMENEP,RI – Lomba Gerak jalan tradisional yang digelar di Desa Kalianget kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, dalam rangka Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI Ke 74 PT. Garam (Persero) Kalianget ikut serta memeriahkan, dilepas Langsung oleh Direktur Operasi PT. Garam (Persero) Hartono.ST. (31/08/2019) Sabtu Malam. Selain Direktur Operasi PT. Garam (Persero) Hartono, ST. Camat […]

expand_less