Bunda PAUD Leuwigajah Pantau MPLS, Pastikan Hak Pendidikan Anak Terpenuhi dan Ajak Siswa Biasakan Pilah Sampah
- account_circle Pom py
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 2
- print Cetak

Bunda PAUD Leuwigajah Pantau MPLS, Pastikan Hak Pendidikan Anak Terpenuhi dan Ajak Siswa Biasakan Pilah Sampah
,CIMAHI , RI– Lurah Leuwigajah sekaligus Bunda PAUD Kelurahan Leuwigajah, Dini Gusniar, melakukan peninjauan langsung ke SDN Leuwigajah 6, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus memastikan kelancaran masa transisi edukasi dari jenjang PAUD ke Sekolah Dasar (SD).
Kehadiran Bunda PAUD di tengah-tengah siswa baru mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah.
Kepala Sekolah SDN Leuwigajah 6, Cep Nugraha Sumarna, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan rasa hormatnya atas kunjungan tersebut.
“Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi dan hormat kami dengan kedatangan Ibu Lurah Dini Gusniar sebagai Bunda PAUD Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan. Melihat anak-anak dengan penuh semangat dan senyum bahagia saat disapa langsung oleh Bunda PAUD membawa kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujar Cep Nugraha.
Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh ekosistem sekolah. “Semoga kedatangan Bunda PAUD ke sekolah kami memberikan motivasi tersendiri bagi guru, orang tua, dan anak-anak untuk terus semangat belajar, berkarya, dan menumbuhkan generasi emas yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia. Salam hormat dari kami para guru, orang tua, dan anak-anak Legana (Leuwigajah Enam) yang terus berikhtiar membentuk karakter Loyalitas, Excellent, Giat, Agamis, Nasionalis, dan Amanah,” tambahnya.
Selain menyapa para siswa baru, Dini Gusniar juga mengajak seluruh peserta didik untuk mulai membiasakan budaya peduli lingkungan sejak dini melalui gerakan memilah sampah. Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Anak-anak harus mulai terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak di sekolah. Kebiasaan baik ini jika dilakukan setiap hari akan menjadi karakter yang terbawa hingga di rumah. Saya berharap siswa SDN Leuwigajah 6 dapat menjadi pelopor kebersihan lingkungan sekaligus mengajak keluarga masing-masing untuk ikut memilah sampah dari sumbernya,” tutur Dini.
Gerakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kelurahan Leuwigajah dalam mendukung program pengurangan sampah dari sumber serta membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan di kalangan masyarakat sejak usia dini.
Dalam kesempatan yang sama, Dini memanfaatkan momentum ini untuk memetakan kondisi sosial ekonomi keluarga murid. Pihaknya ingin memastikan seluruh anak usia sekolah di wilayah Leuwigajah mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
“Kami hadir untuk melihat langsung antusiasme warga sekaligus menyisir apakah masih ada keluarga kurang mampu yang membutuhkan bantuan pendidikan. Kami juga memberi perhatian khusus pada kasus anak-anak yang rentan putus sekolah,” ujarnya.
Dalam pemantauan di lapangan, Dini menemukan kasus kakak-beradik yang pemenuhan hak pendidikannya sempat terlantar. Sang kakak yang seharusnya sudah menginjak jenjang kelas 9 dan adiknya kelas 8 SMP.
Setelah ditelusuri ke SDN Leuwigajah 2 dan SDN Leuwigajah 6, ditemukan fakta bahwa ijazah kakak-beradik tersebut belum diambil akibat kurangnya perhatian dan empati dari pihak keluarga. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kelurahan Leuwigajah bergerak cepat memberikan solusi alternatif.
“Karena status data kesejahteraan keluarga mereka masih berada di Desil 4, kami belum bisa memasukkan mereka ke Sekolah Rakyat karena kuota telah terpenuhi dan penerima saat ini diprioritaskan bagi Desil 1 dan 2. Sambil menunggu proses evaluasi penurunan desil, kami arahkan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Darul Fikri. Alhamdulillah, anaknya bersedia dan dijadwalkan mulai masuk sekolah minggu ini,” jelas Dini.
Langkah advokasi tersebut terwujud berkat sinergi cepat antara Pemerintah Kelurahan Leuwigajah dengan kader Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) sebagai mitra Dinas Sosial Kota Cimahi.
Terkait dinamika Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berbasis domisili yang kerap menjadi kendala bagi sebagian masyarakat, Dini menegaskan bahwa kelurahan tidak lagi memiliki kewenangan mengeluarkan surat rekomendasi domisili.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah tetap menyiapkan bantalan sosial bagi keluarga prasejahtera agar anak-anak tidak putus sekolah.
“Bagi keluarga kurang mampu yang masuk kategori Desil 1 sampai 4, pemerintah menyediakan skema bantuan jaminan pendidikan yang dapat diurus melalui kelurahan. Sementara bagi anak-anak yang memiliki potensi akademik, kami dorong memanfaatkan jalur prestasi agar memperoleh kesempatan dan beasiswa pendidikan,” tambahnya.
Di akhir peninjauan, Dini Gusniar mengajak seluruh orang tua, guru, dan masyarakat Leuwigajah untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak agar semangat belajar, berprestasi, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Dengan pendidikan yang baik, karakter yang kuat, dan kebiasaan menjaga lingkungan seperti memilah sampah sejak dini, saya yakin anak-anak Leuwigajah akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, peduli lingkungan, serta mampu bersaing secara sehat demi mewujudkan generasi emas Indonesia,” pungkasnya.
R. Harry KP)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar